Kawal Spiritual Siswa saat Pandemi, Salat Dhuha Virtual jadi Solusinya

 

NETWRITER, malangpost.id- Pendampingan salat biasanya dilakukan secara langsung dan berada pada ruang dan waktu yang sama. Namun, ada yang berbeda dari pendampingan salat dhuha yang dilakukan siswa SDIT Insan Permata di masa pandemi ini.

Siswa-siswi kelas dua SDIT Insan Permata salat dhuha secara daring di rumah mereka masing-masing. Sambil mendengarkan gawai, mereka mengikuti bacaan dan arahan dari guru secara virtual. Guru mentalqin bacaan salat dan semua siswa mengikuti bacaan melalui gawainya masing-masing.

Pandemi Covid-19 memaksa pola kebiasaan masyarakat berubah. Tak terkecuali pada sektor Pendidikan. Pembatasan warga untuk berinteraksi juga berdampak pada interaksi guru dan siswa. Proses tatap muka secara langsung pun dilarang pemerintah guna menurunkan potensi penularan virus.

Sebelum pandemi para siswa didampingi salat secara langsung untuk menyempurnakan bacaan dan gerakan salat mereka di kelas secara luring. Guru bisa leluasa dan memantau langsung satu-persatu siswa. Guru juga bisa langsung membenahi gerakan salat yang kurang sempurna.

Koordinator guru Jenjang Dua SDIT Insan Permata, Marisa Indrayanti menjelaskan bahwa pandemi ini menjadi sebuah tantangan tersendiri ketika pembelajaran dilakukan secara daring. Ia menilai pembelajaran daring tidak terlalu efektif, apalagi pendidikan karakter.

“Pandemi Covid-19 ini membuat ruang gerak kami terbatas. Kami berusaha melakukan pendampingan ibadah pada siswa meski dalam keadaan terbatas” ungkap Marisa Indrayanti.

Di tengah pagebluk Covid-19 para guru dituntut untuk aktif dan kreatif merancang beragam pembelajaran. Khususnya Pendidikan karakter juga harus berjalan. Marisa dan guru-guru di jenjang dua mencoba membuat program salat dhuha virtual untuk mengontrol segi religiusitas siswa.

Salat dhuha virtual siswa kelas dua SDIT Insan Permata dilakukan setiap Rabu pukul 07.00 WIB. Meski pendampingan salat dilakukan secara virtual, Marisa mengaku tidak terlalu mengalami kesulitan mendampingi anak didiknya.

“Sebanyak 114 siswa melakukan salat dhuha virtual. Tapi alhamdulillah anak-anak bisa mengikuti dengan tertib. Ada yang ditemani orang tuanya ada juga yang sudah terbiasa tanpa didampingi orang tuanya” jawab Marisa pada malangpost.id, Rabu (10/2).

Salat dhuha virtual ini sudah dimulai sejak 20 Januari lalu. Awalnya salat dhuha virtual dilakukan masing-masing kelas dengan didampingi oleh wali kelas dan tim pengajar kelas dua.

Kegiatan salat dhuha virtual ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran diri peserta didik agar melaksanakan kewajibannya sebagai seorang hamba Allah.  Selain itu, salat dhuha virtual ini juga untuk menjaga bacaan dan kedisiplinan beribadah peserta didik di tengah pandemi.

Meski dilakukan secara virtual para orang tua merasa sangat terbantu. “Kami para orang tua mengaku sangat terbantu, kekhawatiran kami sebagai orang tua sedikit berkurang dengan adanya program ini” terang Elok wali murid Zahira kelas dua Nabi Sholih SDIT Insan Permata.

Ia berharap pembelajaran semacam ini bisa berlangsung konsisten dan berkelanjutan. Ia juga mengaku anaknya rajin bangun pagi lagi semenjak ada salat dhuha virtual.

“Diadakannya program ini membantu anak-anak untuk menumbuhkan tanggung jawab spiritual dan disiplin waktu karena harus  siap di depan layar pukul 07.00 WIB” jawabnya. (tr)

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Taufiqi

About the Author: Taufiqi_Rochman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close