Jurusan Sastra, Pendidikan Bahasa, dan Linguistik

Perbedaan Jurusan Sastra, Pendidikan Bahasa, dan Linguistik seperti apa sih?

KAMPUS, malangpost.idJurusan kuliah itu macam-macam. Kadang ada yang bingung dengan salah satu jurusan yang mana masih satu rumpun walaupun beda namanya. Sialnya, hal tersebut dianggap sama, hanya beda di nama saja. Padahal dari namanya saja sudah beda dan fokus pembelajarannya juga berbeda.

Daripada salah, lebih baik cek dulu apa dan kenapa jurusan itu diberi nama x. pasti anda familiar dengan jurusan sastra dan pendidikan bahasa. Tetapi bagaimana dengan jurusan linguistic?. Untuk tahu lebih lanjutnya, yuk simak penjelasan berikut ini!.

Ingat, Jurusan Sastra Tidak Hanya Soal Mencurahkan Perasaan maupun Isi Hati

Pikiran anda jika ingat akan jurusan ini pasti berkaitan dengan puisi, karya tulisan, seni lukis, dan seni lainnya. tetapi perlu diingat, jurusan sastra tidak hanya berkaitan dengan ini saja dan melulu akan hal ini saja. Sehingga anda perlu membuka cakrawala bahwa jurusan ini lebih luas.

Cakupannya sama seperti jurusan lain, disesuaikan dengan kecocokan, relevansi, dan situasi kondisi. Karya sastra yang dibahas juga banyak. Tidak hanya puisi, tetapi juga cerpen, lagu, film, drama, dan lain-lain.

Analisis yang dilakukan juga berdasarkan teori-teori yang ada. Contoh yang bisa dilihat adalah dengan belajar menganalisis lagu yang sering didengarkan. Jadi bukan hanya membutuhkan imajinasi saja yah. Ingat itu, jadi semua jurusan pasti mempunyai teori dan memunculkan analisis yang cocok.

Bagaimana dengan Pendidikan Bahasa?

Ini nih yang paling dicari-cari, karena selain netral jurusan ini juga aman bagi pekerjaan. Apalagi yang mencintai dunia pendidikan. Untuk jurusan ini membutuhkan keahlian khusus dengan beragam teori yang ada. Berkaitan dengan pengajaran dan kependidikan.

Teori-teori ini mencakup psikologi pendidikan, bimbingan konseling, dan mata kuliah khusus profesi. Mahasiswa yang menempuh jurusan ini juga diajarkan dalam membuat kisi-kisi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, hingga pemahaman akan media pembelajaran. Metode pembelajaran juga ada.

Sehingga keseluruhan mata kuliah ini tertuju atau fokus kepada penyiapan calon pendidik sebelum masuk ke lapangan. Atau terjun ke dunia kerja pendidikan sesungguhnya. Selain itu juga dibelaki ilmu-ilmu tentang faktor pendukung maupun penentu dari hasil akhir belajar seseorang atau peserta didik.

Bagaimana dengan Jurusan Linguistik?

Jurusan linguistik lebih kepada tindakan tutur sehari-hari. Jadi ini lebih kepada proses maupun kegiatan manusia saat berbicara satu sama lain dan dianalisis. Hal-hal yang dipelajari secara rinci akan hal ini adalah pembentukan suatu kalimat.

Se;ain itu, pengucapan bahasa asing, hingga memahami konteks sebuah tanda bahasa. Prospek kerja ini lebih kepada penerjemah. Ilmu ini dibagi lagi ke bagian yang lebih detail. Bisa dilihat dalam fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic, terakhir, pragmatik.

Pembelajaran ini dimulai dari pondasi dasar dulu, dimana seperti mata kuliah lagi pasti ada pengantar lingusitik. Cabang ilmu yang sudah disebutkan di atas nantinya akan dikaitkan dengan bahasa asing yang dipelajari. Prospek kerja dalam jurusan ini adalah menjadi penerjemah.

Peluang untuk Melanjutkan Studi S2 juga Bisa

Semua jurusan pasti bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan pastinya khusus. Berbagai universitas pasti menawarkan program magister dan doktoral. Ketiga jurusan di atas saling mengisi dan beriringan.

Setiap bahasa memiliki arti masing-masing. Bagaimana dengan anda?. Apakah tertarik dengan hal ini?. maka jawabannya tergantung pada anda. Mau tidak masuk ke dalam jurusan ini. semua itu tergantung pada prioritas dan pilihan masing-masing.

Itulah penjelasan mengenai jurusan sastra, pendidikan bahasa, dan linguistik maupun pengertiannya. Semoga bermanfaat dan langsung saja piluh jurursan ini.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

yuliartiselli

About the Author: yuliartiselli

Cewek dengan bintang Taurus ini suka berpetualang dan menjelajahi dunia maupun Indonesia, apapun itu. Berpetualang mencari jati diri dan jadi diri sendiri. Suka explore sendiri. Dan untuk dunia kepenulisan, dia sudah menggeluti selama 1 tahun lebih sebagai content writer di berbagai proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close