Yuk Mengenal Lebih Jauh Microgreen

HOBBY, malangpost.id- Saat mendengar “microgreen”, hal apa yang terlintas dalam pikiran Anda? Yup, benar, microgreen merupakan sayur-sayuran yang berukuran mikro atau kecil. Membeli sayuran memang menjadi pilihan yang praktis bagi para ibu rumah tangga. Namun, akan lebih baik jika menanamnya sendiri, mulai dari menanam microgreen.

Terlebih lagi jika Anda memiliki lahan yang cukup luas di sekitar rumah. Budidaya sayuran ini sangat mungkin dikembangkan. Secara lebih luas lagi, bisa dijadikan bisnis lho! Yuk kenalan lebih jauh dengan microgreen. 

Pengertian Microgreen 

Microgreens adalah kumpulan bibit sayuran yang dilakukan pemanenan ketika usianya masih sangat muda. Waktu panan ini berkisar 7-14 hari selepas bibit mulai berkecambah dan muncul daun mudanya.  

Adapun rasa dari sayuran jenis ini tergantung masing-masing jenisnya. Ada yang rasanya pedas, asam, pahit, netral, dan sebagainya. Contoh sayuran microgreens adalah lobak, kemangi, bayam, seledri, ketumbar, kucai, bawang, kubis, brokoli, dan kembang kol. 

Oleh karena ukuran sayuran mini, microgreen bisa ditanam mandiri di rumah lho! Selain itu, tanaman ini tak kalah cantik jika dijadikan penghias ruangan. Jika Anda berniat membeli versi siap pangan, bisa ditemukan di supermarket terdekat. 

Manfaat Sayuran Mungil Bidang Kesehatan 

Yang namanya sayuran pasti erat kaitannya dengan kesehatan. Begitu juga dengan sayuran mungil ini. Sayuran yang dipanen pada usia sangat muda ini ternyata lebih bergizi dibandingkan sayuran versi dewasanya.  

Sayuran ini lebih mudah dicerna karena kaya akan enzim. Sementara itu, pada versi dewasanya, sayuran jenis ini akan mengalami penyusutan kandungan gizi. Hal itu disebabkan oleh karena gizi tersebut terus digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama proses pertumbuhan. 

Kandungan gizi yang tersedia dalam microgreens masih lengkap, seperti vitamin, minyak nabati, mineral, protein, dan betakaroten. Menariknya lagi, sumber makanan yang mengandung antioksidan tinggi terbukti dapat mencegah berbagai penyakit kronis. Misalnya diabetes, obesitas, hipertensi, penyakit jantung, dan kanker. 

Cara Mengolah Microgreens 

Microgreen sebagai campuran makanan.
Microgreen sebagai campuran makanan.

Setelah mengenal microgreen dan manfaatnya, Anda tentu tertarik untuk mengonsumsi sayuran kaya nutrisi ini bukan? Lantas, bagaimana harus mengolah sayuran muda ini? Jangan khawatir, beberapa cara olahan microgreens berikut dapat Anda praktikkan. 

  • Menggunakan microgreens sebagai garnish atau hiasan pada makanan utama 

Cara pertama untuk mendapatkan manfaat sayuran mungil ini adalah dengan menggunakannya sebagai hiasa pada makanan utama. Tujuannya agar tampilan hidangan Anda menjadi semakin cantik. Tentu cara ini tidak menutup kemungkinan untuk Anda bisa langsung memakannya. 

  • Menambahkan microgreens sebagai taburan sup, omelet, dan salad 

Cara unik mengonsumsi microgreens adalah dengan menambahkannya sebagai taburan sup, omelet, dan salad. Hal ini membuat olahan kuliner Anda semakin nikmat dan nutrisi dalam microgreens pun bisa diserap. 

  • Mencampurkan microgreens menjadi jus 

Ketiga, mecampukan microgreens menjadi jus. Olahan ini menjadi olahan favorit yang banyak dikonsumsi para penganut diet sehat. Dengan jus, seseorang tidak perlu makan dengan porsi besar untuk memenuhi nutrisi. Cukup memanfaatkan jus microgreens, kebutuhan tambahan bisa dipenuhi. 

  • Menambahkan microgreens ke dalam sandwich atau burger 

Menarik lagi ini, menambahkan microgreens ke dalam sandwich atau burger. Kedua makanan ini sangat digemari kalangan muda. Nah, untuk menambah nutrisi, campurkanlah microgreens sebagai pelengkap dalam burger dan sandwich. Mantap! 

Peluang Bisnis Microgreen 

Setiap hal bisa dibisniskan, termasuk microgreens ini. Bagi Anda yang jeli akan peluang, sektor sayuran mini yang kaya nutrisi tersebut bisa dimanfaatkan. Berikut ini cara budidaya microgreen hingga menjadi bisnis. 

  • Penyedia bibit microgreens, yakni berasal dari bibit murni dan tidak boleh ada perlakuan kimiawi apapun. Peluang bisnis ini biasa diambil oleh petani tradisional yang membibitkan tanaman organik 
  • Mengadakan media tanam dengan baik. Karena sayuran mini ini bisa dijadikan hiasan, tampilannya pun perlu diperhatikan. Untuk itu, pilihlah lahan tanam yang subur dan terbaik. 
  • Menyediakan nutrisi terbaik. Nutrisi tanaman sebenarnya bisa dibuat sendiri dari limbah rumah tangga. Namun, hasilnya terkesan kotor dan kurang disukai masyarakat. Untuk itu, pilihlah nutrisi yang memberikan dampak bagus baik kesuburan maupun aroma dan penampilannya. 
  • Bertani microgreens menjadi peluang terbaik di sektor ini. Bisnis ini mudah dipelajari dan nilai jualnya juga cukup tinggi. Selain itu, cara perawatannya yang tak membutuhkan waktu lama banyak diminati para petani sektor ini. 
  • Calon bibit tanaman dewasa. Peluang microgreen yang telah dipanen dapat dijadikan tumbuhan dewasa. Dengan ini microgreens yang sudah dipanan tadi bisa Anda jual kembali. 
  • Peluang bisnis makanan sehat dari microgreens. Cara ini juga dapat dijadikan ide bisnis yang sangat berprospek. Dengan menyerukan pentingnya menjaga kesehatan, jenis makanan sehat tersebut akan terus laku dijual. 

Setelah mengenal microgreens, Anda tertarik yang mana? Hanya mengonsumsi, sekadar berkebun untuk konsumsi keluarga? Atau menjadikannya sebagai bisnis? 

 

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Ira

About the Author: Ira Gusmiarti

Content writer yang menyukai belajar hal baru. Saat ini mulai membagikan insight menarik melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close