Mahasiswa Fakultas Pertanian UB Ciptakan Avorra San, Sanitizer Toilet Ramah Lingkungan

KAMPUS, Malangpost.id – Demi mewujudkan pola hidup bersih dan sehat, sekelompok mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menciptakan inovasi ramah lingkungan. Mereka membuat inovasi berupa sanitizer toilet dari ekstrak Belimbing Wuluh. Inovasi ini dibuat oleh satu tim yang beranggotakan lima orang.

Muhammad Arsyad Hilmy, salah satu anggota tim menyatakan bahwa ide pembuatan Avorra San muncul karena saat pandemi ini orang-orang memerlukan gaya hidup bersih dan sehat.

“Saat pandemi seperti ini orang-orang sangat memerlukan upaya perlindungan diri yang mana salah satu bentuk perlindungan ini ini adalah selalu menjaga kebersihan badannya. Lalu muncul lah inovasi berupa sanitizer yang mana berupa pembersih toilet umum,” kata Muhamad Arsyad

“Orang-orang sering menggunakan toilet umum namun mengabaikan kebersihannya jadi muncullah inovasi produk ini yang mana juga ramah lingkungan sehingga aman digunakan dalam jangka yang panjang,” sambungnya

Produk Sanitizer Toilet Terbuat dari Belimbing Wuluh

Produk sanitizer toilet ini dibuat dari belimbing wuluh berkualitas tinggi. Kemudian dilakukan pengolahan sedemikian rupa yang nantinya akan diekstrak. Setelah proses ekstraksi, hasil olahan tersebut sudah bisa dimasukan kedalam kemasan spray berukuran 60 ml.

Selain bermanfaat untuk mensterilkan toilet dari bakteri, penggunaan kemasan spray berukuran 60 ml ini membuat produk menjadi lebih mudah untuk dibawa dan lebih mudah untuk digunakan.

Tahap pengembangan Avorra San ini sudah mendapat pencairan dana sebesar setengah dari dana yang diajukan. Kemudian akan dilanjutkan pembuatan laporan akhir mengenai kemajuan berupa laporan keuangan, laporan penjualan, dan lain-lain.

Saat ini pelaksanaannya mengalami beberapa kendala. Dana untuk menyewa alat rotary evaporator yang diperlukan cukup mahal, yakni menghabiskan biaya lebih dari Rp. 1.000.000 untuk menghasilkan ekstrak dari belimbing wuluh sebagai bahan baku produk.

Kendala lain adalah masalah koordinasi antar anggota tim. Dengan kondisi PPKM seperti sekarang, anggota tim masih berada di tempat tinggalnya masing-masing. Ini membuat terpisah antar satu dengan lainnya, sehingga menyulitkan koordinasi.

Namun Arsyad berharap ketika produk ini telah direalisasikan, produk Avorra San memiliki hak paten dan dapat diajukan sebagai produk UMKM. Selain itu diharapkan masyarakat dapat lebih memahami tentang kebersihan.

“Bagi mahasiswa, agar bisa mengasah skill kewirausahaan. Kita harus melatih kreativitas keahlian manajemen dan mengelola operasional, seperti keuangan, sumber daya manusianya, serta pemasaran sehingga kita sebagai mahasiswa ini memiliki peran agent of change yang diharapkan berani berwirausaha dan mendapatkan penghasilan,” pungkasnya menutup sesi wawancara.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Muhammad

About the Author: Muhammad Hafizh

1 Comment

  1. Wah bagus, ayoo dukung, bikin yg bermanfaat u masyarakat. Belimbing wuluh banyak di masyarakat tapi banyak yang belum termanfaatkan. Selain bahan membuat sayuran, ternyata bisa buat sanitizer. Mantap..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *