Fakta Genose C-19 dan Tingkat Efektivitasnya

Genose C-19 itu apa?

KESEHATAN, malangpost.id – Ada yang baru nih dalam alat pendeteksi dari Covid di Indonesia, yaitu ada Genose C-19 buatan akademisi dari UGM yang diyakini bisa akurat dalam memberikan hasil bisa sampai 90 persen. Untuk wilayah Jabodetabek sudah bisa menggunakan ini mulai tanggal 5 Februari 2021.

Menteri Perhubungan mengatakan bahwa akan segera dipasang alat pendeteksi ini ke seluruh stasiun kereta api secara bertahap. Alat pendeteksi tersebut dikembangkan oleh Prof. Dr. Eng Kuwat Triyana bersama timnya. Mereka melakukan uji diagnostik pada Oktober 2020 lalu.

Untuk tahu lebih lanjutnya, berikut ini fakta-fakta dari Genose C-19, diantaranya:

1. Genose telah Mendapatkan Izin Beredar

Enaknya produk dalam negeri ini sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan dengan harga yang cukup mahal, sekitar 62.170.000 juta rupiah. Izin edar tersebut sudah disetujui pada tanggal 24 Desember 2020.

Dengan harga sebesar itu bisa dipakai 100 ribu kali pengujian. Untuk warga yang menggunakan Genose bisa hanya mengeluarkan uang 20 ribu saja. Alat ini dipakai di stasiun pertama kali karena ada harga tiket tertentu yang lebih murah.

Jadi bisa dibilang, Genose bisa meringankan pengeluaran para penumpang yang akan menempuh perjalanan melalui kereta api tanpa harus melalui tes rapid antigen. Cocok digunakan untuk skala besar. Semakin skalanya besar nanti semakin murah harganya, bisa sampai 15 ribu rupiah saja.

2. Sudah Pesan 200 Unit untuk 44 Titik Stasiun

Khusus transportasi perkeretaapian sudah memesan 200 unit Genose untuk alat pendeteksi Coronanya. Wilayah tersebut meliputi pulau Jawa dan Sumatera. Rencananya Genose akan digunakan di transportasi umum lainnya.

Bisa dilihat dalam bandara, pelabuhan, dan terminal. Kemudian akan digunakan di tempat-tempat umum lainnya, seperti hotel, pusat perbelanjaan, dan RT. Untuk prosedur kerjanya masih belum diketahui secara resmi. Walaupun begitu sudah diklaim cukup bagus dalam mendeteksi Covid.

Hasil tes dari alat ini lebih cepat hanya sekitar 2 menit. Jadi dengan waktu tersebut anda bisa diprediksikan bisa terkena Covid atau tidak. Hal tersebut bisa diketahui melalui pola seseorang dalam menghembuskan napas.

3. Terdapat Beberapa Sensor pada Genose

Sebagai wawasan saja hembusan napas orang terkena Covid dan yang tidak, beda. Pada Genose, terdapat beberapa sensor yang membentuk pola tertentu dalam mendekteksi Covid di dalam tubuh seseorang.

Kepastian tersebut didapat dari tim peneliti setelah melalui uji profiling menggunakan 600 sampel data di Rumah Sakit Bhayangkara dan Bambanglipuro, Yogyakarta. Tes ini lebih efisien menggunakan hembusan napas tanpa memakai sampel darah.

Bisa dibilang ini adalah inovasi yang membanggakan dari Indonesia, berupa alat pendeteksi Covid yang sederhana tapi pas. Pas dalam keakuratan data, harga, dan keefisiennya. Genose diharapkan bisa membantu dalam meningkatkan kualitas tes Covid-19 di Indonesia.

4. Alat Deteksi Pertama yang ada di Indonesia

Genose merupakan alat deteksi pertama di Indonesia tentang Covid. Untuk cara kerja alat deteksi ini terhubung dengan sistem Cloud Computing. Tujuannya agar mendapatkan hasil diagnosis yang secara tepat atau real time.

Genose C-19 bisa bekerja secara pararel melalui proses diagnosis yang terpusat di dalam sistem sehingga kevalidan data bisa terjaga untuk semua alat yang terkoneksi atau terhubung. Semoga dengan adanya Genose C-19 bisa meringankan beban ekonomi masyarakat yang semakin rumit dan pelik.

Siapa tahu, dengan inovasi seperti ini membuahkan hasil lain berupa inovasi-inovasi lain yang terkait dengan penanganan Covid. Karena semakin zaman maju maka tantangan juga semakin ada. Dengan salah satunya ada Covid-19. Tahukah anda, bahwa virus bisa bertambah terus di muka bumi ini.

Semoga bermanfaat. Renungkanlah.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

yuliartiselli

About the Author: yuliartiselli

Cewek dengan bintang Taurus ini suka berpetualang dan menjelajahi dunia maupun Indonesia, apapun itu. Berpetualang mencari jati diri dan jadi diri sendiri. Suka explore sendiri. Dan untuk dunia kepenulisan, dia sudah menggeluti selama 1 tahun lebih sebagai content writer di berbagai proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close