Rating Drakor Mr. Queen Melampaui Startup. Ini Faktanya!

Drama Korea Mr. Queen memiliki rating tinggi?         

RAGAM, malangpost.id – Drama ini tayang perdana di tv Korea Selatan, yaitu tvN pada tanggal 12 desember kemarin 2020. Drama Mr. Queen jadi salah satu drama yang ramai diperbincangkan dan banyak mendapat perhatian dari netizen Korea maupun Indonesia.

Drama ini mengambil latar belakang sejarah yang dikemas secara modern dan ada unsur komedinya. Drama ini memilih cerita tentang seorang laki-laki padai zaman modern yang terperangkap di dalam tubuh seorang ratu dari dinasti Joseon. Dua episode awal drama ini ramai mendapat kontroversi.

Lanjutnya seperti apa, langsung simak saja berikut ini:

Fakta Menariknya Apa Saja Sih?

Pemainnya kebanyakan dari papan atas, diantaranya ada Shin Hye Sun dan Kim Jung Hyun sebagai pemeran utama. Drama Mr. Queen juga dibintangi oleh sejumlah aktris dan aktor kenamaan Korea Selatan.

Artis-artis tersebut meliputi Seol In Ah, Bae Jong Ok, Kim Tae Woo, dan aktor senior lainnya. Episode pertama ini mendapat rating rata-rata sebesar 8 persen dan melampaui drama Korea Start Up. Angka ini membawa drakor ini menuju rating kedua tertinggi dalam sejarah drama akhir pekan tvN.

Posisi pertama masih diduduki oleh drakor Mr. Sunshine (2018) yang episode pertamanya sudah menembus rating rata-rata 8,9 persen. Drama ini hanya diadaptasi dan mengacu dari web drama Go Princess Go. Pihak produksi meminta maaf karena tidak menyadari adanya komentar negatif drama ini.

Dianggap Menghina Sejarah Korea Selatan

Adanya drama Korea tersebut dianggap telah menghina sejarah dari Korea Selatan. Kritikan tersebut tajam dari warga Korea Selatan. Beberapa orang mengerti dan paham bahwa hal-hal konyol yang disajikan di drama itu berdasarkan genre yang diambil, yaitu komedi.

Tetapi ada adegan di drakor itu yang dinilai kelewatan karena tokoh yang diangkat adalah tokoh sejarah. Drama ini dianggap telah seenak jidat mencoreng atau menghina sejarah dari dinasti Joseon. Hal tersebut terlihat dalam narasi yang dilontarkan oleh para pemain.

Catatan sejarah tersebut sudah ditetapkan sebagai harta nasional, sehingga tidak kaget jika para netizen Korea Selatan berkomentar pedas. Tim produksi mengakui jika beberapa percakapan drama tersebut kurang pantas. Pihak tim produksi akan menghapus narasi tersebut.

Alasan Tidak Boleh Melewatkan Drama Ini

Drama ini dikerjakan oleh sutradara yang sudah ahli dalam tema maupun genre sejarah. Drama ini digarap oleh salah satu sutradara ternama di Korea Selatan, yaitu Yoon Sung-sik. Ada beberapa drakor populer yang pernah digarap oleh beliau diantaranya adalah Dae Jo Yeong, Bridal Mask, dan Hwarang.

Sejumlah drama yang ia sutradarai terbilang sering masuk ke dalam ajang penghargaan dan masuk rating tinggi saat masih ditayangkan. Contohnya drama Mr. Queen tadi. Dalam drama ini dalam pembuatannya terdapat dua perusahaan yang bekerja sama untuk produksi ini.

Dua perusahaan tersebut, yaitu Studio Dragon Corporation dan YG STUDIOPLEX. Pada tahun 2020, Studio Dragon telah memproduksi berbagai drakor yang berkualitas. Mulai dari The King: Eternal Monarch, It’s Okay to Not Be Okay, Flower of Evil, sampai Start-Up.

Drama ini Dikemas Lebih Segar

Drama bergenre sejarah dan dinasti ini dikemas secara segar dimana genre nya ada unsur komedi. Ceritanya dibuat anti mainstream dengan didukung oleh pemain yang sudah berpengalaman maupun profesional. Pastinya berkualitas lah.

Tidak menutup kemungkinan di episode selanjutnya mendapatkan rating yang tinggi dan terus meningkat. Semoga dengan drama ini, anda bisa terhibur dan semakin terhibur untuk menantinya. Karena tidak semua drama melakukan inovasi seperti ini. Semoga tertarik.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

yuliartiselli

About the Author: yuliartiselli

Cewek dengan bintang Taurus ini suka berpetualang dan menjelajahi dunia maupun Indonesia, apapun itu. Berpetualang mencari jati diri dan jadi diri sendiri. Suka explore sendiri. Dan untuk dunia kepenulisan, dia sudah menggeluti selama 1 tahun lebih sebagai content writer di berbagai proyek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *