Haruskah Terus Berbelanja di Masa Pandemi?

TIPS, malangpost.id- Haruskah terus berbelanja di masa pandemi? – Kondisi new normal seperti ini bagaimana kabar Anda? Sudah mulai liburan dan kembali bertemu kawan? Jangan lupa tetap menaati protokol kesehatan ya. Ruang gerak kita selama pandemi memang terbatas. Apalagi saat diterapkannya PSBB bagi sejumlah kota di Indonesia.

PSBB ini tentu membuat Anda kesulitan ketika keluar rumah. Jika bisa pun paling hanya ke lingkungan sekitar. Jika memang satu desa saja dilarang keluar masuk, lalu harus pergi ke mana untuk menghilangkan bosan? Biasanya ibu-ibu sosialita ataupun anak muda juga sering menghabiskan waktu pergi jalan-jalan. Entah sekadar ke mall untuk menghirup udara segar atau memang memenuhi kebutuhan berbelanja.

Ngomong-ngomong soal berbelanja, di masa pandemi ini memangnya masih jaman menghabiskan uang untuk berbelanja yang tidak penting? Jika masalah kebutuhan pokok it’s okay. Namun untuk barang yang tidak terlalu urgent, haruskan terus berbelanja selama masa pandemi?

Trend Berbelanja Selama Pandemi

Saat pandemi, Indonesia terancam di masa resesi. Kehidupan ekonomi pun berubah drastis. Banyak pelaku usaha yang bangkrut, atau barang dagangan mereka tidak terjual. Namun tidak sedikit pula yang jeli terhadap peluang usaha di masa pandemi.

Tren belanja selama pandemi banyak beralih kepada belanja sistem online. Pelaku usaha ramai membuka toko online pada marketplace tertentu. Hal ini disinyalir karena masyarakat lebih berminat untuk belanja online. Selain tidak perlu keluar rumah, mereka merasa nyaman karena hanya tinggal menunggu barang datang.

Berbelanja di Masa Pandemi : Konsumen Utamakan Kesehatan

Melihat berita di TV tentang terus bertambahnya jumlah kasus Covid-19, siapa yang tidak ngeri? Bahkan, akhir-akhir ini pertambahan kasus mencapai ribuan. Hal itulah yang mendasari para konsumen mengutamakan kesehatan saat ini. Mereka tak lagi pergi ke mall untuk berbelanja.

Dengan kata lain, cara berbelanja online lebih banyak dipilih. Para tenaga produksi pun menggiatkan memproduksi barang kesehatan yang memang sedang dibutuhkan masyarakat. Tentu hal tersebut didasari pada permintaan pasar.

Aspek yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Masa Pandemi

Bagi yang senang berbelanja, Anda perlu mempertimbangkan kembali hal ini selama pandemi. Pasalnya, banyak orang yang pendapatannya menurun. Dengan begitu, semestinya orang yang lebih berkecukupan dapat berbagi kebaikan untuk mereka.

Jika masih ingin meneruskan hobi berbelanja, inilah aspek yang perlu diperhatikan. Ceklis apakah Anda sudah meninjau hal berikut ini.

Belanja Harus Rasional

Pertimbangkan barang yang dibutuhkan.

Hayo para kaum hawa pasti pernah kan, ketika pergi ke supermarket, barang yang awalnya bukan untuk dibeli, malah kepincut untuk membeli. Hal ini bukan didasari atas aspek kebutuhan, melainkan karena keinginan. Tentu hal itu kembali lagi kepada kemampuan kontrol diri.

Ada yang belum bisa mengontrol dirinya ketika berbelanja. Mereka masih berprinsip apa yang diinginkan pasti harus dibeli. Namun, selama pandemi sebaiknya mulailah belajar kontrol diri. Belanja hanya membeli barang yang dibutuhkan saja. Tak pernah ada ruginya mindset seperti ini.

Aspek rasional sangat dibutuhkan. Selama pandemi cobalah untuk mempertimbangkan manfaat (fungsional) dan secara ekonomis. Sebaiknya Anda tetap menekan pengeluaran keluarga, bukan malah terus menghambur-hamburkan uang.

Eksperiensial, Pernah Melakukan Ini Saat Berbelanja?

Ada lagi istilah eksperensial. Maksudnya adalah melakukan segala sesuatu karena penasaran dan ingin mendapat pengalaman. Tak sedikit orang yang menerapkan hal ini ketika berbelanja. Apalagi saat mereka melihat produk viral di sosial media. Meskipun tidak butuh, konsumen cenderung ingin membeli.

Keputusan ini didasari karena dirinya ingin mendapat pengalaman unik. Atau dengan arti lain ingin “kekinian”. Kurang tren apalagi jika seperti ini? Namun, selama pandemi sebaiknya beli sesuai kebutuhan ya guys! Masalah penasaran dengan pengalaman mencoba suatu produk, bisa Anda atasi dengan melihat review produk tersebut.

Bagaimana dengan Aspek Behavioral?

Keinginan untuk berbelanja juga didasari karena pengaruh dari lingkungan. Misalnya saja seorang anak SD akan membeli jajanan di depan sekolah karena teman-temannya juga memberi jajan tersebut. Secara tidak langsung jika ia tidak membeli jajan, dirinya akan merasa terasingkan.

Nah ternyata ada faktor lingkungan seperti ini. Lantas, pandemi Covid-19 bisa mempengaruhi keinginan untuk berbelanja? Melihat kondisi lingkungan yang serba terbatas, hal ini dirasa tidak. Namun, jika konsumen dipengaruhi secara daring, bisa jadi bukan?

Tambahkan komentarmu terkait hal ini di kolom komentar ya!

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Ira

About the Author: Ira Gusmiarti

Content writer yang menyukai belajar hal baru. Saat ini mulai membagikan insight menarik melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close