Pengecatan Pesawat Kepresidenan Senilai Rp. 2M Tuai Kritikan, Karena Kesampingkan Keselamatan

TRENDING, Malangpost.id – Pengecatan pesawat kepresidenan dengan biaya hingga Rp. 2M ini banyak menuai kritikan. Beberapa pengamat menyebutkan bahwa pengecatan ulang ini bukan karena faktor keselamatan, namun hanya sekedar estetika saja.

Khairul Fahmi, pengamatan militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) mengatakan bahwa pengecatan pesawat kepresidenan menggunakan warna merah putih dinilai mengesampingkan faktor keselamatan.

Umumnya, pesawat kepresidenan ini menggunakan warna biru. Hal ini untuk berkamuflase saat terbang di udara karena biru juga merupakan warna langit.

“Menurut saya, ini lebih cenderung mengesampingkan faktor keamanan ketika ada pergantian menjadi warna yang mencolok merah putih ini,” kata Khairul Fahmi pada CNNIndonesia.com, Rabu (4/8).

Beberapa negara menggunakan warna netral pada pesawatnya. Sebut saja negara Inggris, mereka memilih menggunakan warna abu-abu untuk digunakan pada pesawat perdana menteri Inggris.

Menurut Khairul Fahmi, menampilkan identitas negara pesawat dengan mengubah warna menjadi merah putih tidak tepat. Jika ingin menyematkan warna bendera negara, cukup diletakan di ekor pesawat saja.

Pengecatan Senilai Rp. 2 M Tidak Tepat Dilakukan Tengah Pandemi

Selain itu, pengamat lain yaitu Alvin Lie, menyebutkan pengecatan senilai Rp. 2 M ini tidak tepat jika dilakukan di tengah pandemi. Ia juga sulit percaya dengan alasan yang diberikan istana yaitu karena ada catnya sudah mengelupas.

“Pertama, saya sulit percaya cat-cat tersebut sudah mengelupas. Pesawat komersil saja yang lebih sering digunakan dari pesawat kepresidenan juga 5-6 tahun belum tentu dicat ulang. Apalagi juga tidak setiap hari dipakai, tidak setiap hari dijemur di matahari. Ketika tidak dipakai juga disimpan di hanggar,” kata Alvin pada kumparan, Selasa (3/8/2021).

Alvin juga mengatakan bahwa pengecatan pesawat bukanlah kebutuhan. Jika pesawat masih dalam kondisi baik, maka hanya perlu dilakukan perawatan rutin saja sehingga tidak perlu pengecatan warna baru.

Pesawat Kepresidenan RI jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Kamis (10/4)

Jika melihat kondisi pesawat pada dokumentasi perjalanan Presiden Jokowi, terlihat pesawat kepresidenan tersebut masih layak. Alvin sangat menyayangkan keputusan untuk mengecat pesawat kepresidenan. Apalagi saat ini pandemi yang dimana ekonomi sedang merosot.

“Yang sangat saya sayangkan, kalau mau dicat, apakah tidak sebaiknya menunggu. Kita, kan, sedang pandemi. Ini berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi. Ekonomi kita sedang merosot, bahkan untuk APBN Menteri Keuangan melakukan refocusing. Anggaran dipangkas, insentif dan tunjangan ASN dipangkas, diarahkan untuk pandemi,” terang Alvin.

Kini, pengecatan pesawat kepresidenan sudah terlanjur dilakukan. Bahkan untuk pengecatan dilakukan juga pada pesawat kepresidenan yang kecil dan helikopter kepresidenan. Alvin menyayangkan pemerintah yang tidak peka karena memakai anggaran untuk hal yang tidak mendesak.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Muhammad

About the Author: Muhammad Hafizh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *