UMKM Beserta Fenomena Buzzer, Demi Mendongkrak Pemasaran Produk

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Konten_Netwriter_-2.jpg
This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Konten_Ajakan_Netwriter-3.jpg

WIRABISNIS, Malangpost.id Lebih dari 90% penduduk negara +62 telah menggunakan fasilitas internet yang sebagian besar untuk menjangkau berbagai informasi di seluruh dunia. Selain dapat dimanfaatkan sebagai media mencari informasi. Hal ini dapat pula dijadikan sebagai pencarian teman di dunia maya dan juga tak memungkiri pada dunia bisnis.

Munculnya internet di  negara +62 telah memunculkan berbagai istilah baru di media sosial, seperti warganet, netizen, followers, influencer hingga buzzer.

Di artikel ini kita akan membahas tentang fenomena kemunculan buzzer terkhusus di negara +62. Istilah buzzer berasal dari kata Bahasa Inggris yang berarti lonceng atau alarm. Lonceng dan alarm ini berfungsi untuk memanggil, memberitahu dan mengumpulkan orang di suatu tempat. Di zaman now, istilah buzzer sebenarnya sudah lama ada dan semakin terkenal ketika media sosial sudah merajai.

Awal Kemunculan Buzzer di Indonesia

Awal kemunculan buzzer bersamaan dengan kehadiran Twitter pada tahun 2009. Buzzer pertama kali digunakan sebagai strategi pemasaran untuk mempromosikan produk agar meningkatkan omzet penjualan. Pada tahun 2012 keberadaan buzzer telah beralih fungsi.Alih fungsi yang dimaksud berperan sebagai aktor yang menyebarkan isu-isu politik dan agama tepatnya dimulai pada saat pilkada DKI Jakarta 2012 dan puncaknya pada Pilpres 2019 

Kontroversi buzzer telah memiliki jaringan yang sangat luas. para buzzer ini memiliki sumber informasi A1, alias sangat terpercaya. Buzzer juga dikenal sebagai orang yang melek isu-isu terhangat. Mereka dapat dengan cepat membuat konten viral berdasarkan isu yang sedang marak saat ini.

iklan-dinas-kominfo

Baca juga : Jokowi Ungkap UMKM Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Buzzer profesional biasanya sangat terorganisir. Mereka telah merancang secara teknis supaya isu terhangat dapat berkembang pesat dan harus didengungkan ke publik supaya cepat terkenal. Mereka sudah memetakan siapa-siapa saja orang yang bisa menjadi perantara pesan itu agar auto viral. Selain itu buzzer juga berperan mengatur lalu-lintas penyebaran pesan tersebut. Hal ini disampaikan melalui tools-tools atau bot aplikasi khusus yang mereka punya.

Pemasaran Produk UMKM Semakin Kreatif

Semakin berkembangnya media sosial, turut andil dalam mempengaruhi cara UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk memasarkan produknya.Kini telah banyak UMKM merambah ke dunia digital dengan memiliki akun medsos. Hal ini bertujuan untuk dapat lebih berinteraksi dengan konsumen ataupun calon konsumen. Seperti istilah ikan hiu makan tomat nggak nyambung mat. Apa artinya apabila UMKM memiliki akun medsos tetapi masih kesulitan dalam masalah memasarkan produk.

Untuk itu kehadiran jasa buzzer pada medsos sangat dibutuhkan oleh UMKM. Agar setiap produknya dapat semakin dikenal dan viral. Salah satu metode buzzer untuk memasarkan produk UMKM adalah dengan cara teknik pemasaran auto viral.

Dikarenakan secara reaktif negatif, para buzzer ini telah memiliki banyak jutaan pengikut. Sehingga medsos dari akun tersebut dapat dijangkau oleh banyak orang di berbagai kalangan. Untuk teknisnya adalah para buzzer ini menyampaikan produk UMKM dari mulut ke mulut melalui digital marketing dan dilakukan dengan skala yang sangat besar bergelombang. Dengan ini pemasaran produk lebih efisien di bandingkan melalui selebaran atau iklan Koran

Tips Memilih Buzzer Bagi UMKM

Tetapi perlu diperhatikan bahwa UMKM harus dapat memilih buzzer secara tepat. Hal ini dikarenakan retorika estetika negara +62 begitu banyak buzzer palsu yang telah lama beredar.

Oleh karena itu, ada lima cara UMKM dapat memilih buzzer yang mempunyai kredibilitas tinggi. Pertama, pilih akun buzzer yang memiliki impresi tinggi yaitu bisa dilihat dari plafon tools analytic untuk mengetahui besaran impresi sebuah akun buzzer tersebut. Kedua adalah memilih akun buzzer yang sesuai dengan karakter produk UMKM. Apabila produk UMKM tidak sejalan dengan karakter buzzer tertentu, maka hasil yang diperoleh tidak akan signifikan.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan, pilihlah akun buzzer yang menguasai soft selling yaitu kemampuan metode penjualan secara natural dan tidak di buat setingan. Sehingga produk UMKM akan semakin real. Kemudian, pilihlah akun buzzer yang rajin berinteraksi. Serta terakhir, pilihlah akun buzzer yang memiliki pemahaman prime time yaitu dapat memilih waktu secara tepat untuk menerbitkan suatu konten.

Di tulis oleh
Indra Firman Pramugiharto ,SAB
Penyuluh Perindustrian
Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Indra

About the Author: Sam_Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *