Tips Busana Wedding Ala Masa Pandemi

BUSANA, malangpost.id – Pandemi Covid-19 menyita hampir seluruh aspek kehidupan. Mereka yang menjalankan misi atau kepentingan khusus yang sudah direncanakan pun perlu adaptasi kembali. Termasuk dalam hal pernikahan, rencana dan busana wedding tak pernah ketinggalan.

Pernikahan : Janji Suci Seumur Hidup

Pernikahan menjadi bagian paling penting dalam kehidupan. Bagaimana tidak, momen terindah ini hanya dilewati satu kali seumur hidup. Tentulah calon pengantin menyiapkan diri baik secara fisik maupun mental agar rangkaian acara berjalan lancar.

Melangsungkan resepsi pernikahan merupakan dambaan setiap insan pasangan yang akan membentuk sebuah keluarga baru. Untuk menunjang resepsi ini, pengantin perlu memilih busana wedding sesuai konsep mereka. Namun, ada hal yang berbeda. Melangsungkan resepsi di tengah pandemi menjadi cara baru di masyarakat.

Tak perlu khawatir, janji suci seumur hidup ini bisa tetap berjalan lancar selama calon pengantin mengerti betul apa saja adaptasi di masa kini. Pada intinya, meskipun diselenggarakan dalam masa pandemi, pernikahan harus tetap kece dan modern mengikuti perkembangan zaman.

Busana Wedding di Tengah Pandemi

Kebaya menjadi unsur penting saat melangsungkan resepsi pernikahan. Pengantin perempuan pastinya ingin mengenakan busana pernikahan terbaik pada hari sakralnya. Sama halnya di tengah pandemi, pengantin perempuan harus memilih kebaya yang cocok dan kekinian.

Dengan tetap menaati protokol kesehatan, pernikahan dapat berlangsung dengan lancar. Tak kalah menarik, busana pengantin pun tetap diperhatikan. Untuk menjamin serasinya acara resepsi di tengah pandemi, berikut ini tips memilih busana pernikahan.

Pilihlah Busana Wedding Ala Masa Pandemi yang Berdasarkan Anatomi Tubuh

Setiap wanita pasti memiliki anatomi atau bentuk tubuh yang berbeda satu dengan yang lainnya. Postur atau bentuk tubuh inilah yang mendasari setiap piliahn jenis pakaian masing-masing. Orang yang berisi dibandingkan mereka yang kurus pasti memiliki standar busana yang berbeda. Hal in bertujuan agar wanita tampil menawan sesuai konsep dirinya.

Memilih busana pernikahan penting untuk memperhatikan anatomi tubuh. Alasannya karena untuk menciptakan optical illusion. Optical illusion adalah objek visual yang menampakan suatu object berbeda dengan aslinya. Hal ini biasanya dimanfaatka untuk membuat citra diri berbeda dengan menyesuaikan pada tampilan yang diinginkan.

Perhatikan Aspek 3C

Selama pandemi, bisa memilih busana wedding warna putih atau soft.
Selama pandemi, bisa memilih busana wedding warna putih atau soft.

Istilah apa lagi nih, 3C? Memangnya dalam berbusana, aspek 3C ada? Ternyata, ada lho! 3C merupakan singkatan dari cloth, colour, dan cutting. Artinya dalam pemilihan busana pernikahan pertimbangkanlah tentang bahan busana, warna, dan potongan seratnya.

Aspek ini merupakan aspek yang mesti diperhatikan setelah pengantin menyesuaikan bentuk tubuh dengan baju yang cocok. Adapun masalah bahan, sebaiknya pilihlah gaun berbahan silk, siffon, lace, satin, tulle atau bahan gaun pernikahan yang umumnya dipakai.

Sementara itu, untuk masalah pemilihan warna, para desainer gaun pengantin menyarankan agar memilih wana putih. Akan tetapi, warna soft lain bisa dijadikan pilihan. Warna ini akan memberikan kesan lebih anggun dalam masa pandemi sekarang.

Contoh warna softnya seperti warna pastel, powdery colour, pink, buttercolour, dan sebagainya. Nah, masalah cutting sebaiknya pilih yang praktis dan nyaman dipakai. Cutting inilah yang memudahkan pengantin dalam mobilisasi kesana kemari.

Proses Fitting Baju Secara Virtual

Sudah menjadi tabiat era pandemi, segala sesuatu dilakukan secara virtual. Hal ini ditujukan untuk menaati PSBB dan jaga jarak yang diterapkan pemerintah. Oleh karena itu, saat memesan baju pun dilakukan secara online. Tak terkecuali memesan baju pernikahan.

Pengantin bisa fitting baju secara virtual melalui video call. Tenang, cara ini dilakukan pada saat awal saja. Ketika mendekati hari-H otomatis calon pengantin bisa kembali menegaskan baju yang mereka pilih. Misalnya datang langsung ke butik ataupun dari pihak butik yang mengantarnya ke rumah.

Kembali lagi hal ini berkaitan dengan situasi (bersifat situasional). Artinya, jika memungkinkan, lakukan pengecekan busana secara langsung. Hal ini juga untuk meminimalisasi kesalahpahaman dalam memesan busana untuk acara sakral seperti pernikahan.

Bagaimana tips tersebut? Meskipun di tengah pandemi, usahakan tetap tampil kekinian dengan busana pernikahan yang cocok bagi pengantin. Jangan lupa saat melangsungkan resepti, patuhilah protokol kesehatan agar tidak berkontribusi dalam penyebaran virus Covid-19.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Ira

About the Author: Ira Gusmiarti

Content writer yang menyukai belajar hal baru. Saat ini mulai membagikan insight menarik melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close