Parosmia, Efek Pasca Covid-19 yang Menganggu Penciuman

KESEHATAN, Malangpost.id – Beberapa orang pasien positif Covid-19 memiliki gejala dan ada juga pasien tanpa gejala. Masing-masing orang pun memiliki gejala yang berbeda saat terkonfirmasi positif Covid-19, mulai dari gejala ringan hingga serius. Gejala yang umum dialami adalah demam dan batuk kering, sedangkan gejala serius yang terjadi seperti sulit bernapas dan nyeri dada. Baru-baru ini muncul gejala baru yakni parosmia, efek pasca Covid-19 yang mengganggu penciuman.

Parosmia adalah gangguan penciuman yang membuat kamu mungkin mengalami kehilangan intensitas aroma, seperti tidak bisa mendeteksi seluruh aroma di sekitar. Berdasarkan salah satu artikel dari halodoc, pengidap parosmia mendeteksi adanya bau, tetapi dengan cara yang salah atau tidak normal. Contohnya, bau roti baru dipanggang yang harum dan manis  mungkin bisa berbau busuk bagi pengidap parosmia.

Dikutip malangpost dari Healthline, apabila kamu indra kehilangan penciuman dan perasa saat positif Covid-19, maka akan lebih berisiko mengidap parosmia. Dalam beberapa kasus, pengidap parosmia mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa saat positif Covid-19. Ternyata, usia dan jenis kelamin bisa menjadi salah satu faktor dari parosmia. Terdapat sebuah jurnal Nature Public Health Emergency Collection berjudul “Parosmia Due to COVID-19 Disease: A 268 Case Series” yang melibatkan 268 orang dengan parosmia setelah Covid-19. Ditemukan bahwa 70,1% diantaranya berusia 30 tahun atau lebih muda dan 73,5% adalah perempuan.

Penyebab parosmia sebagai efek pasca Covid-19 masih diteliti oleh para ahli. Namun salah satu penyebab parosmia adalah adanya virus dan bakteri.

 Untuk mengatasi parosmia, Healthline juga menyebutkan bahwa kamu bisa melatih mencium bebauan yang beragam seperti bunga, buah, dan lain-lain yang bisa juga dalam bentuk essential oils. Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat juga direkomendasikan untuk sembuh dari parosmia seperti mengonsumsi makanan yang sehat.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Betsy

About the Author: Betsy Prajna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *