Apa Saja Keuntungan Dan Risiko Berbisnis di Bidang Properti?

BISNIS, malangpost.id – Bisnis properti masih menjadi primadona bagi sebagian besar masyarakat hingga saat ini. Bahkan, bisnis ini bisa digeluti oleh semua kalangan dari latar belakang yang sangat beragam.

Banyak yang menganggap bisnis properti sangat menggiurkan karena keuntungan yang didapatkan cukup besar. Namun, masih banyak yang belum berani melirik dan terjun di bidang ini karena dianggap memiliki resiko yang cukup besar.

Jika Anda tertarik untuk memulai peluang bisnis properti, Anda perlu mengetahui dan memperhatikan segala aspek dalam menjalankan bisnis ini.

Sebagai langkah awal, Anda bisa mempelajari apa saja keuntungan dan risiko berbisnis di bidang properti dalam ulasan berikut:

Mengapa bisnis properti dianggap menguntungkan?

Kepemilikan properti dianggap dapat memberikan keuntungan berupa passive income dan massive income bagi pemiliknya. Apa sajakah keuntungan bergelut dalam bisnis properti?

Investasi Jangka Panjang

Jika Anda mencari investasi untuk jangka panjang, properti bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Investasi ini merupakan investasi yang lebih tahan lama dibandingkan dengan investasi lainnya, seperti deposito dan emas.

Umumnya, dalam waktu 3-5 tahun, nilai properti sudah berkembang dan memberikan capital gain. Menggiurkan, bukan?

Mudah dikelola

Jika bisnis lain memerlukan biaya yang tidak sedikit dan manajemen (pengelolaan) untuk bisa menghasilkan keuntungan, bisnis properti tidak memerlukan banyak biaya. Bahkan, Anda  bisa mendapatkan keuntungan.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki properti berupa rumah, rumah tersebut bisa Anda sewakan kepada pihak lain. Dengan  begitu, Anda tidak perlu memikirkan biaya perawatan dan pengelolaan rumah karena  hal tersebut sudah dilakukan oleh penyewa.

Harga jual tinggi

Anda bisa mendapat keuntungan dari hasil penjualan kepemilikan properti seperti rumah atau apartemen. Potensi kenaikan harga properti seperti rumah bisa mencapai  10%-20% per tahun. Bahkan, kenaikan bisa mencapai 25% jika properti tersebut berada di lokasi strategis, seperti perkotaan atau di tepi jalan raya.

Tahan terhadap krisis dan inflasi

Jika sebelumnya kebutuhan akan tempat tinggal merupakan kebutuhan primer manusia, saat ini properti menjadi salah satu pilihan investasi yang sangat digemari. Hal ini karena nilai properti di Indonesia tidak akan terpuruk sangat jauh, dan cenderung mengalami kenaikan melebihi tingkat inflasi.

Pangsa pasar luas

Semakin hari bisnis properti terutama tempat tinggal semakin menjanjikan. Jumlah populasi manusia terus bertambah, sehingga permintaan akan hunian tempat tinggal juga bertambah. Terlebih, luas lahan/tanah kian terbatas. Sehingga harga akan terus melonjak, terutama di kawasan perkotaan.

Baca juga : Bisnis Properti Modal Dengkul? Why Not? Begini Caranya!

Apa saja risiko bisnis properti?

Setalah Anda mengetahui keuntungan yang bisa didapat dari bisnis properti, Anda juga harus memperhatikan apa saja yang menjadi risiko jika Anda berkecimpung dalam bisnis ini. Berikut beberapa risiko yang menjadi kelemahan bisnis properti:

Membutuhkan modal besar

Seperti bisnis lainnya, untuk menggeluti bisnis properti juga memerlukan modal. Dengan keuntungan besar yang akan didapat, bisnis ini juga membutuhkan modal yang besar. Hal inilah yang membuat orang mengurungkan niatnya untuk memulai bisnis ini. Jika tidak berhati-hati, bisa jadi Anda tidak mendapatkan keuntungan, bahkan mengalami kerugian.

Biaya transaksi tinggi

Untuk memulai bisnis properti, Anda membutuhkan biaya tambahan berupa biaya transaksi yang cukup tinggi. Biaya tersebut termasuk pajak atas penjualan tanah dan properti (BPHTB) yang dikenakan dari pembeli dan pajak PPh yang dikenakan kepada penjual. Sehingga Anda perlu menambahkan biaya tersebut dalam kebutuhan modal yang perlu disiapkan.

Lamanya waktu penjualan

Anda perlu pahami, dalam berbisnis properti proses penjualan dan pembelian mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan karena properti merupakan jenis aset yang tidak likuid serta perlunya pengurusan dokumen yang cukup banyak saat proses jual beli properti.

Penyusutan

Mungkin sebagian dari kita hanya mengetahui nilai properti selalu mengalami peningkatan. Tahukah Anda, tidak seperti aset yang hanya berupa tanah saja, ternyata nilai suatu tanah dengan adanya bangunan di atas tanah tersebut bisa mengalami penyusutan.

Umumnya, nilai suatu bangunan akan mengalami penyusutan setelah 20-40 tahun. Bangunan mengalami penyusutan karena dapat mengurangi dan mempengaruhi fungsi dan kualitas bangunan tersebut. Nilai penyusutan tergantung dari kualitas konstruksi bangunan dan perawatan.

Bencana alam

Risiko dalam bisnis properti yang cukup besar adalah bencana alam, seperti banjir, gempa, tanah longsor, tsunami, dan angin topan. Akibat dari bencana alam bisa menghancurkan properti yang Anda miliki.

Untuk melindungi properti sekaligus mengantisipasi risiko bencana alam, Anda bisa mengasuransikan properti yang Anda miliki untuk. Hal ini juga bertujuan untuk meminimalisir jika terjadi kerugian.

Itulah beberapa keuntungan dan risiko berbisnis di bidang properti yang perlu Anda ketahui. Anda yang berniat untuk terjun ke bisnis properti, diperlukan komitmen dan usaha yang kuat untuk bertahan dan mendapatkan keuntungan. Teruslah belajar dan berinovasi agar bisa terus bersaing di dalam bisnis ini. (ds3)

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

desi3

About the Author: desi3

Seorang 'bibiliophile' yang jatuh cinta dengan Himalaya dan fans berat warna biru. ~ travel to fulfill your soul ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close