Happy Women Karya Fenny: Temukan Keseimbangan Hidup dengan Kebahagiaan

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Konten_Netwriter_-2.jpg
This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Konten_Ajakan_Netwriter-3.jpg

Judul Buku : Happy Women Saya Bahagia Hari Ini, Esok, Seterusnya, Sampai Selamanya

Penulis                   : Maria Fenny

Penerbit                  : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Tahun Terbit           : 2020

Jumlah halaman     : 153 + xix halaman

iklan-dinas-kominfo

Harga Buku            : Rp. 78.000

Peresensi                : Fikri Maya Silvia

RESENSI, Malangpost.id – Buku Maria Fenny adalah buku yang mengisahkan tentang bagaimana cara kita menemukan sebuah arti kebahagiaan bagi seorang wanita. Sebagai seorang wanita, kita dituntut untuk senantiasa serbabisa agar dapat mencapai potensi sejati diri kita.

Dengan itu, penulis menemukan makna kebahagiaan dalam hidupnya kemudian ia tuangkan kedalam karyanya yang berjudul Happy Women Saya Bahagia Hari Ini, Esok, Seterusnya, Sampai Selamanya. Buku ini sangat menginspirasi para pembacanya untuk mentransformasi hidup agar tetap dipenuhi kebahagiaan.

Judul buku ini menarik dan memiliki energi positif yang dapat mempengaruhi orang-orang disekitarnya. Mungkin itu adalah salah satu daya tarik yang membuat orang-orang termasuk saya untuk membaca buku Happy Women Saya Bahagia Hari Ini, Esok, Seterusnya, Sampai Selamanya ini. Amat jarang, terdapat buku yang mambahas tentang arti kebahagiaan hidup wanita.

Beberapa buku self improvement justru menyarankan kita untuk selalu peduli terhadap hal-hal yang ada disekitar kita. Akan tetapi, buku ini berbeda dengan buku biasanya buku ini mengajak kita untuk lebih mengenali diri sendiri agar tetap hidup bahagia. Meskipun buku ini ditulis untuk seorang wanita, tetapi pria juga perlu membaca buku ini karena pria juga bagian dari kehidupan seorang wanita.

Buku yang berjudul Happy Women bercerita tentang pengalaman hidup seorang penulis itu sendiri yaitu Maria Fenny yang memiliki masa lalu pahit dan dapat menghambat perkembangan pada dirinya. Dengan masa lalunya itu, Maria Fenny dapat menuliskan buku ini sebagai acuan untuk mencapai sebuah kebahagiaan secara permanen dengan cara yang sederhana.

Selama berpuluh-puluh tahun Maria Fenny berusaha untuk terus mencari sumber kebahagiannya. Fenny tidak mau hidupnya terus-menerus dirundung kesedihan. Sehingga Fenny mengatur ulang kehidupannya dengan cara membuat sebuah aturan-aturan untuk dirinya sendiri agar selalu hidup bahagia dan bersemangat.

Fenny mengatur ulang kehidupannya dengan tujuan mengarahkan standar hidupnya untuk merasa senang dan merasa bahagia dalam menjalankan sebuah komitmen, bersikap cerdas, dan kreatif untuk mengarahkan dan mengevaluasi tindakannya agar tetap merasa bahagia sepanjang waktu.

Suatu kebahagiaan tidak bakal tiba begitu saja akan tetapi, kita wajib memilah untuk bahagia serta terus memilihnya tiap hari. Kunci utama dalam memilah kebahagiaan itu sendiri adalah dengan berfokus pada hal-hal positif yang dapat diambil dari suatu kondisi ataupun peristiwa. Dengan begitu, perasaan kita akan mengikuti sudut pandang yang kita lihat dan tindakan yang dilakukan akan sesuai apa yang kita pikirkan.

