Perlukah Meniru China dalam Menangani Corona?

TRENDING, malangpost.id- Sejak Awal munculnya corona di Wuhan, China sudah meresahkan seluruh negara. Corona yang penamaannya berawal dari virus wuhan, penumonia misterius, hingga corona yang sekarang banyak dikenal oleh orang.

Sebagai negara asal, China jelas mendapat sorotan dari berbagai belahan dunia ketika pertamakalinya kasus corona mencuat. Angka yang menunjukkan masyarakat yang terinfeksi semakin melonjak tinggi, hingga pada akhirnya pemerintah pusat memberikan kebijakan yang sangat ‘aneh’.

Pemerintah melakukan kebijakan dengan melarang 760 juta orang meninggalkan rumah mereka, membangun rumah sakit darurat yang terbangun hanya dalam beberapa hari dan melakukan pengujian luas serta pelacakan kontak. Bahkan pada awal tahun pemerintah sudah memerintahkan untuk menutup sekolah dengan alasan ancaman kesehatan tingkat tertinggi.

Protokol kesehatan dilonggarkan

Setelah melewati masa-masa sulit, Wuhan terekspos telah melakukan aktifitas normal kembali. Bahkan di bulan September, penduduk Wuhan sudah tidak menerapkan protokol kesehatan. Tempat hiburan dibuka, pertokoan kembali beraktifitas, kerumunan tidak dilarang hingga tidak diwajibkannya menggunakan masker.

Para pakar mengatakan bahwa apa yang diterapkan oleh China adalah keputusan paling tepat. Memutus rantai penularan dengan mengunci orang-orang yang terindikasi tertular virus corona dan melakukan penguncian hingga transmisi lokal mencapai angka nol.

Selain itu yang menjadi alasan utama dari China dapat bebas dari corona adalah orang China memiliki kepercayaan yang kuat pada pemerintah dan bersedia bekerja sama dengan apa yang direkomendasikan oleh pemerintah dan para ahli.

Menurut data dari worldmeters, saat ini China menduduki peringkat 49 dengan jumlah total positif mencapai 85.557 jiwa. Ini jauh dibawah negara-negara yang berada di benua Eropa atau Amerika seperti Amerika Serikat, Prancis, Brazil, Spanyol, Argentina dan negara lainnya. Bahkan Indonesia sudah melampaui China dengan jumlah total positif mencapai 328.952 jiwa.

Sebenarnya beberapa negara sudah menerapkan berbagai kebijakan yang hampir sama dengan China. Protokol kesehatan mulai dari mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak aman dengan orang lain pun sudah menjadi standar protokol hampir di seluruh dunia. Tetapi mengapa negara lain tidak bisa mencontoh negara asal virus corona?

Mungkin jawaban yang bisa diberikan saat ini adalah karena budaya yang dimiliki. China merupakan negara yang memiliki peraturan yang ketat dan cenderung otoriter. Dilain pihak penduduknya pun memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap pemerintahannya sehingga apa yang dikatakan pemerintah akan dituruti oleh penduduknya. Ini menjadi penting karena di berbagai negara, penduduknya terkadang tidak tahu-menahu dengan kebijakan pemerintah yang sebenarnya dibuat untuk kepentingan bersama.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

abirafdi

About the Author: abirafdi

Menjadi seorang penulis tidak hanya membutuhkan kemampuan dan pengetahuan saja. Passion juga dapat membantu saya untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close