Tangkap Peluang, ITN Malang Buka Prodi Bisnis Digital

KAMPUS, Malangpost.id – Pesatnya perkembangan teknologi, terkhusus bidang e-commerce atau bisnis digital sudah berpengaruh terhadap sektor aktifitas manusia.

Kondisi ini kemudian lantas didukung dengan ketersediaan berbagai smartphone canggih dan teknologi internet, sehingga membuat akses informasi, komunikasi dan aspek-aspek lainnya bisa dapat diakses dengan cepat dan lebih mudah.

Peluang semacam itu yang kemudian di tangkap oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, untuk mengenalkan sebuah Program Studi baru bernama Bisnis Digital.

Pembukaan prodi baru tersebut, juga sesuai dengan Keputusan Mendikbudristek (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) Republik Indonesia nomor 170/E/O/2021 tentang izin pembukaan program studi bisnis digital program sarjana.

Menurut Kepala Prodi Bisnis Digital ITN, Dr. Ir. Julianus Hutabarat MSIE, ketika seseorang mencari pekerjaan melalui search engine yakni Google. Bisnis Digital menjadi salah satu dari 10 jenis pekerjaan yang muncul diurutan paling atas.

Dengan demikian dirinya berharap, sarjana prodi ini dapat terbentuk menjadi seorang konten kreator, desainer web, analis data, finance atau marketing analis, termasuk start up bisnis digital.

Peluang yang Sama Untuk Jurusan IPA dan IPS

Nantinya prodi ini tidak hanya membuka kesempatan berkuliah bagi siswa SMA yang lulus dari jurusan IPA. Peluang yang sama juga bakal diberikan bagi mereka lulusan jurusan IPS.

“Mereka yang berlatar belakang IPS akan mendapatkan muatan materi engineering yang nantinya dikolaborasikan dengan bisnis digital. Contohnya seperti informatika, teknik industri maupun engineering lainnya seperti arsitektur,” ujarnya

Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE (tengah). (Sumber : Ist)

Pada angkatan pertama, dengan kesiapan SDM, sarana dan prasana pendukung, pihaknya mengaku telah siap menerima 150 calon mahasiswa baru.

Sementara itu, Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE Rektor ITN Malang mengatakan adanya prodi tersebut sebagai wujud dari upaya menangkap peluang bisnis di era digital.

“Nantinya lulusan selain sah menyandang gelar sarjana, paling tidak mereka sudah menjadi CEO dari start up bisnis digital mereka sendiri,” pungkasnya.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling hobi jalan-jalan; lebih senang baca novel; suka nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *