Serang Organ Pernapasan, Apa Bedanya Sesak Napas Karena Asma Dan Gejala Covid-19?

KESEHATAN, malangpost.id – Sama-sama menyerang organ pernapasan, apa bedanya sesak napas karena asma dan gejala Covid-19?

Asma dan COVID-19 merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan. Virus Corona akan menyerang paru-paru yang mengakibatkan penderita yang terinfeksi mengalami sesak napas. Gangguan pernapasan seperti sesak napas juga kerap terjadi pada orang yang memiliki penyakit asma.

Salah satu gejala seseorang terinfeksi virus Corona adalah sesak napas yang membuat sebagian orang mengalami kekhawatiran. Bahkan sering, seseorang yang memiliki penyakit asma langsung mengarahkan hal tersebut sebagai infeksi virus Corona.

Lalu, apa perbedaan sesak napas karena asma dan Covid-19?

Perbedaan sesak napas karena asma dan gejala Covid-19

Jika Anda mempunyai riwayat asma dan mengalami sesak napas, pikirkan asma dulu karena memang di dalam tubuh memiliki penyakit ini.

Berikut beda sesak napas yang timbul karena asma dan virus corona:

  • Sesak napas karena asma disertai dengan batuk dan napas bunyi (mengi). Sedangkan gejala Covid-19 tidak disertai dua hal tersebut
  • Asma biasanya muncul karena faktor pemicu yang sudah dikenali oleh orang yang memiliki asma
  • Saat penderita asma mengeluarkan udara dari paru-paru terasa berat dan butuh tenaga ekstra. Jika terinfeksi virus, untuk bernapas sendiri sudah terasa berat
  • Sesak napas bukan merupakan gejala awal infeksi virus corona. Biasanya penderita Covid-19 akan mengalami gejala awal seperti demam, meriang, tidak enak badan, dan nyeri pada sendi
  • Gejala Covid-19 sendiri ada tiga tingkatan, yakni ringan, sedang, dan berat. Sesak napas akan muncul saat gejala Covid-19 ada di tingkatan sedang dan berat. Biasanya orang tua akan mengalami sesak napas setelah 2-3 hari gejala awal muncul, sedangkan rasa sesak saat bernapas pada anak muda akan muncul setelah 5 hari gejala awal.

Jika Anda ingin lebih yakin, diperlukan tes oleh tenaga medis untuk mengetahui gangguan pernapasan yang timbul. Sesak napas pada penyakit asma biasanya akan mereda dengan sendirinya.

Namun, jika gejala tidak juga membaik setelah seminggu, segera temui dokter Anda. Pasalnya, jika gejala yang ada dibiarkan akan bertambah parah dan bisa membahayakan keselamatan nyawa Anda.

Kesehatan penderita asma di masa pandemi

Kesehatan di masa pandemi menjadi hal yang sangat penting diperhatikan. Masyarakat dihimbau untuk tidak mengunjungi fasilitas medis kecuali dalam kondisi darurat atau mengalami gejala yang sangat parah.

Bagi penderita asma, perhatikan faktor pencetus kambuhnya asma seperti debu, suhu dingin, atau kelelahan. Anda bisa menyiapkan persediaan obat asma untuk 30 hari ke depan. Tentu saja, konsumsi sesuai anjuran dokter. Jika serangan sesak napas terjadi, penderita asma sebaiknya menggunakan inhaler dan spacer.

Apabila Anda terpaksa harus keluar rumah, selalu gunakan masker, terapkan jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Usahakan melakukan aktivitas luar ruang sesingkat mungkin.

Mengatasi sesak napas di rumah

Jika mengalami sesak napas yang bukan karena Covid-19, Anda bisa mengkonsumsi bahan-bahan alami seperti:

  • Madu

Merupakan salah satu bahan alami pereda asma, Anda bisa mencampurkan madu ke dalam air hangat kemudian diminum.

  • Jahe

Memiliki sifat antiradang, jahe dipercaya mampu meringankan gejala asma walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

  • Bawang putih

Meskipun belum ada bukti valid, bawang putih dipercaya ampuh meredakan sesak napas. Hal ini karena kandungan anti radang yang mampu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan karena asma.

Ada baiknya, konsultasikan dulu dengan dokter jika ingin menggunakan bahan-bahan alami sebagai alternatif pengobatan sesak napas karena asma. Meskipun mungkin tidak menimbulkan efek samping, ada beberapa orang yang mungkin alergi terhadap bahan tersebut.

Sesak napas karena asma dan gejala Covid-19

Untuk menjaga kesehatan di masa pandemi ini, perhatikan asupan vitamin dan mineral dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Perbanyak serat dari sayur dan buah, serta konsumsi air putih. Jangan lupakan juga olah raga rutin untuk meningkatkan imunitas. Jika mengalami sesak napas yang memberat dan tak kunjung reda, segera ke fasilitas kesehatan atau dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. (ds3)

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

desi3

About the Author: desi3

Seorang 'bibiliophile' yang jatuh cinta dengan Himalaya dan fans berat warna biru.~ travel to fulfill your soul ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close