SOHIN Antarkan Tim UB Raih Gold Medal dan Special Award Ajang Internasional

KAMPUS, Malangpost.id – Bentuk peranti penghitung benih ikan bandeng bernama SOHIN, Tim Mahasiswa Universitas Brawijaya sukses raih Gold Medal & Special Award Malaysia Innovation Invention and Creativity di ajang IICYMS (International Invention Competition For Young Moslem Scientists).

Mereka adalah Muhammad Lutfi Ardiansyah; Randy Cassandra Risnandar; Yasmin Azizah; Adynsyah Nanda Putra dari FPIK UB, dan Akmal Adnan Attamami dari FMIPA UB. Kelimanya merupakan mahasiswa angkatan tahun 2018.

Selaku anggota tim, Muhammad Lutfi Ardiansyah mengaku bahwa SOHIN dapat menghitung nener (benih) ikan secara cepat, tepat, efektif, efisien, serta portabel.

SOHIN merupakan sebuah alat yang mengadaptasi Artificial Intelegence (AI) berbasis computer vision yang memanfaatkan sensor optik, motion dan segmentation.

Baca juga : Bentuk Si-Sca, Tim Mahasiswa UB Raih Gold Medal dan Special Award di Ajang Internasional

Lutfi menjelaskan, piranti akan bekerja ketika operator memasukkan air yang berisikan nener ikan bandeng ke dalam SOHIN. Kemudian jumlah nener akan dihitung secara otomatis ketika melewati jalur inlet yang terbagi menjadi tiga kolom.

“Saat nener melewati kamera, maka sensor optik akan menangkap gambar objek yang melewatinya. Data visual tersebut kemudian diubah menjadi data numerikal melalui serangkaikan algoritma pemrograman,” jelasnya

Data numerik tersebut untuk selanjutnya akan ditampilkan melalui layar LCD. Kemudian data objek yang sudah dihitung akan disimpan. Jika jumlah objek yang diinginkan sudah mencapai target maka program akan memerintahkan alat untuk menghentikan proses secara otomatis, sehingga alat akan tertutup.

SOHIN Dapat Meminimalisir Tenaga Manusia

Disinggung terkait keunggulan piranti yang timnya buat. Lutfi mengaku SOHIN dapat meminimalisir jumlah tenaga manusia, mempersingkat waktu dan meningkatkan ketelitian kerja perhitungan benih ikan.

Ia lantas berharap alat tersebut dapat diproduksi secara massal, sehingga mampu memberikan manfaat bagi para pembudidaya benih ikan di Indonesia.

Sebagai informasi, IICYMS merupakan suatu platform pembelajaran yang dijalankan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Bertujuan untuk mengembangkan talenta-talenta muda agar menjadi penemu yang produktif, kreatif dan inovatif.

Setidaknya dalam ajang tersebut diikuti oleh 201 tim dari 17 negara, antara lain adalah Italia, Mesir, Indonesia, Malaysia, Turki, Jerman, Palestina, Qatar dan India.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *