Resensi Buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat”

RESENSI, malangpost.id, Buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat adalah buku terlaris versi Globe and Mail dan New York Times. Judul aslinya dikenal “The Subtle Art of Not Giving A F*uck merupakan karya Mark Marison. 

Adapun penerjemah buku ini adalah F. Wicakso, kemudian diterbitkan oleh PT. Gramedia Widiasarana Indonesia pada 2018 dengan tebal sebanyak 246 halaman. Buku ini adalah buku pengembangan diri (self improvement) yang membahas fakta kehidupan sosial. 

Sekilas dilihat dari judulnya, buku ini mendorong kita untuk bersikap individualisme. Namun karena penasaran mengapa buku seperti ini menjadi best seller, akhirnya dalam bentuk terjemahan pun banyak yang berminat untuk membaca. 

Resensi Buku

Resensi buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat dimulai dari bab 1 yang menceritakan kisah penulis bernama Charles Bukowski, seorang pecandu alkohol. Tidak hanya itu, dia juga merupakan pejudi kronis, tukang utang, dan kasar. 

Hari-harinya dipenuhi dengan hal-hal buruk, termasuk ditolak beberapa penerbit. Namun akhirnya ia bertemu dengan orang yang menawari untuk bekerja sama. Mulai dari hal itulah yang mengantarkan dirinya sukses dan kaya raya. 

Di bab selanjutnya, penulis Mark mengajak pembaca untuk berpikir realistis dan anaologi, seperti membahas hidup adalah pilihan, kehidupan Mark semasa muda, dan segenap kisah yang menjadikan buku ini berbeda dengan buku pengembangan diri lainnya. 

Secara singkatnya, buku ini menunjukkan hal-hal yang benar-benar penting dalam kehidupan dan mana yang tidak begitu penting. Pembaca akan dengan mudah menemukan perbedaan keduanya melalui pengemasan buku yang mudah dimengerti. 

Poin penting lainnya adalah mengenai eksistensi masyarakat di media sosial. Kita pasti sering menemui orang yang pamer di sosial media hingga membuat kita iri lantas kemudian kita berpikir bahwa hidup ini menyebalkan. 

Padahal hal tersebut dijawab penulis melalui kutipan pada halaman 9, “krisis kita saat ini bukan lagi soal materi, tetapi soal eksistensi, ranah spiritual. Kita punya begitu banyak barang dan peluang, sampai-sampai kita tidak tahu apa lagi yang bisa kita kerjakan saat ini.” 

Alasan Mengapa Kita Perlu Bersikap Bodo Amat 

“Inilah mengapa bersikap masa bodoh adalah kuncinya. Inilah alasan mengapa itu menyelamatkan dunia. Dan kuncinya adalah jika kita bisa menerima bahwa dunia ini bernar-benar keparat dan itu tidak apa-apa karena memang seperti itu dan akan seperti itu adanya. Dengan tidak ambil pusing ketika Anda merasa buruk berarti Anda harus memutus lingkaran setan: Anda berkata pada diri sendiri, saya merasa sangat buruk, tapi terus kenapa? Apa pedulimu?” (halaman 9) 

Yang Dimaksud dengan Bodo Amat

Lanjut, Mark Manson kemudian menjelaskan apa yang dimaksud dengan bodo amat. 

“Masa bodo atau bodo amat artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu” (halaman 11)

Kelebihan buku ini terletak pada isinya. Isi buku yang sangat padat dan mengulas fakta-fakta kehidupan membuat pembaca betah dan mampu mengambil pelajaran baik. Berbeda dengan buku pengembangan diri lainnya, penulis membawa kita dengan berbagai cerita yang bisa membuat pembaca mengerutkan dahi, mendengus, tertawa, hingga cerita menyakitkan. 

Buku ini tidak memberikan kata-kata motivasi, seperti “tetap berusaha” atau “jangan menyerah”. Melainkan buku ini memberi pelajaran malah “jangan berusaha” atau “Anda tidak istimewa”, dan sejumlah kalimat pembeda lainnya. 

Selain itu Anda bukan dibawa dengan pertanyaan, “Apa mimpi terbesar Anda”. Melainkan diajak untuk menjelajah tentang “Derita apa yang ingin Anda hadapi?” atau justru “Rasa sakit apa yang ingin Anda tahan?” 

Mark menjelaskan bahwa banyak orang yang ingin sukses, tetapi sebenarnya mereka tidak benar-benar menginginkan hal tersebut. Sebagian besar tidak mau menahan penderitaan yang ada, padahal kenyataan untuk sukses jalannya dipenuhi dengan sakit dan tangisan. 

Buku ini cocok untuk Anda yang terlalu sering memikirkan perkataan orang lain, cocok untuk Anda yang khawatir berlebihan atau takut salah dan takut akan ketidakpastian. Dalam buku ini dijamin Anda menemukan sudut pandang yang berbeda dalam memandang sebuah permasalahan. 

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Ira

About the Author: Ira Gusmiarti

Content writer yang menyukai belajar hal baru. Saat ini mulai membagikan insight menarik melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close