Banyak Guru Terkendala Lisensi, UIN Malang Buka Beasiswa S2 bagi Guru Madin

KAMPUS, Malangpost.id – Bagi pencari beasiswa, kabar gembira datang dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pasalnya kampus yang lebih dikenal sebagai UIN Maliki Malang ini, telah membuka beasiswa untuk Guru Madin (Madrasah Diniyah).

Pembukaan beasiswa tersebut adalah untuk tingkat Pasca Sarjana (S2) Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun akademik 2021/2022.

Menurut Kepala Bagian Akademik (Kabag Akademik) UIN Maliki Malang, Imam Ahmad M.Ag, program yang awalnya di handle oleh pihak Pasca Sarjana tersebut sudah berjalan sekitar tiga tahun lamanya.

“Karena sekarang seluruh PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru, red) dilimpahkan ke institusinya BAK (Bagian Akademik,red) maka sekarang ini ditaruh di BAK,” tambah Imam Ahmad

Diketahui pendaftaran beasiswa yang merupakan bentuk kerja sama antara UIN Maliki Malang dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur ini, bisa dilakukan secara online.

Dimana Guru Madin yang ingin mendaftar  bisa langsung mengakses website PMB UIN Malang, yakni http://pmb.uin-malang.ac.id pada tanggal 1 sampai 30 Juni 2021.

Imam melanjutkan, program beasiswa ini memberikan peluang kepada Guru Madin dan para guru yang ada di pondok pesantren (ponpes).

Hal tersebut agar para Guru Madin, maupun Guru Ponpes bisa mengembangkan masing-masing instansi yang menjadi tempat mereka mengajar.

Banyak Guru Madin dan Ponpes yang Potensial

Selama ini menurutnya, banyak Guru Madin dan Ponpes yang potensial. Lalu, jika dilihat dari pengetahuan, Guru Madin atau Ponpes sebenarnya memiliki pengetahuan yang mumpuni.

Namun secara legalitas terkendala ijazah, pengakuan, dan lisensi yang tidak dimiliki oleh mereka.

Mengingat rata-rata pondok pesantren hanya fokus pada latar belakang keilmuan. Sedangkan untuk lisensi sebagai syarat pengakuan keilmuan, pondok pesantren belum memiliki.

Karenanya pemberian beasiswa untuk Guru Madin ini dirasa sangat diperlukan bagi banyak guru.

“Karena mereka tidak memiliki lesensi dan pengakuan ijazah, sehingga apa yang dimilikinya, nanti ada pengakuan,” katanya

Dengan adanya beasiswa S2, dirinya berharap antara lisensi dan kemampuan yang mereka bisa berbanding lurus.

“Beasiswa S2 untuk guru madin ini kalau bisa jangan hanya Pemprov, tapi pemkab atau pemda juga bisa mengupayakan generasi-generasi yang ada di wilayah mereka untuk mendapatkan kesempatan beasiswa seperti ini,” ungkap Imam kepada awak media

Syarat Pendaftaran Beasiswa S2 Guru Madin

Sebagai informasi, bagi guru yang ingin mendaftar beasiswa S2 UIN Maliki Malang, ini syarat pendaftaran yang harus dipenuhi:

  1. Calon mahasiswa harus menyiapkan hasil scan dan fotocopi KTP (Jawa Timur) sebanyak tiga lembar.
  2. Menyiapkan scan dan fotocopi ijazah dan transkrip nilai S1 yang sudah dilegalisir
  3. Scan surat rekomendasi dari ponpes atau yayasan madin
  4. Menyiapkan scan SK mengajar pondok pesantren atau yayasan sebagai guru madin, terbukti telah mengabdi selama 3 tahun.
  5. Scan dan fotokopi izin pendirian madin.
  6. Maksimal usia calon mahasiswa adalah 44 tahun.

Setelah selesai melakukan pendaftaran, nantinya peserta harus mengikuti tes tulis yang diadakan oleh UIN Maliki Malang, yakni pada tanggal 12 sampai 14 Juli 2021.

Kemudian tes membaca kitab Fathul Mu’in yang diadakan oleh Pemprov Jatim pada tanggal 3 sampai 4 Agustus 2021.

Nantinya kuota peserta yang akan diterimal untuk memperoleh beasiswa adalah sebanyak 20 orang.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *