Wisuda “Drive Thru” Univ. Katolik Widya Karya Malang : Cara Kreatif di Tengah Pandemi

KUPASEDU, malangpost.id – Pandemi Covid-19 masih melanda berbagai negara di dunia. Salah satunya Indonesia, akhir-akhir ini justru kasus Covid-19 meningkat. Alhasil, kebijakan dan aktivitas di berbagai bidang masih harus disesuaikan. Tak jarang kondisi ini juga menghambat berbagai acara yang sudah direncanakan. Namun, adaptasi dengan cara kreatif di tengah pandemi kerap ditemui.

Adaptasi Unik Selama Pandemi 

Uniknya, situasi pandemi Covid-19 memunculkan beragam ide kreatif. Misalnya mulai dari bidang bisnis yang dirinitis selama pandemi, tren layang-layang yang sempat viral, sampai dengan ide kreatif para mahasiswa. Bagi mahasiswa tingkat akhir, mereka akan menghadapi sidang skripsi di tengah kondisi pandemi. 

Tentu hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Terlebih lagi bimbingan yang dilakukan secara virtual. Terkadang menjadi kendala dalam hal komunikasi. Akhirnya mahasiswa tingkat akhir harus benar-benar dituntut mandiri. Mandiri juga bukan berarti melakukan semuanya tanpa bantuan orang lain. Melainkan mandiri dapat diartikan tidak bergantung kepada orang lain. 

Sidang Skripsi Unik sebagai Cara Kreatif di Masa Wabah 

Namun, untungnya, menjalani sidang di masa pandemi tidak membuatmu tegang bukan? Sebab, kamu hanya bertemu secara virtual. Cukup duduk di depan laptop dan mengomunikasikan hasil skripsimu. Secara mental, kamu lebih tenang karena tidak berhadapan langsung dengan banyak orang. 

Menjelang waktunya wisuda, mahasiswa akhir mendapat hal menarik lagi. Misalnya mengenai cara wisuda mereka. Sudah pernah melihat cara wisuda dengan robot yang berjalan kan? Itu menjadi salah satu cara kreatif sekaligus memanfaatkan teknologi. Konsep yang sangat menarik memang! 

Cara Kreatif di Tengah Pandemi 

Eits, tetapi ada yang lebih menarik lagi lho. Cara wisuda dengan konsep drive thru menjadi cara kreatif di tengah pandemi. Kampus yang menyelanggarakan wisuda unik ini adalah Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang. Sembari tetap mematuhi protokol kesehatan, pihak UKWK mengemas wisuda ini dengan cukup nyentrik. 

Konsepnya, para wisudawan dan wisudawati datang ke kampus menggunakan beragam alat transportasi. Contohnya ada yang menggunakan sepeda motor model tua, motor antik, sepeda ontel, andong, becak, dan sebagainya. Sungguh menarik jika dibayangkan, para wisudawati mengenakan busana sembari naik transportasi unik. 

Setelah tiba di kampus, mereka langsung menjalani proses pengukuhan. Proses ini menandakan seorang mahasiswa tersebut resmi menyandang gelar sarjana. Namun, pada masa pandemi dijamin tidak ada kerumunan ketika acara ini berlangsung. Hal ini disebabkan lantaran mereka langsung pulang setelah gilirannya tiba. 

Hal ini didukung karena pihak universitas hanya mengundang 18 orang mahasiswa saja. Jumlah tersebut merupakan perwakilan dari setiap fakultas. Dengan begitu, jumlahnya lebih sedikit dan cukup ringkas. Dari jumlah 127, sisanya 109 orang mengikuti proses pengukuhan di rumah saja. Seperti biasa, sistem pengukuhan online dilakukan via zoom atau youtube streaming.  

Untuk Apa Wisuda Konsep Drive Thru? 

Tujuan dari cara kreatif di tengah pandemi ini adalah untuk tetap menghargai para wisudawan yang telah berjuang. Perjuangan menempuh delapan semester selama perkuliahan tentu bukan hal yang mudah. Untuk itu, pihak kampus juga harus tetap menyiapkan cara unik demi mengenang momen paling berkesan ini. 

Konsep drive thru menunjukkan kesan khusus, yakni aksen tradisional di tengah kondisi modernisasi. Konsep ini bukan tanpa sebab. Dengan kata lain ada makna dibalik penyelenggaraan wisuda dengan konsep drive thru. Para wisudawan dapat membandingkan kondisi zaman dahulu dengan zaman modern sekarang. 

Dengan begitu, mereka lebih mampu meresapi perjuangan hingga kini. Pada masa lalu mungkin saja nenek moyang merasa kesulitan bertahan hidup. Atau kondisi saat itu masih sangat sederhana. Namun, dengan adanya ilmu pengetahuan, hingga kini teknologi terus berkembang. Alhasil, terciptalah beragam alat transportasi yang memudahkan manusia dalam hal mobilisasi. 

Segelintir Pesan Bermakna 

Rektor Universitas Katolik Widya Karya berpesan agar wisudawan dapat memanfaatkan ilmunya dengan benar. Tentunya ilmu ini digunakan demi mengikuti perkembangan zaman. Jangan sampai ketinggalan informasi dan berita. Bahkan, jika mampu, seorang sarjana muda harus sudah merintis pengabdian kepada masyarakat. 

Setelah wisuda, diharapkan mereka bisa bergerak cepat dalam membangun karya. Sebab, persaingan akan semakin berat. Akan tetapi, dengan adanya inovasi dari dalam diri akan menjadikan kita lebih unggul. Calon sarjana dan para sarjana muda, apa kalian siap? 

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Ira

About the Author: Ira Gusmiarti

Content writer yang menyukai belajar hal baru. Saat ini mulai membagikan insight menarik melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *