Sambut Hari Natal, kayutangan Heritage justru kebanjiran

MALANG, malangpost.id- Kawasan kayu tangan Heritage yang baru saja dibuka pada Senin, 21 Desember 2020 kini kebanjiran. Hal ini menyusul setelah kota Malang diguyur hujan deras semenjak sore pada Jumat 25 Desember 2020. Hujan deras yang mengguyur kota Malang mulai sore hari menyebabkan debit air yang amat besar sehingga drainase yang disediakan di sekitaran Kayutangan Heritage tidak sanggup menampung debit air yang bertambah besar secara mendadak.

Hal ini turut diperparah dengan drainase yang tidak berjalan efektif di sekitaran kayu tangan Heritage. Berdasarakan penuturan warga sekitar, Pak Eka. Beliau menjelaskan bahwa sebelum dilakukan pengerjaan Malang Heritage ini kawasan ini bukanlah kawasan langganan banjir. sehingga cukup aneh bila tiba-tiba terjadi banjir seperti ini.

Situasi Jalan Basuki Rahmat, Area Malang Heritage yang kebanjiran Jumat 25 Desember 2020

 “Iya ini karena gorong-gorongnya yang tertutup ini (pelebaran trotoar red.), apakah pembangunannya belum selesai atau drainasenya yang belum dikerjakan kita belum tau” jelas Pak Eka.

Gorong-gorongnya mulai dari pohon di sini sampai pohon di sana, di pohon itu juga ada. Gorong-gorongnya tertutup saringan besi. Cuman karena ada pelebaran kan jadi tertutup. Apakah karena pengerjaan yang belum selesai ataukah masalah drainasenya yang belum diselesaikan kita juga ndak tau” Imbuhnya.

Lokasi gorong-gorong berada berdasarkan penuturan narasumber, sebelum dilakukan pelebaran trotoar, namun kini justru tertutup.

Berdasarkan pengalaman beliau semenjak tinggal di jalan Basuki Rahmat semenjak tahun 1978, hanya pernah terjadi banjir seperti ini 1x saja. Hal ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu , disebabkan oleh drainase yang mampet. Sehingga ketika hujan, terjadi penambahan debit air yang tingggi sehingga tidak tertampung.

Berdasarkan penuturan beliau, terkait pengerjaan malang heritage ini pun sangat minim pelibatan masyarakat. Sebagai contoh terkait pelebaran trotoar, sepengetahuan beliau tidak pernah ada rapat dengar pendapat yang bersifat dua arah antara para pihak terkait seperti kontraktor, warga, serta aparatur pemerintahan. Beliau juga menambahkan, hanya pernah ada 1x pertemuan yang didalamnya pihak kontraktor memberikan informasi bahwa akan ada pelebaran trotoar.

Hal ini tentunya dapat menjadi kritik terhadap pembangunan kayu tangan Heritage. Kedepannya proyek pembangunan yang ada di kota Malang agar tidak selalu bersifat top down dimana keterlibatan masyarakat sangat minim. Dikarenakan para pemangku kepentingan kurang memberikan ruang bagi masyarakat untuk memiliki keterlibatan. Sehingga aspirasi masyarakat tidak terdengar ke atas.

Bisa jadi apa yang menurut pihak atas tepat, dalam pandangan masyarakat kurang tepat. Bisa jadi terdapat aspirasi masyarakat yang terpinggirkan dalam prosesnya. Sehingga pembangunan yang terjadi kurang efektif, karena ada hal-hal yang gagal diantisipasi.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Bryan

About the Author: Bryan Satriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close