Ingin Tingkatkan Akses Literasi Jawa Timur, Sampoerna Academy Surabaya Gelar Literacy Festival

DIKSAR, Malangpost.id – Untuk merespons rendahnya tingkat literasi dan minat baca Provinsi Jawa Timur, sekolah interkultural dan pionir STEAM Sampoerna Academy Surabaya menggelar Literacy Festival bertajuk “Reading Opens Doors”.

Rendahnya tingkat literasi dan minat baca, didasarkan atas data Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Kemendikbud 2019, Provinsi Jawa Timur. Data tersebut menunjukkan angka 33.19% yang masih tergolong rendah, dengan 2 nilai indeks dimensi terendah yaitu Dimensi Akses (15,99%) dan Budaya (24,32%).

Sedangkan dari Dimensi Alternatif, berada di kategori sedang, yakni 43,54%. Itu berupa penggunaan perangkat elektronik dan teknologi informasi dalam mengakses sumber literasi. Hal ini membuktikan, bahwa masih ada peluang dalam meningkatkan literasi di Jawa Timur dengan memanfaatkan ranah digital. 

Sedangkan data tersebut diperoleh dengan cara mengadopsi konsep buku Miller dan McKenna (2016) World Literacy, yang mana Kemendikbud 2019 merilis Indeks Alibaca yang menggunakan hasil agregasi atau perhitungan indeks dari empat Dimensi.

Mulai dari Kecakapan, Akses, Budaya, dan Alternatif. Empat dimensi itu lalu dikelompokkan menjadi lima kategori, dari sangat rendah hingga sangat tinggi dengan skala 0-100.

Literacy Festival Diadakan Tepat pada Perayaan Hari Literasi Internasional

Literacy Festival ini, diadakan tepat pada perayaan Hari Literasi Internasional yang jatuh pada bulan ini. Diisi dengan ragam kegiatan literasi yang seru dan terbuka untuk umum.

Antara lain webinar bertajuk Reading Open Doors: “Membaca akan Memberikan Peluang Positif dalam Kehidupan” yang akan diselenggarakan pada 11 September 2021, serta Donasi Buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

(Bawah ke atas) Maharsi Palupining Rini S.S & Ir. Tiat S. Suwardi M. Si. (Foto: Ist)

Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini Literacy Festival juga menghadirkan inisiatif baru peluncuran buku elektronik untuk anak. Sebuah karya kolaborasi siswa dan guru Sampoerna Academy berjudul “Elidi and The Ancestor’s Garden”.

Buku itu tersedia dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Mandarin serta dapat diunduh tanpa biaya melalui laman resmi Sampoerna Academy lewat laman: https://www.sampoernaacademy.sch.id/en/literacy-festival-2021/.

Sedangkan, webinar “Reading Open Doors: Membaca akan Memberikan Peluang Positif dalam Kehidupan” dapat diikuti pada Sabtu, 11 September 2021 jam 09.00 WIB melalui https://bit.ly/ReadingOpensDoor.

Berbagai program literasi ini bertujuan menumbuhkan budaya dan minat literasi lebih tinggi di Indonesia, khususnya provinsi Jawa Timur. 

Maharsi Palupining Rini, S. S, selaku National Principal of Sampoerna Academy Surabaya menjelaskan, bahwa tahun ini Sampoerna Academy Surabaya mengadakan Literacy Festival dalam skala yang lebih besar dan terbuka untuk umum. Tujuannya adalah untuk menjawab tantangan tingkat literasi yang terjadi di Jawa Timur.

“Kami juga menghadirkan sebuah inisiatif baru meluncurkan buku elektronik yang didedikasikan bagi seluruh anak Indonesia serta menggelar webinar literasi untuk publik,” ungkap wanita yang akrab dipanggil Lupi ini

Peluncuran Buku untuk Anak Karya Siswa Sampoerna Academy, Dapat Diakses Digital

Peluncuran buku untuk anak karya siswa Sampoerna Academy, menurutnya dapat diakses secara digital. Kemudian juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan akan pilihan bacaan menarik dan berkualitas, serta mendorong perkembangan kognitif dan bahasa pada anak-anak di rentang usia 6-12 tahun lewat platform yang telah familier digunakan.

“Selain itu, kami meneruskan kemitraan strategis bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur melalui program donasi buku bacaan untuk menjawab kebutuhan akses bacaan berkualitas dan mendidik bagi generasi muda di Jawa Timur,” sambungnya

Dengan adanya Literacy Festival, ia berharap Sampoerna Academy Surabaya dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi di Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi M. Si mengungkapkan, bahwa dalam upaya menumbuh-kembangkan program literasi, perlu ada tiga unsur yang berkolaborasi, yaitu pemerintah, masyarakat, dan swasta.

“Mewakili pihak swasta, Sampoerna Academy Surabaya sangat besar dukungannya terhadap literasi di Jawa Timur. Melalui program bersama sejak tahun 2019, hingga pada tahun 2020, kami dan Sampoerna Academy telah menandatangani kesepakatan kemitraan,” kata Tiat

Dirinya menjelaskan, sebelum pandemi pihaknya telah melakukan banyak program. Seperti Mobil Daring, menjadi pembicara di webinar Sampoerna Academy Surabaya, sesi storytelling untuk para siswa, hingga Perpustakaan Terpadu.

“Sebenarnya, jika melihat data lain, yaitu Indeks Kegemaran Membaca 2020 yang dirilis Perpustakaan Nasional. Jawa Timur berhasil menduduki posisi kedua se-indonesia,” imbuhnya

Jawa Timur Membaca, Jawa Timur Literate

Melihat hal ini, Tiat lantas berharap melalui kemitraan bersama Sampoerna Academy Surabaya, agar tetap bisa mempertahankan posisi kedua itu. Termasuk mendorong tercapainya tujuan akhir, berupa Jawa Timur Membaca, Jawa Timur Literate dengan metode bekerja bersama dan kolaborasi dengan semua unsur.

Sebagai pionir STEAM, Sampoerna Academy memahami bahwa kemampuan literasi yang tinggi akan secara langsung mempengaruhi performa akademis dan non-akademis dari siswa. Dengan literasi, siswa mampu memahami, menggunakan, menganalisa, mengkomunikasikan ilmu yang dipelajari, sekaligus mengaplikasikannya dalam keseharian.

Literasi dan STEAM juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan penting seperti kolaborasi, komunikasi, pemecahan masalah, dan pemikiran kritis. Berliterasi juga berarti membuka cakrawala dunia, sehingga menjadi hal esensial dalam menciptakan generasi masa depan yang berpikir kritis dan inovatif.

Hal inilah yang mendorong Sampoerna Academy Surabaya menghadirkan webinar terbuka untuk umum. Dilaksanakan pada tanggal 11 September 2021 dengan judul “Reading Open Doors: Membaca akan Memberikan Peluang Positif dalam Kehidupan”. Harapannya agar dapat mendorong akselerasi perwujudan generasi masa depan unggulan yang berliterasi tinggi.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *