Dorong Kualitas SDM, UIN Malang Gelar Pembinaan Mentan dan Spiritual Virtual

KAMPUS, Malangpost.id – Momen lebaran tahun ini di manfaatkan oleh Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang untuk membina mental dan spiritual para jajarannya.

Lewat acara halal bihalal bertema “Pembinaan Mental dan Spiritual Keluarga Besar UIN Malang, ASN Moderat Indonesia Hebat”, giat kuliah tamu tersebut berhasil dilaksanakan secara virtual.

Selain menghadirkan Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam acara ini juga menghadirkan KH. Ali Masykuri selaku Ketua Dewan Penyantun UIN Maliki, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Sidoarjo.

Termasuk Rektor UIN Maliki yakni Prof dr. Abdul Haris beserta jajarannya, juga turut hadir mengisi gelaran halal bihalal virtual tersebut.

Diketahui pada pelaksanaannya, kegiatan ini menggunakan aplikasi zoom meeting dan disiarkan secara langsung melalui official account youtube UIN Maliki Malang pada Rabu (19/5).

Prof dr. Abdul Haris mengungkapkan, gelaran tersebut bertujuan untuk mendorong kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dalam rentan waktu tiga tahun lebih beberapa bulan, kita sudah bisa menambah 19 guru besar,” bebernya saat memberi sambutan dalam acara virtual ini, Rabu (19/5)

rektor uin malang
Rektor UIN Maliki beserta jajaran dan juga Ketua Dewan Pentantun UIN Maliki yang hadir secara offline dalam gelaran Halal Bihalal Virtual. (Sumber : Istimewa)

Abdul Haris menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menambah lima orang guru besar, sehingga jumlah guru besar UIN Maliki diperkirakan akan menjadi 24 orang.

Ia berharap dengan mendorong kualitas SDM, maka Tri Dharma Perguruan tinggi dapat didukung dengan SDM yang kuat. Hal ini agar kampus mampu mencetak lulusan yang berkualitas.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa UIN Maliki Malang sudah ditetapkan sebagai smart dan green islamic university. Artinya dibutuhkan partisipasi dari semua unsur yang ada di UIN Maliki.

“Alhamdulillah juga didukung oleh Dewan Penyantun yang diketuai oleh Romo KH Agoes Ali Masyhuri,” katanya

Pembangunan Sarana dan Prasarana UIN Malang

Berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana, Abdul Haris mengungkapkan bahwa UIN Maliki saat ini terus mengembangkannya.

Antaranya adalah pembangunan dan pengembangan kampus tiga yang memperoleh proyek dari Saudi Fund for Development.

“Lebih dari itu UIN Maliki juga akan mengembangkan semua hal yang dianggap penting untuk menaikkan rating di dunia,” ungkapnya

Terakhir Abdul Haris menuturkan bahwa saat ini pihaknya juga sedang mengembangkan kerjasama dengan perorangan atau lembaga yang relevan. Tujuannya agar UIN Maliki Malang dapat menjadi perguruan tinggi terbaik.

“Kepada dewan penyantun kami harapkan untuk terus mendukung agar cepat terdapat perubahan yang signifikan dan revolusioner untuk menuju perguruan tinggi terbaik,” pungkasnya

Menteri Agama Hadir Halal Bihalal di UIN Maliki Malang

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Indonesia Yaqut Cholil Qoumas yang hadir secara daring, menyampaikan bahwa halal bihalal merupakan salah satu tradisi khas Indonesia.

uin malang kehadiran menag
Menteri Agama (Menag) Indonesia Yaqut Cholil Qoumas hadir secara daring di acara halal bihalal virtual UIN Malang. (Sumber : Istimewa)

Lanjutnya silaturahmi menjadi kegiatan untuk memupuk rasa persaudaraan dan kemanusiaan. Setelah menunaikan ibadah puasa dan menjadi modal sosial yang penting untuk merawat kebersamaan dan persatuan.

“Halal bihalal mampu mengawinkan budaya dan agama sekaligus. Jika kita melihat sejarah, halal bihalal merupakan ijtihad para ulama besar kita yaitu KH Abdul Wahab Chasbull, salah seorang pendiri NU yang memberikan fatwanya kepada presiden saat itu, Ir Soekarno,” paparnya

Selain itu, Cholil menjelaskan ada banyak tradisi lain di Indonesia yang memiliki makna mendalam mengenai halal bihalal.

Lebih lanjut, halal bihalal disimbolkan dengan kupat dan lepet yang keduanya terbuat dari anyaman daun kelapa atau janur.

Kupat mengandung makna, mengaku lepat, artinya mengaku bersalah, media janur juga bermakna ja’anur atau jatining nur.

“Filosofinya adalah setelah masing-masing manusia bersalaman dan mengaku salah, diharapkan akan datang cahaya hati dan setelah itu diikat melalui persaudaraan,” bebernya

Cholil lantas mengajak seluruh stakeholder agar nersama-sama meraih makna halal bihalal. Guna mensucikan batin dengan saling memaafkan atas semua kesalahan antar satu dengan lainnya.

“Hindari permusuhan, perkuat kebersamaan dan gotong royong. Jadilah diri kita sebagai teladan dan terus menebar perdamaian dan kebermanfaatan,” tutupnya secara daring.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close