PPG UIN Malang, Media Pengantar Menjadi Guru Profesional

KAMPUS, Malangpost.id – Rabu (2/6) Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr. Abdul Haris M.Ag, membuka secara daring giat orientasi mahasiswa PPG (Program Profesi Guru) di Jabatan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Abdul Haris menyampaikan kegiatan PPG dapat memberikan manfaat bagi para guru yang profesinya sudah diakui oleh negara.

Dirinya menyampaikan bahwa produksi dan reproduksi guru merupakan salah satu kewajiban dari negara.

Sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, negara memang memiliki kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca juga : UIN Malang Launching PADU, Satu Aplikasi Banyak Fungsi

Amanat UUD 1945 tersebut yang kemudian menjadi dasar bagi UIN Malang dan juga institusi lain untuk melakukan penyediaan guru.

“Kita harus melakukan kegiatan PPG ini dengan sebaik-baiknya, karena ini adalah amanat dari Undang-undang,” tegasnya, Rabu (2/6)

Rektor UIN Malang Prof Dr. Abdul Haris M.Ag, membuka secara daring giat orientasi mahasiswa PPG (Program Profesi Guru). (Sumber : Ist)

Dirinya berharap, kegiatan PPG dapat dimanfaatkan oleh peserta dengan sebaik-baiknya, sebagai media untuk meningkatkan kompetensi yang diperlukan.

“Sehingga dapat menjadi orang yang punya profesi sebagai guru,” sambungnya

Keterampilan selain pada proses pembelajaran perlu dimiliki

Menurutnya selain keterampilan pada proses pembelajaran, seperti menempatkan diri sebagai orang yang dapat menjadi panutan dan orang yang memiliki pengetahuan.

Guru juga harus bisa menyebarkan hal tersebut kepada orang lain. Agar bisa membentuk pengetahuan dan karakter personal orang lain yang memadai.

Abdul Haris menambahkan, bahwa PPG hanya sebagai media pengantar awal untuk membentuk keahlian guru pada bidangnya. Karena itu proses menjadi guru membutuhkan waktu yang lama.

“Dalam PPG diharapkan semua lulus, tapi lulus itu bukan berarti proses menjadi guru yang profesional selesai, karena ini hanya sebagai antaran saja,” ujar Haris

Meskipun semua kegiatan dilakukan dengan daring dan tidak terawasi langsung, dirinya berharap kepada peserta PPG agar bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Serta dengan niatan untuk meningkatkan kualitas diri menjadi guru yang profesional.

Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Prof. Dr. Zainuddin, MA berharap agar peserta PPG angkatan 2021 yang akan memulai kuliah bisa mendapatkan pencerahan dari orientasi yang sedang digalakkan tersebut.

Sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Zainuddin, MA secara daring dalam orientasi PPG. (Sumber : Ist)

Mengingat PPG tahun ini dilaksanakan secara online, dirinya menghimbau kepada peserta agar menguasai perangkat elektronik atau berbagai persoalan yang berkaitan dengan digital.

Selain itu peserta juga harus memperhatikan beberapa hal, seperti menyiapkan materi yang akan dipresentasikan oleh para dosen.

Serta memastikan perangkat komputer atau gadget yang lain bisa beroperasi dengan baik termasuk juga jaringan di masing-masing wilayah peserta.

Empat Kompetensi yang Diharapkan

Dalam program ini seluruh guru yang menjadi peserta diharapkan dapat memiliki empat kompetensi.

Pertama, Kompetensi Pedagogik yakni kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran bagi peserta didik.

“Jadi seorang guru harus mampu memberikan pembelajaran kepada peserta didik dan menguasai masalah-masalah yang terkait pedagogik itu sendiri,” kata Zainuddin

Kedua, Kompetensi Etik atau Kepribadian, yakni bagaimana seorang guru memiliki kepribadian positif yang bisa dipakai oleh para peserta didik.

Baca juga : UIN Malang Gelar UM-PTKIN Perdana, Materi Sama Teknis Berbeda

Ketiga, Kompetensi Sosial. Merupakan kompetensi seorang guru untuk memiliki relasi sosial yang baik. Antara lain relasi baik kepada atasan, partner atau sesama guru, dan juga relasi kepada peserta didik.

Keempat, kompetensi profesional. Dimana para guru mampu menguasai materi-materi yang diajarkan sesuai dengan bidang studinya masing-masing.

“Sebab itu peserta harus berusaha semaksimal mungkin mengikuti kuliah ini dengan baik. Sehingga bisa menjadi guru profesional yang memiliki 4 kompetensi tadi,” ungkapnya

Terakhir dirinya menyampaikan, guru yang baik adalah guru yang ucapan, tindakan, dan keputusannya bisa dicontoh dan diteladani oleh banyak orang, terutama oleh muridnya. 

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close