Didalam buku ini terdapat kutipan penulis bahwa

Kebahagiaan itu milik kita. Bukan dipengaruhi oleh hal-hal di luar diri kita, tapi berasal dari dalam diri kita. (hal.31)

Penulis memaparkan bahwa ada sembilan penghalang kebahagiaan diantaranya; tidak pernah merasa puas, berhenti berpikiran buruk, tidak bisa menerima kenyataan hidup, membandingkan kenyataan dengan kehidupan orang lain, hidup dalam trauma, merasa rendah diri, hidup tanpa tujuan, stres, dan tamu bulanan yang tak bersahabat.

Salah satu penghalang kebahagiaan yang sering orang lakukan adalah tidak pernah merasa puas. Jadi kita harus berhati-hati dalam mengontrol keinginan kita, karena semakin banyak apa yang kita inginkan maka semakin sulit untuk merasa cukup. Terkadang semakin kita memiliki banyak keinginan membuat kita semakin tidak bahagia.

Untuk itu kita perlu melatih diri untuk dapat berkata cukup dalam segala hal yang sudah terpenuhi termasuk perilaku gaya hidup hedonis dan konsumtif yang dapat membuat orang menjadi lupa diri karena mengutamakan gengsi. Hanya mengejar kebanggaan diri tanpa memikirkan hal lain yang jauh lebih utama daripada sekedar bangga karena dilihat dan dipuji orang lain.

Kebahagiaan itu tercipta dari kekuatan diri kita sendiri kala kita melewati masa-masa yang susah dalam hidup. Kita tidak boleh takut dengan kesulitan hidup, karena kebahagiaan tidak hanya didapat ketika kita duduk bermalas-malasan, tetapi juga dari keberanian untuk berjuang, bekerja keras, mengambil risiko, dan menemukan jalan keluar dari persoalan yang ada. Penulis juga memberikan kutipan didalam bukunya bahwa kebahagiaan itu berasal dari apa yang kita lakukan.

Kebahagiaan itu bukan hadiah dari langit. Tapi sebuah perjuangan yang harus terus diperjuangkan sampai akhir napas. (hal. 76)

Berabad-abad cara yang dilakukan manusia untuk mendapatkan sebuah kebahagian adalah dengan berdoa. Ternyata dalam buku ini dijelaskan bahwa cara mendapat kebahagiaan itu tidak hanya dengan berdoa saja tetapi ada banyak cara salah satunya adalah menerima keadaan diri dan tidakmembandingkan diri kita dengan siapapun.

Sadari keunikan diri Anda di seluruh alam semesta, tidak seorang pun akan pernah memiliki lagu yang akan Anda nyanyikan. Itu akan menjadi milik Anda selamanya. Tetapi tugas utama Anda adalah menyanyikan lagu itu dengan sempurna. (hal.102)

Dengan begitu kita akan merasa hidup lebih bebas dan tidak terikat oleh keadaan. Bahagia itu semudah kita membalikkan telapak tangan jika dilakukan dengan kegiatan positif.

Buku ini bukan hanya sekedar buku motivasi saja, tetapi buku yang dapat menginspirasi para wanita. Penuturan dan penggambaran suasananya mengalir ringan sehingga membuat para pembaca ikut dalam mengelolah hati dan mengejar kebahagiaan sejati.

Tetapi kesan pertama ketika membaca buku ini sangat membosankan dan gaya bahasa yang kaku. Terlepas dari kekurangannya, buku ini sangat sesuai untuk Anda yang susah merasakan kebahagiaan sebab didalam buku ini terselip tips-tips bahagia serta tantangan 20 hari guna menjadi bahagia.

Sekilas Tentang Presensi buku “Happy Women Saya Bahagia Hari Ini, Esok, Seterusnya, Sampai Selamanya”, di resensi oleh Fikri Maya Silvia. Perempuan kelahiran Malang, 23 Juni 2002 yang berdomisili di Kota Batu. Serta kini merupakan Mahasiswa Sarjana Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

FIKRI

About the Author: FIKRI MAYA SILVIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *