Lewat Digitalisasi, Ketua Dekopin Ajak Millenial Berkoperasi

TRENDING, Malangpost.id – Baru dilantik, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P telah menyiapkan beberapa langkah strategis.

Dalam programnya yang segera disosialisasikan, wanita yang selalu bersemangat untuk memajukan perkoperasian di Indonesia ini bakal merangkul generasi milenial.

Ketua Dekopin telah menyiapkan program Lima Juta Milenial Berkoperasi. Hal yang melatarbelakangi beliau membidik kaum belia, adalah pasalnya populasi mereka saat ini mencapai 65 % dari penduduk Indonesia. Kebanyakan dari mereka sudah begitu tidak asing dengan teknologi. Tidak hanya itu, hingga para nelayan pun akan disejahterakan lewat lembaga koperasi ini.

Menurut Ketua Dekopin, pihaknya berencana akan menerapkan lima langkah strategis guna memberdayakan lembaga yang dipimpinnya saat ini. Sesuai dengan perkembangan saat ini, langkah digitalisasi dan tranformasi koprasi menjadi prioritas.

“Meski masih beberapa, namun sudah ada koperasi yang sukses beralih ke digital sehingga bisa menjadi Rule Model,” terangnya.

Tetapi bagian yang menurutnya paling utama adalah merubah mindset seluruh anggota koperasi ke arah modern.
“Hal ini tidaklah mudah, butuh waktu, biaya dan lain sebagainya. Akan tetapi hal ini merupakan suatu keharusan, menuju suatu peradaban baru dalam kehidupan berkoperasi,” ungkap Sri Untari

Langkah kedua, generasi muda dapat diarahkan berkoperasi melalui produksi film, yang dapat dikaitkan dengan destinasi wisata yang di dalamnya terdapat unsur edukasi.

Harapannya melalui film tersebut akan muncul usaha-usaha baru yang dapat menggairahkan tempat wisata tersebut.
Ide brilian berikutnya, meluaskan gerakan koperasi wanita seluruh Indonesia
Untuk itu Sri akan merangkul Kementrian Peranan Wanita dan Perlindungan Anak dengan sistem tanggung renteng.

“Sistem ini sudah dilakukan di Jawa Timur dan cukup berhasil, kedepan akan diduplikasi ke seluruh Indonesia,” terangnya.

Targetnya, tiap provinsi ada tiga koperasi wanita modern. Maka secara nasional akan tercapai angka 100 koperasi wanita berbasis digital.

Baca juga : PBNU Menolak Rencana Jokowi untuk Investasi Minuman Keras

Langkah strategis ke empat ialah, menciptakan koperasi multi-pihak. Model konsep koperasi ini sudah mulai berkembang di tanah air. Dekopin akan terus mensosialiasasikan model koperasi ini. Hal ini dikarenakan sistemnya melindungi para founder awal dan tetap ada regenerasi.

Guna mengembangkan konsep ini, Dekopin akan memusyawarahkannya dengan pakar-pakar dan berbagai pihak.
Selanjutnya, Dewan Koperasi juga akan membangkitkan kerjasama antar koperasi.

Tidak mudah memang merealisasikan hal ini tetapi ia akan terus berupaya merangkul semua koperasi agar semuanya dapat saling bersinergi.

Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) juga tak luput dari sentuhan langkah strategisnya. Keberhasilan sistem pengembangan Koperasi Sido Giri akan menjadi acuan nasional dalam pengembangan Kopontren.

Sri optimis, jika koperasi dapat berjalan optimal, ekonomi akan bergerak, dan kesejahteraan akan dapat dinikmati merata.

Dalam kesempatan yang sama, Sri juga akan merangkul Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP). Hal ini berguna untuk membangun perekonomian berbasis koperasi. Dimana hal itu sendiri merupakan implementasi Pancasila pada sila ke-lima.

Pihak Dekopin akan memberikan beberapa contoh koperasi yang bisa menjadi Rule Model bagi BPIP dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Langkah berikutnya, diakui oleh Sri, bahwa Dekopin punya PR untuk menghidupkan KUD Mina. Hal ini dilakukan dengan melakukan Re-branding agar koperasi nelayan model baru tidak berkesan seperti model lama.

Dengan demikian para nelayan akan suka rela bergabung dan siap membangun kopreasi tersebut.
Untuk menyiapkan sisi finansialnya, pihaknya telah melakuka kerjasama dengan sumber-sumber keuangan melalui Perbankan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dana keuangan yang telah disiapkan Pemerintah melalui program-program tersebut dapat diajak kerjasama, yang kemudian disosialisasikan untuk menghidupkan koperasi-koperasi di seluruh Indonesia.

Gagasan program kerja Dekopin berikutnya ialah bergandeng tangan membuat gerakan mengkoperasikan UMKM.
Langkah ini merupakan pengejawantahan Permenkop Nomer 9. Nantinya UKM-UKM akan disuntik dana pinjaman agar bisa mendirikan koperasi. Lantaran syarat pendirian koperasi saat ini telah dipermudah. Tentunya terlebih dahulu UKM tersebut akan diklastering.

Dekopin juga akan turut mensosialisasikan PP. 7 No. 21 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dimana Peraturan Pemerintah tersebut akan disinkronkan dengan
UU Omnibus Law.

Formula sosialisasi dan implementasi dari sinkronisasi tersebut akan dibahas dalam rapat kerja nasional sebelum Hari Koperasi. Hingga pada hari istimewa tersebut peraturan pemerintah yang dimaksud dapat dijalankan dalam sisi bidang koperasi.(sap)

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Tasniah

About the Author: Tasniah Fauzi

Suka mempelajari hal-hal baru dan masih terus berproses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *