Kepsek SD Aisyiyah Kota Malang : Guru Harus Siap Menjadi Teladan Bagi Siswa

DIKSAR, Malangpost.id – Reni Nur Faridah adalah seorang kepala sekolah di SD Aisyiyah Kota Malang. Menjadi seorang guru, menurutnya harus siap menjadi teladan bagi peserta didik.

Hal tersebut mengingat sikap dan perilaku dari seorang guru pasti senantiasa diperhatikan oleh peserta didik.

“Jadi ketika anak-anak kita suruh melakukan sesuatu, namun kita sendiri tidak melakukannya. Itu nantinya mereka pasti akan berontak. Kalau hanya kita suruh, tetapi dari kita sendiri tidak memberi contoh praktik,” papar Faridah

Dirinya lantas menekankan, guru memang harus memiliki empat kompetensi. Kompetensi pertama kompetensi pedagogik, yakni kemampuan atau keterampilan guru dalam mengelola suatu proses pembelajaran dengan peserta didik.

Kedua kompetensi kepribadian, yakni berkaitan dengan karakter personal seorang guru, yang mencerminkan kepribadian positif. “Dalam kompetensi kepribadian seorang guru harus bisa menjadi uswah atau teladan anak-anak,” kata Faridah

Berikutnya, seorang guru harus memiliki kompetensi sosial. Yakni keterampilan dalam berkomunikasi atau berinteraksi secara umum, khususnya berinteraksi dengan peserta didik.

Keempat adalah kompetensi profesional, yang berkaitan dengan kemampuan untuk menjalankan tugas atau kewajiban keguruan.

“Itu empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Jadi sebelum menempatkan diri di hadapan para siswa, minimal guru sudah memiliki empat kompetensi tadi,” bebernya

Penerapan Secara Konsisten

Dirinya lantas melanjutkan, cara yang dilakukannya selama ini untuk mengaplikasikan empat kompetensi tersebut adalah dengan menerapkannya secara konsisten, baik saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran.

Dan intinya adalah menerapkan kepada diri sendiri terlebih dahulu, sebelum menerapkan kepada orang lain, khususnya peserta didik.

“Harapan dari seorang guru, anak-anak bisa memiliki kepribadian yang baik. Apalagi guru SD, memiliki peran ganda. Jadi pengasuh anak-anak, jadi konseling, guru mata pelajaran, jadi teman hingga jadi orang tua siswa saat di sekolah,” tandas Faridah

Disinggung masalah tantangan menjadi seorang guru, Faridah menyebutkan adanya sekolah online akibat pandemi dan perkembangan teknologi justru menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.

Hal ini karena dia tidak bisa mengontrol anak-anak secara langsung disaat sekolah online dengan perantara teknologi.

Sehingga untuk merespons hal tersebut Faridah harus lebih sering menyelipkan pesan moral, dan kebiasaan-kebiasaan religius kepada para siswa.

Jadi menurutnya, ketika seseorang sudah siap menjadi seorang guru, maka dia juga harus siap dicontoh oleh siswa atau peserta didik. Sehingga guru harus berhati-hati, dalam bersikap dan bertingkah laku.

“Terlebih ketika anak-anak itu melihat kita, tidak hanya disekolah, tapi dimana pun tempatnya. Jadi seorang guru itu memang harus selalu berperilaku baik,” pungkasnya

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *