Gelar Merdeka Berkreasi, Malangpost.id Umumkan Empat Besar Lomba Infografis

DIKSAR, Malangpost.id – Dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun, Malangpost.id mengadakan lomba bertajuk “Merdeka Berkreasi”.

Menurut salah satu panitia lomba, Akhsan Taqwima, proses pendaftaran lomba yang didukung oleh Binus University ini sudah dimulai sejak 13 Agustus 2021 lalu, dan masih berlangsung hingga bulan September 2021 ini.

“Ada dua kategori yang kita lombakan, pertama infografis, kedua lomba menulis artikel sejarah. Selain Binus University, lomba ini juga didukung oleh Ezo Co-Working Space, Inseight, dan The Sultan Croffle,” ungkapnya, Senin (27/9/2021).

Akhsan mengaku, pada lomba infografis, kini pihaknya sudah mendapatkan nama-nama peserta yang masuk dalam empat besar, sehingga pengumuman empat besar bisa diumumkan hari ini juga.

“Hari ini kita umumkan untuk kategori lomba infografis terlebih dahulu, sedangkan untuk lomba artikel Insya Allah besok ya. Info dari juri artikel masih dicek ulang,” tegasnya

Infografis karya Hosana Setia Abdiel Rusli, (SMAN 1 Pandaan).

Berikut nama-nama peserta yang berhasil menduduki peringkat empat besar:

1. Muhammad Farhan (SMAN 1 Kepanjen), nilai kreativitas: 70, keserasian tema: 75, pesan yang disampaikan: 80, total nilai 225

2. Hosana Setia Abdiel Rusli, (SMAN 1 Pandaan), nilai kreativitas: 75, keserasian tema: 75, pesan yang disampaikan: 70, total 220

3. Elsa Nindya Laksita (SMAN 1 Malang), kreativitas: 70,keserasian tema: 70, pesan yang disampaikan: 75, total : 215

4. Dinnys Eka Wisesa, (SMAN 1 Kepanjen), kreativitas: 60, keserasian tema: 80, pesan yang disampaikan: 70, total : 210

Selain penilaian dari para dewan juri, Akhsan melanjutkan, untuk pemenang nanti juga bakal ditentukan oleh akumulasi jumlah like dari postingan di akun Instagram resmi Malangpost.id (@malangpost_id).

“Ini agar tidak hanya juri yang menilai, namun masyarakat luas pun juga ikut menilai hasil kreativitas dari masing-masing peserta,” tuturnya.

Lama waktu pengumpulan jumlah like, oleh pihak panitia dilaksanakan selama tiga hari. Mulai Senin (27/9/2021), hingga Selasa (29/9/2021).

Dengan demikian, Akhsan menghimbau agar masing-masing peserta bisa menyebarkan postingan poster infografis mereka sebanyak mungkin.

Disinggung terkait alasan mundurnya pengumuman, ia mengaku bahwa desain infografis dari para peserta semuanya bagus dan berkualitas.

Sehingga skor akhir tiap peserta jaraknya sangat tipis, dan membuat sulit menentukan empat besar.

“Dari awal kita akan menentukan empat besar, tapi karena total nilai peserta jaraknya sangat tipis, kita membuat kebijakan upload tujuh karya peserta yang nilainya hampir sama di akun Malangpost.id,” kata Akhsan.

“Setelah selesai upload, juri kembali menilai dari tujuh karya milik peserta tadi, dan akhirnya ditentukan empat besar,” sambungnya.

Sementara itu, salah satu Juri penilaian, Myro Boyke Persijn mengatakan bahwa lomba infografis sangat bagus, karena mengangkat tema-tema sejarah. Sedangkan untuk proses penjurian dilaksanakan secara daring.

Infografis karya Elsa Nindya Laksita (SMAN 1 Malang).

“Proses penjurian dilaksanakan secara daring, materi karya di-share melalui google drive,” tegasnya saat dihubungi Malangpost.id, Minggu (26/9/2021).

Saat ini, menurutnya sangat perlu generasi yang tahu akan sejarah Indonesia. Terutama terkait perjuangan bangsa, dalam melawan para penjajah.

“Generasi muda punya cara yang kreatif dalam mengenang perjuangan para pahlawan, dengan memadukan karya visual desain dan data disajikan dalam infografis,” kata Myro.

Untuk kreativitas peserta, dirinya mengatakan patut diapresiasi. Mengingat peserta dapat menceritakan kronologi sejarah bangsa dengan memberikan ilustrasi pendukung.

Lanjutnya, pemilihan gambar ditentukan dengan tepat, jenis font yang cukup jelas untuk dibaca, serta pemilihan tema benar-benar menggambarkan tema sejarah.

Infografis karya Dinnys Eka Wisesa, (SMAN 1 Kepanjen).

“Seolah-olah kita juga merasakan situasi dan kondisi masa itu,” imbuhnya.

Dalam meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah gugur, Myro lantas mengatakan bahwa pemuda tidak harus berjuang di medan perang.

Sebab banyak cara yang bisa dilakukan generasi saat ini untuk menjaga bangsa dengan menghasilkan karya-karya orisinal. Yakni sebuah karya yang mampu mengemas sejarah dengan penyampaian yang kreatif dan tetap berdasarkan hasil riset, agar tidak mudah dilupakan.

“Informasi yang disampaikan, juga tetap memiliki nilai-nilai yang dapat diterima generasi saat ini dengan mudah,” ujarnya.

Dirinya lantas menghimbau agar para peserta, khususnya generasi muda tetap berkarya, dan bangga dengan karya sendiri (orisinalitas). Selanjutnya memperbanyak referensi, serta mengikuti teknologi dan perubahan zaman.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *