Jangan Abai, Ini 8 Tanda Anak Mengalami Gizi Buruk

KESEHATAN, Malangpost.id – Memastikan asupan nutrisi yang diserap oleh anak-anak adalah prioritas bunda. Penting sekali untuk memastikan apakah anak sudah mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang? Terlebih pada 100 hari pertama kehidupan anak, dimana di masa ini merupakan masa awal tumbuh kembang dan mempengaruhi bagaimana perkembangannya hingga dewasa.

Orang tua harus benar-benar memperhatikan gizi anak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti gizi buruk. Kondisi gizi buruk dapat terjadi sejak 1000 hari pertama kehidupan si kecil.

Anak-anak yang tidak menerima gizi dengan cukup lebih rentan untuk memiliki masalah kesehatan ketika dewasa. Memastikan gizi pada makanan anak dan pola makian anak adalah hal paling dasar yang harus diperhatikan orang tua.

Orang tua juga harus memantau perkembangan si kecil, kenali tanda anak berpotensi mengalami gizi buruk. Berikut tanda-tanda yang harus diperhatikan ayah dan bunda.

1. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan pada anak merupakan indikator paling mudah dan nyata untuk memantau apakah si kecil mengalami gizi buruk. Hal ini didukung oleh pernyataan dari National Health Service (NHS), biasanya anak yang dengan gizi buruk mengalami penurunan berat badan 5-10% dalam tiga hingga enam bulan.

Baca juga : 7 Skill yang Perlu Dimiliki Anak Sebelum Masuk Taman Kanak-kanak

Orang tua perlu memperhatikan hal ini. Apabila orang tua tidak mampu mengatasi penurunan berat badan pada anak, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter. Penurunan pada anak secara cepat bisa jadi masalah yang serius dan akan menjadi penyebab dari masalah kesehatan yang lain.

2. Obesitas

Penurunan berat badan umumnya menjadi tanda paling umum gizi buruk pada anak. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa obesitas juga tanda anak mengalami gizi buruk. Hal ini bisa terjadi jika ayah dan bunda terlalu fokus terhadap kuantitas makanan si kecil daripada kualitas makanan yang si kecil konsumsi.

Ayah dan bunda harus memperhatikan si kecil sudah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sehingga anak tidak mudah merasa lapar meskipun sudah makan banyak. Hal ini lah yang bisa memicu terjadinya obesitas.

3. Kulit dan Rambut Kering

Memastikan anak terhindar dari gizi buruk tidak hanya dapat dilihat dari berat badan dan tinggi anak saja. Kondisi fisik seperti kesehatan kulit dan rambut juga dapat menjadi tanda apakah anak sudah mendapat gizi yang cukup.

4. Nyeri Tulang

Nyeri tulang tidak hanya dialami oleh orang dewasa, si kecil yang kekurangan konsumsi vitamin D pun juga bisa mengalami nyeri tulang. Selain itu kekurangan vitamin D pada anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, kram otot, dan pelunakan tulang. Selalu pastikan anak mendapat vitamin D dan kalsium yang cukup ya, ayah dan bunda.

Baca juga : Bunda, Inilah Cara Mengajarkan Bilingual kepada Anak!

5. Tidak Bersemangat

Anak yang kekurangan energi akan mudah lelah dan tidak bersemangat. Hal-hal lanjutan yang akan terjadi adalah anak akan mudah mengalami brain fog, sulit untuk fokus pada hal-hal di sekitarnya, pelupa, dan sering kebingungan. Untuk mengatasi hal ini ayah dan bunda dapat memberi si kecil kacang-kacangan, biji-bijian, daging, atau buah-buahan kering yang membantu memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuhnya.

6. Sering Sakit

Jika si kecil mudah flu atau terserang virus bisa jadi memang kekebalan tubuhnya lemah atau bisa jadi si kecil kurang gizi. Anak dengan gizi seimbang akan memiliki daya tahan tubuh lebih kuat dan tidak rentan terkena penyakit.

7. Mengalami Kecemasan dan Depresi

Gizi merupakan hal yang paling penting untuk otak dan kognisi anak. Si kecil yang kekurangan gizi akan mudah rewel, mudah marah, bahkan menderita kecemasan dan depresi. Depresi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak pun bisa mengalaminya. Ayah dan bunda bisa mengatasi hal ini dengan memberikan anak makanan yang kaya protein dan tinggi asam amino untuk membantu fungsi otak pada anak sehingga anak lebih stabil emosinya.

8. Kesehatan Mulut Mudah Bermasalah

Luka di mulut yang tidak mudah sembuh adalah tanda anak kekurangan zat besi dan vitamin B atau riboflavin. Sedangkan gusi berdarah dan sering memar adalah tanda si kecil kekurangan vitamin C. Sebaiknya ayah dan bunda tidak hanya berkonsultasi dengan dokter gigi saja, penting juga untuk berkonsultasi kepada ahli gizi jika anak mengalami hal-hal tersebut.

Nah, hal-hal di atas bisa menjadi perhatian untuk ayah dan bunda untuk memastikan apakah si kecil sudah mendapat gizi yang cukup. Ayah dan bunda bisa bekerja sama untuk memastikan si kecil tumbuh dengan baik karena anak dengan malnutrisi berpotensi mengalami penyakit kronis ketika beranjak dewasa. Semoga bermanfaat, cheers!

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Rida

About the Author: Rida Bawa Carita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *