5 Tips Menikah yang Irit di Masa Pandemi Ini

Yuhu.

TIPS DAN TRIK, malangpost.id – Menikah adalah salah satu momen yang sakral dalam kehidupan seseorang. Kenapa tidak?. Menikah merupakan fase dimana kehidupan mulai berat dan matang, tetapi ada bahagia disitu. Fase barunya bisa dilihat dalam beberapa hal.

Misalnya manajemen keuangan mulai ditata sehemat dan seproduktif mungkin. Begitu juga dengan manajemen kehidupan rumah tangga. Sanggup tidak?. Sebelum kesana, alangkah lebih baik bagi yang belum menikah persiapkan dulu budget yang irit apalagi di pandemi ini bisa loh.

Untuk lebih lanjutnya, langsung simak saja berikut ini:

1. Rubah Mindset tentang Pernikahan

Maksudnya adalah walaupun pernikahan adalah sakral bukan berarti budget yang harus dikeluarkan juga jor-joran atau besar. Di jaman sekarang hal tersebut bukanlah patokan seseorang untuk menikah. Malahan budget minim lebih dicari orang sekarang.

Perlengkapan yang digunakan juga tidak harus mahal kok. Di masa pandemi maupun tidak, di jaman sekarang malahan cukup model minimalis yang diperlukan. Jadi jangan khawatir dengan gunjingan orang. Tahu sendiri kan?. Kebahagiaan anda pada akhirnya diri sendiri yang merasakan.

2. Prioritaskan Jumlah yang Mendapat Undangan Anda

Dalam pesta maupun resepsi pernikahan pasti mengundang orang dan kadang memang banyak yang diundang. Ada jumlah minimal yang diundang sesuai kesepakatan pemilik acara. Agar budget sesuai target maka prioritaskan dulu siapa saja yang boleh mendapatkan undangan anda.

Karena sekarang masa pandemi, anggap saja itu merupakan sebuah keberuntungan bagi anda. Karena tidak harus banyak yang datang, yang penting ampaunya. Sosial distancing dan era new normal memang sangat mendukung untuk melakukan interaksi secara langsung maupun sering antar manusia.

3. Buat Agenda Acara Seefektif Mungkin

Ini juga membuat minim budget, karena berkaitan dengan pengeluaran yang menunjang acara tersebut. Dalam penyelenggaraan acara jangan terlalu lama, agar budget tidak banyak yang dikeluarkan. Mungkin hal yang urgent hanya sewa gedung atau aksesoris pernikahan lainnya.

Jika di masa pandemi ini butuh waktu singkat agar tidak lama-lama berinteraksi (bertamu), maka cobalah buat jadwal seringkas mungkin untuk acara. Di masa pandemi ini untuk perizinan mengurus acara pernikahan juga sulit-sulit gampang. Kecuali diselenggarakan di KUA atau di rumah sendiri saja.

Aslinya yang penting ijab sah tidak sih?

4. Bisa Resepsi Virtual Nih. Jadi irit Dong?

Virtual yang bagaimana yah?. Irit tidak yah?. Aslinya tergantung penyelenggara dan yang diundang mau tidak resepsi virtual?. Konsep ini perlu menjadi pertimbangan. Jangan karena pandemi semua dilakukan secara virtual. Kenangan indahnya mana?.

Baru kalau ada orang yang diundang tidak hadir, maka akan lebih baik jika dilakukan tatap muka (pertemuan). Agar tidak kecewa dengan terselenggaranya acara tanpa mereka. Mungkin mereka ada kesibukan makanya tidak bisa hadir. Apalagi itu kerabat maupun teman dekat. Kalau sama-sama mau.

5. Akad di KUA saja atau Rumah Ibadah Bisa

Ini yang paling irit. Melakukan akad nikah di dua tempat di atas. Selain sakral, kenangannya juga tidak kalah mengharukan untuk dikesankan di hati. Tidak mengurus omongan orang, yang penting happy. Acara makan-makan bersama tamu undangan bisa dilakukan di restoran maupun di rumah saja.

Bisa kan?. yah aslinya tergantung orangnya. Mau tidak melakukan akad nikah secarasederhana. Toh yang akan menikah dengan anda belum tentu jodoh anda. Kenapa harus jor-jor an mengeluarkan biaya?. Selain itu juga yang penting ijaab sah dulu baru anda bisa berstatus menjadi suami istri.

Dibuat mudah sajaa. Tips menikah irit di masa pandemi ini cocok untuk anda yang tidak suka ribet dan suka kesederhanaan. Cobalah deh siapa tahu tidak rugi.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

yuliartiselli

About the Author: yuliartiselli

Cewek dengan bintang Taurus ini suka berpetualang dan menjelajahi dunia maupun Indonesia, apapun itu. Berpetualang mencari jati diri dan jadi diri sendiri. Suka explore sendiri. Dan untuk dunia kepenulisan, dia sudah menggeluti selama 1 tahun lebih sebagai content writer di berbagai proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close