Tim PKM-KC ITN Malang Ciptakan PACASOP, Baterai TS Portabel

KAMPUS, Malangpost.id – Lima mahasiswa Teknik Geodesi S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuat alat pengisi daya baterai portabel Total Station (TS) dengan menggunakan panel surya. Rancangan ini disingkat dengan PACASOP (Portable Battery Charger Using Solar Panels for Total Station). Lima mahasiswa berprestasi ini adalah Beti Miftahul Karimah, Mohammad Zulficar, Intan Dhaeswari, Wulan Kurniasih, dan Mohammad Dicky Prasetyo.

Baterai TS digunakan untuk alat-alat pengukuran surveyor saat melakukan survei lapangan. Namun, baterai TS dalam sekali pengukuran biasa digunakan seharian, sehingga lekas habis.

Penelitian lima mahasiswa ini berawal dari permasalahan tersebut yang membuat mereka menciptakan PACASOP, baterai portabel yang energinya berasal dari panel surya. Energi listrik yang dihasilkan dapat digunakan langsung ke beban untuk kebutuhan listrik yang ada dan sisanya akan disimpan untuk cadangan energi.

Hasil Karya Terinspirasi dari Permasalahan yang Dihadapi

“Sebenarnya ini pengalaman kami sendiri. Saya pernah mengalami kehabisan baterai saat melakukan survei di kawasan hutan. Tentu saja, saat kehabisan baterai di hutan sangat merepotkan, dan mengakibatkan tidak efisien dalam pengukuran. Yang bisa kami lakukan adalah kembali ke basecamp untuk mengisi daya baterai,” jelas Beti, Ketua Tim Program PKM-KC, dilansir malangpost.id dari website ITN Malang, itn.ac.id.

Beti Miftahul Karimah dan timnya lolos dalam pendanaan dalam pembuatan suatu alat yaitu Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) 2021 yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud.

Kepala Program Studi Geodesi ITN Malang, Silvester Sari Sai, S.T., M.T. selalu mendukung kegiatan mahasiswa untuk menggali potensi mereka. Kaprodi Geodesi ITN Malang menugaskan dosen untuk membina mahasiswa, termasuk dalam PKM-KC ini.

“Ada dosen yang kami tugaskan untuk melakukan kegiatan, membimbing mahasiswa untuk menggali potensi yang ada dalam mahasiswa. Ada dosen Pembina himpunan dan kreativitas mahasiswa. Walaupun mereka tidak bisa bertemu secara langsung, sekarang mereka selalu melakukan pertemuan secara online terus-menerus.” terangnya (20/8/2021).

Silvester berharap walaupun kita terkendala secara tatap muka. Perkuliahan harus terus berjalan serta melakukan optimalisasi kepada segala potensi yang ada. Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Semua harus berjalan secara sinkron walaupun kondisi pandemi, bisa dilakukan secara online.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Betsy

About the Author: Betsy Prajna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *