10 Penyebab Anosmia Ini Perlu Anda Ketahui

KESEHATAN, malangpost.id – Salah satu gejala seseorang positif Covid-19 adalah timbulnya anosmia atau kehilangan indera penciuman. Namun, bukan hanya gejala Covid-19 saja, anosmia bisa jadi gejala penyakit lainnya. Karenanya, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat perlu mengetahui penyebab anosmia terlebih dahulu.

Tentang anosmia

Anosmia merupakan istilah medis dengan kondisi seseorang yang kehilangan indera penciuman sehingga tak bisa mencium bau apapun. Saat anosmia terjadi, makanan akan terasa hambar di mulut. Kondisi ini bisa memengaruhi kualitas kehidupan seseorang, seperti penurunan nafsu makan.

Terganggunya selera makan bisa berujung pada penurunan berat badan dan kekurangan nutrisi. Bahkan, anosmia bisa menimbulkan depresi. Selain itu, anosmia bisa membuat seseorang yang mengidapnya tidak menyadari tanda-tanda bahaya di sekitar. Seperti bau kebocoran gas, bau asap kebakaran, dan bau makanan basi.

Gejala anosmia

Seseorang yang mengalami anosmia akan memiliki keluhan utama tidak bisa mencium bau-bauan dan juga tidak bisa merasakan makanan.

Penyebab anosmia

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan gangguan pada jalur penciuman dan menyebabkan anosmia yang perlu diketahui diantaranya.

1. Flu

Salah satu penyebab kehilangan penciuman adalah flu karena infeksi virus influenza. Saat flu, hidung akan tersumbat dan menghasilkan lendir berlebihan yang bisa membuat gangguan penciuman.

2. Sinusitis akut

Sinusitis akut akan membuat rongga di sekitar hidung mengalami peradangan dan pembengkakan. Kondisi ini bisa membuat indera penciuman terganggu dan menyebabkan anosmia.

3. Rinitis (alergi)

Alergi terhadap berbagai rangsangan juga bisa menyebabkan anosmia. Misalnya, alergi terhadap dingin yang membuat hidung meler dan tekanan pada rongga hidung dan saraf di sekitar hidung sebagai pemicu anosmia.

4. Kerusakan otak atau saraf

Gangguan dan kerusakan saraf pada hidung yang menyebabkan anosmia bisa juga karena penyakit darah tinggi, penuaan, atau kanker otak. Hal ini bisa membuat si pengidap tidak bisa mencium aroma tertentu. Orang yang mengalami trauma atau kecelakaan juga bisa mengalami kerusakan saraf.

5. Pengaruh antibiotik

Pelemahan saraf bisa terjadi jika terlalu banyak menggunakan antibiotik. Hal ini bisa membuat saraf yang bekerja untuk bagian hidung menjadi lemah dan biasanya disertai dengan gangguan telinga.

6. Malnutrisi

Kekurangan nutrisi dalam tubuh juga menjadi salah satu penyebab anosmia. Malnutrisi bisa membuat semua saraf dan sistem metabolisme tubuh tidak berjalan dengan baik. Hal ini menyebabkan seseorang tidak bisa mencium aroma tertentu dan juga berisiko mengalami anosmia.

7. Kelainan tulang hidung

Tulang septum yang tidak lurus adalah kelainan tulang hidung yang bisa menghalangi aliran udara ke dalam hidung. Hal ini bisa menyebabkan bau yang berasal dari luar tidak sampai ke bagian hidung. Akibatnya, saraf tidak bisa mengirimkan sinyal ke otak untuk mengenali bau.

8. Penyakit bawaan lahir

Umumnya anosmia hanya bersifat sementara. Namun, ada beberapa penyakit bawaan lahir yang bisa menyebabkan anosmia permanen. Penyakit bawaan lahir tersebut diantaranya Sindrom Turner dan sindrom Kallman.

Itu tadi beberapa kondisi yang menjadi penyebab anosmia. Untuk mencegah anosmia, jagalah pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup minum air putih, dan olahraga secara teratur. Jika diperlukan bisa menambahkan suplemen atau multivitamin.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

desi3

About the Author: desi3

Seorang 'bibiliophile' yang jatuh cinta dengan Himalaya dan fans berat warna biru. ~ travel to fulfill your soul ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *