BB Padi dan Smonagenes UB Jalankan Program Dokar, Kaji Senyawa Padi Pengontrol Penyakit

KAMPUS, Malangpost.id – Bersama Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), pusat studi Smonagenes UB menjalankan Program Dosen Berkarya (Dokar). Program ini terlaksana dari bulan Juli hingga November 2021 mendatang.

Webinar menjadi salah satu Program Dokar. Dalam webinar keempat, yang sudah terlaksana bulan ini, Dokar memaparkan dua materi yang disampaikan oleh Prof. Dra. Fatchiyah, M.Kes., Ph.D dan Anna Safitri, S.Si, M.Sc., Ph.D Universitas Brawijaya.

Prof. Dra. Fatchiyah, M.Kes., Ph.D menyampaikan materi berjudul “Antosianin Padi Berpigmen sebagai Nutrisi Sehat Mengontrol Penyakit Metabolik”. Antosianin merupakan suatu pigmen tumbuhan yang dapat larut dalam air dan termasuk ke dalam golongan flavonoid.

Antosianin Bermanfaat Bagi Kesehatan

Adapun jenis antosianin yang umum ditemukan pada tumbuhan diantaranya cyanidin, peonidin, pelargonidin, petunidin, dan malvidin. Antosianin sendiri sudah dikenal sebagai kandungan bahan makanan yang bermanfaat bagi kesehatan karena sifatnya yang anti-diabetes, anti-obesitas, anti-inflamasi dan masih banyak lagi.

“Sehingga dapat digunakan untuk mengontrol berbagai macam penyakit metabolik, salah satunya ialah obesitas dan penyakit hiperkolesterol,” tegasnya.

Untuk mengetahui kandungan antosianin pada padi berpigmen, Prof. Fatchiyah mengaku dilakukan bersama dengan Pusat Studi Smonagenes UB. Ia melakukan identifikasi dan analisis genetic background, serta profiling genomik, fitokimia.

Pemaparan materi oleh Prof. Fatchiyah. (Foto: Ist/MP.id)

Selain itu juga melakukan identifikasi aktivitas antioksidan dari berbagai macam jenis padi berpigmen yang tersebar di Indonesia untuk mengetahui gen-gen dominan, hubungan kekerabatan, serta aktivitas enzim dan antioksidan dari masing-masing padi berpigmen.

“Sehingga dapat diketahui kegunaannya bagi tubuh,” tekan Prof. Fatchiyah.

Untuk mengetahui fungsi dari antosianin tersebut, Prof. Fatchiyah dan tim melakukan uji fungsi secara in vivo dengan menggunakan animal model dislipidemia dan profiling transkriptomik dari gen C/EBPa, FABP4, dan PPARg beras hitam dengan hasil uji yang sangat baik dimana terjadi penurunan penumpukan lemak dan kolesterol jahat.

Sedangkan kandungan antosianin pada beras merah dapat menetralisir faktor pemicu penyakit diabetes. Ini menandakan bahwa kandungan antosianin dalam beras berpigmen sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan dapat digunakan sumber pangan bernutrisi.

Teknik Pembuatan Mikrokapsul Dibedakan Menjadi Dua Metode Utama

Sedangkan materi mengenai “Teknologi Mikroenkapsulasi untuk Bahan Alam”, disampaikan oleh Anna Safitri. Bahan alam adalah senyawa yang disintetis oleh sel dan organisme hidup yang sering digunakan sebagai titik awal untuk penemuan obat diikuti oleh modifikasi sintesis untuk membantu mengurangi efek samping dan meningkatkan bioavailabilitasnya.

Adapun mikroenkapsulasi merupakan teknologi untuk melapisi suatu zat ini dari bahan alam dengan suatu lapisan dinding polimer sehingga menjadi partikel kecil berukuran mikro.

Pemaparan materi oleh Anna Safitri. (Foto: Ist/MP.id)

Anna menjelaskan, bahwa dengan teknik mikroenkapsulasi dapat melindungi zak aktif yang dienkapsulasi terhadap degradasi, mengontrol laju pelepasan bahan aktif, mencegah adanya perubahan bau dan warna, serta masih banyak lagi keuntungan dari teknik mikroenkapsulasi.

“Polimer yang digunakan untuk proses enkapsulasi umumnya adalah polisakarida dan protein, misalnya maltodekstrin, gum arabik, kitosan, serta alginate,” kata Anna.

Dia lantas melanjutkan, secara umum teknik pembuatan mikrokapsul dibedakan menjadi dua metode utama. Pertama metode fisik atau mekanik dan kedua adalah metode kimia.

Metode fisik/mekanik dapat dilakukan dengan cara pengeringan semprot (spray drying), pendinginan semprot (spray chilling), dan ekstrusi. Sementara itu, untuk metode kimia dilakukan dengan cara koaservasi.

Anna juga mengungkapkan, pada pembuatan mikrokapsul dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pangadukan, kecepatan pengadukan, suhu, konsentrasi bahan inti, konsentrasi penyalut serta jenis penyalut.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling suka jalan-jalan; lebih senang baca novel; sering nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance; sedang banyak belajar menulis berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *