Ingin Mudahkan Pembelajaran PPKn, SMP 4 YPK Jatim Malang Gunakan Pantun

DIKSAR, Malangpost.id – Dalam upaya memberikan pemahaman materi PPKn kepada siswa kelas IX, SMP 4 YPK Jatim Malang menggunakan metode pembelajaran pantun, pada Senin (20/9/2021).

Menurut AMZ. Supardono, Guru PPKn SMP YPK Jatim Malang, hal ini dilakukan agar siswa lebih mudah mensintesiskan isi alenia, dan pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

“Kami lakukan pada jam pelajaran ke 7,8, dan 9. Sekitar pukul 10.05 – 11.20 WIB,” kata pria yang akrab dipanggil Dono ini, Senin (20/9/2021).

Selain mempermudah memberi pemahaman kepada siswa, lanjutnya adalah untuk menghindari kebosanan dalam belajar. Ditambah lagi saat ini adalah awal penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), dimana siswa harus melakukan penyesuian atau adaptasi kembali.

“Sehingga Guru juga perlu mencari terobosan atau cara baru. Ini agar siswa semakin aktif, kreatif, senang, semangat, dan tertarik untuk belajar,” imbuhnya.

Dono melanjutkan, langkah-langkah dalam metode pembelajaran menggunakan pantun ini cukup sederhana. Pertama guru mengawali, dan mengajak siswa melontarkan pantun yang sengaja dibuat untuk merangsang dan membangkitkan minat belajar siswa.

“Contohnya, jalan-jalan ke Irian, jangan lupa membawa ukiran. Mari kita pelajaran, ayo amalkan pokok pikiran,” ungkap Dono memberikan contoh pantun yang dibacakan oleh siswa didik.

Kedua melakukan pendekatan saintifik, yakni siswa mengamati dengan berliterasi baca tulis digital. Lalu memberikan pertanyaan terkait apa pun yang belum dipahami, serta mengumpulkan informasi dari pantun sesuai dengan Kompetensi Dasar.

Kemudian juga mengolah informasi dengan praktek membuat pantun, lalu mengkomunikasikan atau menyanyikan pantun didahului dengan menyanyi lagu daerah.

“Variasi pembelajaran ini dapat mengakomodasi aneka kecerdasan siswa, seperti kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan logika-matematika. Serta kecerdasan spasial, kecerdasan gerak-kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan intrapersonal dan interpersonal, serta kecerdasan naturalis,” tuturnya kepada Malangpost.id.

Sementara itu, salah seorang siswa Debora Sevira Citra Lestari mengaku, merefleksikan pembelajaran dengan pantun memang mudah dimengerti, dan pembelajaran PPKn dapat ditangkap dengan cepat. Dirinya juga merasa senang, mengingat pembelajaran juga dilengkapi dengan iringan musik.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *