Gedung Masih Numpang SD, PKBM Kendedes Bertekad Terus Beri Pelayanan Pendidikan Untuk Masyarakat

DIKSAR, Malangpost.id – Walaupun saat ini PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Kendedes masih numpang di gedung milik SDN Ketawanggede Kota Malang. Namun sejak dibentuk secara resmi tahun 2003 silam, PKBM Kendedes bertekad untuk terus memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu atau enggan mengenyam pendidikan formal.

Noer Fadilah, Ketua PKBM Kendedes menyatakan awalnya peserta didik (warga belajar) hanya berasal dari masyarakat sekitar Ketawanggede, Kota Malang.

Namun mulai tiga tahun belakangan, warga belajar sudah menyentuh masyarakat luar Malang. Sehingga saat ini PKBM Kendedes telah memiliki 398 warga belajar dan 27 tutor atau pengajar.

Baca juga : Siswa SMANAS Sabet Juara Story Telling Tingkat Nasional

“Ini karena banyak warga pendatang. Memang tinggalnya di sini, namun status kependudukan masih luar Kota Malang. Bahkan ada yang luar Propinsi atau luar Pulau Jawa,” ujarnya

Wanita yang sudah 10 tahun mengabdi untuk PKBM Kendedes ini melanjutkan, sasaran PKBM adalah untuk masyarakat secara langsung yang tidak mengenyam pendidikan formal. Baik karena keterbatasan ekonomi atau pun karena penyebab lainnya.

“Karena upaya kita adalah untuk membantu masyarakat yang tidak mampu mengenyam pendidikan. Terutama mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi,” kata Noer Fadilah

“Bahkan sebelum adanya BOP (Bantuan Operasional Pendidikan), kita pembiayaan untuk operasional (gaji guru atau tutor) masih secara swadaya,” sambungnya

PKBM Kendedes Belum Memiliki Fasilitas Gedung Pelaksanaan Pembelajaran

Dia mengakui untuk saat ini PKBM Kendedes masih belum memiliki fasilitas berupa gedung pelaksanaan pembelajaran. Sementara ini PKBM Kendedes menempati gedung milik SDN Ketawanggede, untuk operasional pembelajaran.

Membuat pihaknya masih terus berfokus pada pengadaan fasilitas berupa gedung. Berakibat pada tidak mampunya PKBM memberikan pendidikan kesetaraan secara gratis untuk para warga belajar.

“Kalau untuk pendidikan paket A (setara SD) dan paket B (setara SMP) memang kita gratiskan. Namun untuk paket C kita masih swadaya,”

“Jadi walaupun ada bantuan operasional, anak-anak masih dikenakan biaya belajar semampunya. Karena kita fokus untuk pengadaan gedung belajar,” ungkapnya

Baca juga : SMAN 1 Kepanjen Gelar Sedaring, Kepala Sekolah Berharap Literasi Siswa Meningkat

Selain tidak adanya gedung pembelajaran sendiri, keterbatasan lainnya karena lokasi PKBM Kendedes yang masih berada di area Sekolah Dasar.

Sehingga membuat banyak masyarakat enggan mengikuti program-program yang diadakan oleh PKBM Kendedes.

“Letaknya masuk ke dalam SD, masyarakat akhirnya merasa sungkan ketika ingin masuk ke mengikuti program PKBM ini,” ujarnya

Lebih lanjut wanita berkerudung ini menuturkan, bahwa PKBM memiliki beberapa program pembelajaran. Seperti Program kesetaraan Paket A, paket B, paket C.

Selain program kesetaraan juga ada program lain seperti Taman Bacaan Masyarakat dan Program Kewirausahaan Usaha Mandiri.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *