Gaduh Data Penularan Covid-19 Klaster Sekolah, Begini Klarifikasi Kemendikbud

TRENDING, Malangpost.id – Jagat pendidikan sedang dibuat gaduh oleh data publikasi hasil survei internal Kemendikbud. Pasalnya, dalam data yang di publikasikan lewat situs Kemdikbud : Kesiapan Belajar per Kamis, 23 September 2021, tercatat ada 1.303 sekolah menjadi klaster Covid-19.

Hasil tersebut menunjukkan jumlah penularan sekitar 2,77 persen dari 47.005 sekolah yang mengisi survei. Setidaknya berdasarkan publikasi tersebut juga tercatat, ada 7.287 guru dan 15.456 siswa terpapar Covid-19.

Merespons temuan ini, Jumeri, Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek menegaskan, jumlah itu bukan terjadi selama pelaksanaan PTM yang baru dijalankan.

Akan tetapi, publikasi data adalah bentuk akumulasi temuan selama 18 bulan. Dimana periode pengumpulan data sudah dilakukan sejak Maret 2021 hingga September 2021.

“Itu akumulasi selama 18 bulan, bukan saat PTM terbatas saat ini,” kata Jumeri, Kamis (24/9/2021) dikutip Malangpost.id dari CNNIndonesia.

iklan-dinas-kominfo

Sementara itu, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menegaskan, pihaknya bakal memberhentikan PTM sementara, jika ditemukan kasus positif di sebuah sekolah.

Namun pemberhentian PTM hanya dilakukan bagi sekolah yang terdapat kasus positif Covid-19. Sedangkan untuk sekolah lain PTM terbatas masih tetap dilanjutkan. Tentunya, menurut Nadiem dengan memberlakukan kebijakan prokes secara ketat.

“Itu terus kita monitor, itu temuannya. Bukan berarti PTM-nya akan diundur, masih harus jalan, terbuka, tapi sekolahnya masing-masing kalau ada kasus klaster ya harus ditutup segera, memang seperti itu,” pungkas Nadiem.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Wahyu

About the Author: Wahyu Setiawan

Paling hobi jalan-jalan; lebih senang baca novel; suka nonton film bergenre Adventure, Comedy, Horror, Animation, Fantasy & Romance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *