Ini Perjalanan Vaksin Covid-19 di Indonesia

KESEHATAN, malangpost.id – Saat awal wabah Covid-19 menyebar dan pandemi virus Corona ditetapkan, ilmuwan dari seluruh dunia berkejaran dengan waktu untuk membuat vaksin virus SARS-CoV-2 ini. Vaksin untuk penyakit menular umumnya dikembangkan selama bertahun-tahun. Waktu yang dibutuhkan itu termasuk uji coba dan penggunaannya. Bahkan, proses uji coba biasanya memerlukan waktu 5 hingga 10 tahun.

Untuk mengatasi pandemi virus Corona, saat ini proses pembuatan vaksin Covid-19 dipersingkat menjadi hitungan bulan. Calon vaksin virus Corona dibuat dalam waktu beberapa bulan sebagai upaya untuk bisa mengakhiri pandemi Covid-19.

Sinovac Biotech Co. sudah memulai risetnya sejak awal 2020. Sinovac adalah perusahaan biofarmasi yang yang fokus pada penelitian, pengembangan, pembuatan, dan komersialisasi vaksin yang berbasis di Beijing, China.

Vaksin Covid-19 di dunia

Pada April 2020 lalu, badan POM China (National Medical Products Administration/NMPA) telah memberikan izin untuk melakukan uji klinik tahap I dan II. Uji coba ini dilakukan terhadap 743 relawan di Provinsi Jiangsu, China, seperti dilansir dari technologynetworks.com.

Dikutip dari reuters.com “Studi tahap I dan II kami menunjukkan, Coronavac aman dan bisa memicu respons kekebalan. Studi klinis tahap I dan II dengan hasil yang menggembirakan ini adalah tonggak penting lain yang telah kami raih dalam perjuangan melawan Covid-19,” kata Yin Weidong, CEO Sinovac.

Hingga Juli 2020 lalu, menurut WHO, sudah ada 23 calon vaksin Corona yang sedang uji coba manusia. Tiga di antaranya sudah masuk tahap III atau uji skala besar-besaran, yaitu AstraZeneca dengan vaksin dari Universitas Oxford, Inggris, Sinovac, dan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm).

Sinovac sendiri mulai menjalin kerjasama internasional untuk uji tahap III. Seperti diberitakan Aljazeera, Instituto Butantan, perusahaan farmasi besar di Brasil rencananya akan melakukan uji coba tahap ini dengan 9.000 relawan. Sementara itu, uji tahap III juga akan dilakukan di Bangladesh, dengan 2.100 relawan

Vaksin Covid-19 pun hadir di Indonesia

Dilansir covid19.go.id, Indonesia saat ini memiliki 2 opsi dalam mengembangkan vaksin Covid-19. Opsi pertama dengan mengembangkan vaksin Merah Putih. Vaksin ini dikembangkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Untuk opsi kedua yaitu kerjasama Sinovac dengan  PT Biofarma. Kerjasama ini sudah berjalan dan dalam pendampingan BPOM.  Menurut Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, vaksin virus corona potensial buatan Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (19/7) dan sudah diserahkan ke Bio Farma.

Untuk transfer teknologi produksi vaksin Covid-19 dari Sinovac ke Bio Farma sendiri sudah dilakukan saat uji klinis tahap III.

Uji klinis tahap III vaksin Sinovac telah dimulai pada 11 Agustus 2020 lalu. Sudah ada 1.000 orang yang mendaftar untuk uji coba yang dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Sekitar 500 relawan yang sudah mendapat penyuntikan vaksin hingga akhir Agustus 2020.

Selain bekerja sama dengan Sinovac, pemerintah juga bekerja sama dengan Sinopharm dengan Kimia Farma dan Genexine dengan PT. Kalbe Farma. Pada kerjasama vaksin Sinopharm, pemerintah Indonesia telah mendapatkan kesepakatan dari Uni Emirat Arab yang berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin untuk Indonesia. Vaksin ini diharapkan bisa tercapai pada akhir tahun 2020.

Pemerintah, diwakili oleh BPOM, telah berkunjung ke Uni Emirat Arab dan bertemu dengan kementerian kesehatan UEA. Uji klinis tahap III di UEA melibatkan 22 ribu peserta dari berbagai macam kebangsaan. Dan ada 119 kebangsaan yang sudah mengikuti uji klinis.

Diharapkan, setelah uji klinis tahap III vaksin Sinopharm, farmasi Indonesia mendapat kesempatan transfer teknologi produk vaksin tersebut.

Prioritas vaksin Covid-19

Apabila uji klinis vaksin virus Corona berhasil dan bisa dikembangkan secara massal, tentu ketersediaan pasokan awal masih terbatas. Untuk tahap awal, vaksin akan diprioritaskan untuk seluruh pekerja kesehatan dan perawatan sosial.

Untuk tahap berikutnya, sasaran yang akan diprioritaskan adalah kelompok yang rentan terhadap penyakit dan orang berusia di atas 65 tahun. Setelahnya, vaksin akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan.

Pandemi virus Corona belum berakhir

Vaksin Covid-19 bukan senjata utama untuk mengatasi pandemi virus Corona. Hingga vaksin Covid-19 tersedia dan pandemi berakhir, kita harus terus menjalankan protokol kesehatan dimanapun berada. Jaga kesehatan dengan cukup asupan bergizi dan olahraga teratur. Jangan lupa selalu terapkan 3M yah: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak. Stay safe, stay healthy! (ds3)

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

desi3

About the Author: desi3

Seorang 'bibiliophile' yang jatuh cinta dengan Himalaya dan fans berat warna biru. ~ travel to fulfill your soul ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close