Festival Muharrom 1443 H: Pemenang Lomba Adzan Kategori B Berharap Dapat Menerapkan di Kehidupan Sehari-hari

DIKSAR, Malangpost.id – Pemenang lomba Festival Muharrom 1443 H berkesempatan untuk mengambil hadiah lomba dari pihak penyelenggara, Malangpost.id. Pengambilan hadiah dilaksanakan pada hari Minggu (5/9/2021). Pada kesempatan tersebut, tim redaksi (wartawan malangpost.id) mewawancara para pemenang lomba.

Untuk lomba adzan kategori B ada tiga pemenang. Juara pertama diraih oleh M.Akmal Subchan dari SD Plus Al Kautsar. Juara kedua ditempati oleh Maher Yusuf Maulana dari MIN 1 Kota Malang. Dan yang ketiga diraih oleh Mahaputra Carlen Sufi dari MIN 1 Kota Malang.

Mereka merupakan anak-anak berbakat dan bertalenta, terutama saat adzan. Selain mampu berprestasi, mereka juga membuat bangga orang di sekitar dan sekolah mereka. Prestasi tersebut dapat mereka raih dari hasil latihan adzan yang mereka lakukan.

Novi, guru dari M. Akmal Subchan mengungkapkan bahwa event ini merupakan yang pertama dan langsung juara satu. Akmal juga sering adzan di sekolahnya saat dzuhur tiba. Novi berharap Akmal tidak hanya sukses di lomba saja, tetapi juga diterapkan ketika ia naik ke jenjang SMP.

“Saya berharap untuk diterapkan di kehidupan sehari-harinya,” imbuhnya.

M. Akmal Subchan juara satu lomba adzan (foto: MP.id)

Sedangkan Reza Safitri, wali dari juara adzan kedua Maher Yusuf Maulana merasa senang dan bangga atas capaian Maher. Reza berharap Maher semakin terpicu untuk memperdalam agama tidak hanya mengaji tapi juga memperdalam aspek aspek yang lain. Ia juga mengungkapkan bahwa Maher setiap hari adzan di langgar.

“Hampir setiap magrib isya, dikampung deket rumah,” tambah Reza.

Orang Tua Turut Bangga dan Senang

Orang tua Mahaputra Carlen Sufi, Abdul Kholil juga turut menyampaikan rasa senang dan bangganya pada tim redaksi malangpost.id. Saat sesi wawancara, Mahaputra sudah beberapa kali memenangi lomba adzan, bahkan sampai di tingkat Kota Malang.

Sama seperti pemenang lainnya, Mahaputra juga kerap kali adzan di mushola. “Cuma adzan subuh belum pernah dilatih, biasanya duhur asar magrib,” kata Abdul.

Mahaputra Carlen Sufi juara ketiga lomba adzan (foto: MP.id)

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil baik yang diperoleh Mahaputra kurang didukung oleh latihan yang cukup. “Di kelas 6 ini dipacu untuk masuk ke jenjang selanjutnya sehingga dia tidak begitu banyak latihan,” ucap Abdul.

Meski begitu, Abdul berharap anaknya bisa terus berprestasi tidak hanya di adzan saja tetapi juga di ilmu pengetahuan dan segalanya.

“Harapan saya terus terpacu dengan adanya dia mendapatkan juara, akan memacu semangatnya bahwa untuk menuntut ilmu dan pengetahuan itu. Lebih diperkuat dan diperdalam lagi,” pungkasnya di akhir sesi wawancara.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Muhammad

About the Author: Muhammad Hafizh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *