Kenali Jenis-jenis Vaksin Covid-19 beserta Efektivitasnya

Apa saja sih jenis-jenis dari vaksin yang ada di Indonesia?.

KESEHATAN, malangpost.idVaksin dianggap penting bagi pertahanan diri dan di masa pandemi ini, vaksin Corona sangat diperlukan untuk mencegah agar yang terkena virus ini tidak banyak. Terdapat berbagai virus mulai diproduksi demi keselamatan bersama.

Tapi sayangnya tidak semua vaksin cocok untuk tubuh dan memang setiap jenis vaksin memiliki kekurangan maupun kelebihan masing-masing. Untuk Indonesia sendiri sudah mulai menggunakan vaksin dari Cina yang bernama Sinovac.

Untuk tahu lebih lanjutnya tentang vaksin ini dan valsin lainnya, yuk simak penjelasan berikut:

1. Vaksin Sinovac

Vaksin ini tiba di Indonesia, tepatnya di bandara Soekarno-Hatta pada hari Minggu, 6 Desember 2020 lalu. Malam itu, vaksin ini mendarat dengan selamat. Diharapkan vaksin ini bisa membantu Indonesia dalam memerangi virus Corona.

Vaksin ini masih belum bisa disuntikkan ke tubuh masyarakat. Karena vaksin tersebut harus diperiksa keamanannya lagi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jokowi selaku presiden mengatakan bahwa butuh waktu sekitar 3-4 pekan untuk diperiksa.

2. Vaksin Lainnya

Selain vaksin Sinovac, terdapat vaksin lain yang bisa digunakan selain dari Cina, diantaranya vaksin buatan PT Bio Farma, buatan AstraZeneca, buatan China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), buatan Moderna, buatan Pfizer Inc-BioNTech, dan buatan Sinovac Biotech Ltd.

Perbedaan masing-masing vaksin terlihat jelas dari perusahaan apa dan siapa yang membuatnya. Begitu juga dengan negaranya mempengaruhi. Perbedaan bahan baku juga mempengaruhi efektivitas dari penggunaan vaksin tersebut. Jadi uji klinis itu memang perlu agar tidak salah memilih vaksin.

Perbedaan Bahan Baku Virus dan Efektivitasnya

Perlu diketahui bahwa vaksin Moderna menggunakan RNA virus penyebab Corona, dan efektivitas bisa dilihat sekitar 94,1%. Vaksin Moderna bisa disimpan di suhu -20 C hingga 6 bulan. Artinya vaksin tersebut bisa disimpan dalam suhu kulkas standar hingga 60 hari.

Untuk vaksin Pfizer dan BioNTech terbuat dari RNA virus penyebab Corona, dengan efektivitas mencapai 95%. Vaksin ini harus disimpan di suhu -70 C sehingga bisa menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian. Sayangnya itu adalah kelemahannya.

Vaksin Aztra Zeneca terbuat dari virus Adenovirus yang membawa spike protein virus penyebab Corona. Virus Adenovirus yang digunakan adalah tipe 26. Vaksin ini memiliki efektivitas sekitar 62%. Efeltifitas tersebut berlaku jika diberikan 2x suntikan dosis penuh.

Efektivitasnya bisa menjadi 90% jika suntikan 1 kali sebanyak setengah dosis, dan suntikan 2 dosis tetapi penuh. Untuk vaksin Sinovac dibuat dari virus penyebab Corona yang telah dilemahkan (diinaktivasi). Belum ada bukti efektivitasnya. Dua vaskin ini bisa disimpan di suhu kulkas standar.

Bagaimana dengan Vaksin Biofarma?

Vaksin Biofarma (Merah Putih) adalah vaksin buatan Indonesia. Tengah dalam proses pembuatan bahan baku vaksin dengan lokasi pembuatan  di Lembaga Biologi Molekular Eijkman. Dibutuhkan waktu lama sampai vaksin ini bisa diproduksi dan digunakan oleh masyarakat.

Terdapat satu jenis vaksin yang hampir mirip dengan Sinovac, yaitu Sinopharm dimana menggunakan virus Corona yang telah dilemahkan. Sampai saat ini bukti efektivitasnya juga belum jelas. Vaksin di atas sama-sama membutuhkan dua kali penyuntikan untuk tahu efektivitasnya.

Tantangan vaksin pada akhirnya di penggunaan massal. Apakah cocok, apakah perlu diuji klinis atau laboratorium lagi. Semoga segera menemukan vaksin yang tepat agar terselesaikan dengan baik. Entah virusnya maupun kehidupannya.

Ada pelajaran yang didapat mengenai virus ini. Bahwa kita sebagai manusia harus selalu hati-hati dalam bertindak, agar hasilnya tidak mengecewekan dan tidak perlu namanya pengobatan. Semoga kita terobati. Semoga bermanfaat.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

yuliartiselli

About the Author: yuliartiselli

Cewek dengan bintang Taurus ini suka berpetualang dan menjelajahi dunia maupun Indonesia, apapun itu. Berpetualang mencari jati diri dan jadi diri sendiri. Suka explore sendiri. Dan untuk dunia kepenulisan, dia sudah menggeluti selama 1 tahun lebih sebagai content writer di berbagai proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close