Kunyit Jadi Inovasi Mahasiswa FK UIN Maliki Malang Sabet Peringkat V Video Edukasi INTERMEDISCO UII

KAMPUS, Malangpost – Baru-baru ini mahasiswa Pendidikan Dokter UIN Maliki Malang raih peringkat 5 lomba video edukasi di ajang perlombaan INTERMEDISCO yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UII.

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut ialah Siti Fadillah, Nisrina Shabry Habibie, dan Sabila Rosyidah Wibawa Putri. Semua berasal dari prodi yang sama yaitu Pendidikan Dokter angkatan 2020.

Diketahui perlombaan mengangkat tema tentang “Neuropsychiatry: Bridge the Gap of Physical, Mental, and Spiritual Health“. Sebuah tema yang berkaitan dengan kesehatan mental, fisik, dan juga spiritual. Dari tema ini penyelenggara lomba membagi menjadi 5 subtema.

“Untuk subtema yang kami pilih ialah pemanfaatan bahan alam dan thibbunnabawi dalam upaya preventif, kuratif, dan rehabilitative penyakit neuropsikiatri,” papar Siti selaku ketua tim.

Isi dari video yang mereka buat ialah mengenai pemanfaatan kunyit sebagai bahan herbal. Untuk melakukan upaya preventif dan kuratif dalam menangani penyakit Alzheimer. Kunyit yang kaya akan kandungan kurkumin berfungsi untuk anti-inflamasi, anti-jamur, anti-virus, anti-karsinogenik, anti mutagenik, anti-bakteri, dan sebagai neuroprotektor.

Neuroprotektor ini lah yang berfungsi untuk melindungi, memulihkan dan meregenerasi sel saraf pada penyintas Alzheimer. Siti menjelaskan, ia dan rekan-rekannya tertarik untuk menjadikan kunyit dan Alzheimer sebagai objek bahasannya. Karena selama ini dampak dari efek samping obat yang dikonsumsi oleh penyintas Alzheimer dalam jangka waktu lama.

“Efek samping yang ditimbulkan dari obat-obatan ini menimbulkan gangguan gastrointestinal, fungsi hati, insomnia, keram, diare, muntah, nausea, dan fatique,” jelas Siti.

Menangani penyakit Alzheimer membutuhkan waktu yang lama, penyintas membutuhkan terapi yang aman salah satunya berasal dari kunyit. Siti dan kawan-kawan berharap video yang telah mereka buat dan inovasi yang mereka gagas dapat menjadi media edukasi kepada masyarakat dalam memahami dan menangani penyakit Alzheimer.

“Kami berharap dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai upaya pencegahan Alzheimer,” pungkasnya.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Rida

About the Author: Rida Bawa Carita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *