Kenali Perbedaan Virus Covid Varian Alpha, Beta, dan Delta Serta Gejalanya Berikut Ini

Kenali perbedaan dan ciri Covid-19 varian Alpha, Beta, dan Delta

KESEHATAN, malangpost.id – Beberapa waktu terakhir, angka kasus harian terpapar Covid-19 semakin bertambah. Penambahan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia diantaranya teridentifikasi varian baru virus Corona, Delta.

Hingga kini, setidaknya sudah ada sebelas varian mutasi virus Corona yang teridentifikasi ilmuwan sejak virus Sars-Cov-2 pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Organisasi Kesehatan Dunia PBB (World Health Organization/WHO) menyebutkan saat ini ada empat varian yang menjadi perhatian masyarakat.

Mutasi virus Corona itu disebut dengan varian Inggris, Brasil, Afrika Selatan, dan India. Kemudian WHO menggunakan alfabet Yunani dalam penamaan virus varian baru penyebab Covid-19. Tiga varian virus yang ditemukan pertama kali di Inggris (Alpha), Afrika Selatan (Beta), dan India (Delta) kini sudah terdeteksi di Indonesia.

Lalu, apa saja perbedaan dan ciri-ciri gejala dari ketiga varian tersebut? Berikut informasinya

Varian Alpha

Virus Sars-Cov-2 varian Alpha pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020. Ilmuwan memperkirakan jenis virus ini lebih menular dibandingkan dengan virus Corona yang pertama kali ditemukan.

Umumnya, gejala yang ditimbulkan oleh virus varian Alpha adalah batuk yang terus menerus, demam, nyeri otot, dan diare. Selain itu, gejala yang mungkin timbul diantaranya sakit kepala, sakit dada, kelelahan, kebingungan (sulit berpikir jernih), kehilangan rasa dan penciuman, serta ruam kulit.

Varian Beta

Varian Beta atau B.1.351 adalah jenis varian virus Sars-Cov-2 yang ditemukan pada Mei 2020 di Afrika Selatan. Jenis varian ini dianggap lebih mudah menginfeksi orang yang berusia muda. Ilmuwan juga menyebutkan varian ini membawa mutasi yang disebut E484K yang mampu menghindari sistem imun seseorang.

Dipercaya varian Beta memiliki gejala yang lebih banyak, diantaranya anosmia atau hilang penciuman. Gejala lain yang timbul adalah sakit tenggorokan, sakit kepala, sakit perut, dan diare.

Penderita yang terpapar virus varian Beta juga bisa mengalami sesak napas parah, nyeri otot, kelelahan, nyeri dada, dan delirium atau kebingungan. Pasien juga biasanya mengalami ruam kulit.

Varian Delta

Varian Delta yang memiliki nama ilmiah B.1.617.2 pertama kali terdeteksi di India pada Oktober 2020. Delta menjadi varian virus Sars-Cov-2 yang paling mudah menular dan mampu menghindari respons imun tubuh serta lebih kebal terhadap vaksin.

Varian ini diperkirakan menjadi salah satu virus yang paling dominan dalam menyebarkan virus Corona. Penularan virus jenis ini juga menyebabkan wabah di negara-negara yang masih rendah vaksinasinya.

Delta bisa memicu sakit parah dalam tiga tau empat hari setelah terinfeksi. Gejala umum yang ditimbulkan dari varian ini antara lain batuk, sakit tenggorokan, flu, sakit kepala, kelelahan, dan sesak napas. Penderita juga akan merasakan nyeri otot, diare, mual atau muntah, hingga kehilangan indera perasa atau penciuman.

Terapkan protokol kesehatan

Itu tadi beberapa varian virus Sars-Cov-2 atau Corona yang saat ini paling banyak ditemukan dalam penyebaran Covid-19. Untuk menjaga tubuh dari paparan virus, selalu terapkan protokol kesehatan ketat dan istirahat dengan waktu yang cukup. Selain itu, konsumsi makanan bergizi dan berolahraga untuk menjaga dan meningkatkan imun tubuh. (ds3)

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

desi3

About the Author: desi3

Seorang 'bibiliophile' yang jatuh cinta dengan Himalaya dan fans berat warna biru. ~ travel to fulfill your soul ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *