Dosen FKIK UIN Maliki Malang Terus Kembangkan Sistem Pelaporan Kasus Haji

KAMPUS, Malangpost.id – Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maliki Malang terus kembangkan terobosan sistem informasi berbasis website. Inovasi tersebut bernama SiPiKi (Sistem Informasi Pelaporan Kasus Haji).

Menurut Ketua Tim, dr. Christyaji Indradmojo, SpEM, inovasi ini tercipta karena ingin membuat pelaporan kejadian atau masalah untuk jamaah haji di lapangan.

Mengingat pekerjaan lapangan, dan pencatatan (dokumentasi) adalah dua pekerjaan yang sama-sama sulit.

“Sehingga kita mencoba mencari alternatif pencatatan di lapangan secara ringkas dan hasilnya bisa diketahui dengan cepat. Sebab, pencatatan menjadi hal yang penting untuk melihat pola masalah merancang strategi sebagai solusi,” ujar dr. Chist, Rabu (22/9/2021).

Selama tidak ada pencatatan, maka seakan-akan tidak terjadi apa-apa di lapangan. Padahal, banyak sekali kejadian dan masalah yang dialami oleh petugas atau para tenaga kesehatan haji.

dr. Christyaji Indradmojo, SpEM menjelaskan terkait SiPiKi. (Foto: Wahyu Setiawan/MP.id)

“Tetap yang paling penting itu adalah kesadaran SDM untuk melakukan pencatatan di lapangan, tujuannya sebagai data menyusun strategi dan mencegah kejadian berikutnya,” tegas pria yang kini juga menjadi Kepala Poliklinik UMMI UIN Malang ini.

SiPiKi Membantu Penyusunan Strategi Pembinaan kepada Jamaah Haji Indonesia

dr. Crist melanjutkan, tantangan terbesar dalam melakukan pencatatan adalah pada proses melakukan pendataan segala aktivitas yang sudah di kerjakan itu sendiri.

SiPiKi memfasilitasi hal tersebut, agar petugas kegiatan dan tenaga kesehatan haji mampu menuliskan kegiatan atau masalah untuk berbagi pengalaman secara cepat.

Menurutnya, SiPiKi adalah bentuk sinergi lintas ilmu, antara Ilmu Kedokteran dengan Ilmu Teknologi Informasi (TI). Konsep berasal dari kodokteran, namun pembuatan platform website dieksekusi oleh mereka yang bergerak di bidang TI.

“SiPiKi sudah mendapatkan Hak Cipta, dengan sistem sejenis bedanya berada di motivasi dan visi. Itu juga sangat dipengaruhi oleh waktu dan tempat penggunaan,” papar Dosen Pengampuh Manajemen Bencana & Kegawatdaruratan FKIK UIN Maliki Malang tersebut

Dalam penyusunan inovasi, dr. Christ ini tidak sendiri, ia dibantu oleh Ferry Nur Nasyroh S.Kep Ners dari Ilmu Keperawatan, Achmad Arief Hidayatullah S.Kom dari IT FKIK, dan juga oleh beberapa mahasiswa UIN Maliki Malang.

Sebagai alternatif big data menuju fase berikutnya, hingga kini pihaknya masih terus berupaya mengembangkan SiPiKi. Dia juga berharap, dalam jangka pendek SiPiKi dapat membantu menyusun strategi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah haji Indonesia.

“Jangka menengah membantu mempersiapkan calon jamaah haji ketika akan pergi ke tanah suci. Sedangkan jangka panjangnya, minimal manfaat SiPiKi dapat dinikmati seluruh masyarakat. Terutama terkait pelayanan sistem kesehatan di Indonesia,” tutupnya.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *