Rektor UIN Maliki Kecam Terorisme Secara Elegan Lewat Puisi

KUPASEDU, Malangpost.id – Minggu (28/3) publik dikejutkan dengan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Tindakan tak bermoral yang secara sengaja menargetkan ketika umat Katolik tengah merayakan Minggu Palma ini banyak menyita perhatian baik masyarakat maupun tokoh publik. Selain ucapan berduka, turut banyak kecaman yang dilontarkan oleh tokoh – tokoh publik.

Salah satu kecaman turut datang dari Prof Dr H Abdul Haris, M.Ag, Rektor UIN Maliki ini menyampaikan kecamannya melalui langkah yang sangat elegan. Tidak sekedar memberikan statement, pihaknya menulis puisi yang secara khusus ditujukan bagi aksi terorisme di Makassar tersebut.

Dalam puisinya yang berjudul peledakan bom menakuti, pertama – tama yang dikatakannya ialah Tindakan Terkutuk Sangat Tidak Islami. Hal ini sekaligus mengingatkan bagi segelintir umat islam di luar sana yang memiliki pemahaman keliru agar sadar bahwa yang dipahami dan diyakininya sangatlah keliru.

Apalagi, dalam banyak aksi, mereka selalu mengaitkan diri dengan umat Islam. Seolah hendak menjadi pahlawan, namun tindakan mereka justru kontra produktif bagi Umat Islam sendiri. Mereka yang meyakini sepatah dua patah ayat, kemudian menjadikannya dasar bagi tindakan tak bermoralnya itu.

Rektor UIN Maliki tidak hanya menyoroti seputar pemahaman yang keliru, dalam puisi ini juga banyak mengangkat keadaan sulit yang kini tengah mendera bangsa Indonesia akibat pandemi Covid 19. Di saat banyak orang kehidupannya tercekik, masih saja ada segelintir pihak yang merasa paling benar melakukan hal yang mereka kira bisa mendatangkan surga, nyatanya justru menambah beban derita.

Berikut ini Puisi tersebut:

PELEDAKAN BOM MENAKUTI,

Tindakan Terkutuk Sangat Tidak Islami.

Ya Allah peristiwa terjadi lagi.

Sebuah peledakan bom untuk menakuti.

Menistakan orang lain dengan alasan tak terpuji.

Seperti yang dikatakan oleh Gus Yaqut Menag RI.

Tidak ada alasan apa pun atau argumentasi.

Bahkan sangat bertentangan dengan ajaran para Nabi.

Kita wajib mengutuknya demi kemanusiaan yang dihormati.

Sepertinya kita harus kerja keras lagi.

Kuatkan isu moderasi dan toleransi.

Belum lagi kita selesai kerja keras talangi pandemi.

Sekarang lagi-lagi terbebani dengan gerakan tak bernilai.

Sungguh sangat disayangkan di masa kini.

Masih saja orang tidak mengerti cara hidup damai.

Apalagi saling tolong menolong meski beda yang diyakini.

Islam yang rahmatal lil alamin harus menjadi amunisi.

Paham agama yang bisa menjadi penjamin hidup di NKRI.

Sekali lagi aku katakan pada mereka.

Jangan membuat olah di era banyak orang susah.

Bukan dengan peledakan bom cara dapatkan SURGA.

Tapi justru saling kasih sayang sesama jadi kuncinya.

Meski berbeda Agama namun harus rukun sepanjang masa.

Mari kita berdo’a di nishfus Sya’ban bersama.

Semoga peristiwa ini tidak lagi menjadi wabah.

Kita ucapkan untuk Gereja Katedral Makasar sebagai bela sungkawa.

Teruslah beraktivitas jangan takut biar mereka putus asa.

Malang, 28 Maret 2021

‘Abd Al Haris Al Muhasibiy

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Bryan

About the Author: Bryan Satriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close