UIN Maliki Malang Berikan Penghargaan Untuk Fakultas dan Pascasarjana Berprestasi

KAMPUS, Malangpost.id – Baru saja Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) melaksanakan gelaran Award 2021.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan penghargaan kepada sejumlah fakultas dan pascasarjana UIN Maliki Malang, yang didasarkan atas keunggulan bidang akademik maupun non akademik.

Dalam giat ini, penghargaan diberikan kepada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, sebagai fakultas dengan program studi yang memiliki peminat terbanyak pada semua jalur.

Lalu kepada Fakultas Syariah, dengan guru besar terbanyak, dan Fakultas Ekonomi dengan prestasi akreditasi unggul pada semua program studi.

Kemudian Fakultas Humaniora, yakni memiliki mahasiswa berprestasi tingkat nasional dan internasional terbanyak. Fakultas Psikologi, dengan prestasi inovasi layanan digital terintegrasi terbanyak.

Berikutnya adalah Fakultas Sains dan Teknologi, yang memiliki dosen menulis karya ilmiah pada jurnal bereputasi internasional terbanyak.

Selanjutnya Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan prestasi Hak kekayaan intelektual terbanyak, serta Pascasarjana dengan mahasiswa asing terbanyak baik S2 maupun S3.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr. Abdul Haris M.Ag mengatakan, setiap prestasi haruslah diberi apresiasi penghargaan.

Tujuannya untuk memberikan dorongan kepada fakultas agar bisa menjadi lebih baik lagi.

“Minimal dengan memberikan piagam. Jika ingin orang lain kerja keras, jangan memakai pendekatan ancaman tapi berupa pujian seperti apresiasi ini,” terang Abdul Haris

Abdul Haris berharap, mendatang semakin banyak jenis prestasi yang dapat diraih dan terus dikembangkan oleh setiap fakultas dan pascasarjana.

Selain itu dirinya juga menekankan adanya upaya peningkatan SDM, mengingat SDM menjadi tolak ukur kualitas dalam semua jenis lembaga.

Ia menekankan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting karena apapun lembaga tidak hanya dalam sektor pendidikan, SDM menjadi tolak ukur kualitas.

Tiap pejabat yang berprestasi pastinya akan diberikan apresiasi, namun jika dorongan positif tidak berikan, justru akan berdampak pada etos kerja.

“Tidak membuat etos kerja meningkat. Namun dengan dorongan positif, tentunya akan mendorong meningkatkan etos kerja mereka yang manfaatnya juga untuk lembaga,” pungkasnya

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling hobi jalan-jalan; lebih senang baca novel; suka nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *