Kawasan Elite Soekarno Hatta Banjir, Langsung Disidak. Kalau Kawasan Bandulan yang Banjir Disidak Siapa ?

MALANG, malangpost.id- Selasa sore (12/1) Kota Malang kembali diguyur hujan deras. Kejadian serupa turut terjadi di sepanjang Jl. Raya Bandulan. Hujan yang mulai mengguyur sebelum masuk waktu Ashar di Kota Malang ini sempat reda sejenak. Namun tak lama kemudian kembali mengganas sehingga (lagi-lagi) kembali menciptakan perumpamaan aliran sungai yang sangat deras di jalan aspal yang semestinya dipenuhi oleh kendaraan bermotor bukan malah limpahan air keruh berwarna kecoklatan.

Hal ini sejatinya mirip dengan penyakit yang sering mendera Kawasan (bisnis ? Elite ?) Soekarno Hatta. Beruntungnya, begitu banjir menerjang kawasan Soekarno Hatta, esoknya jajaran terkait lagsung melakukan sidak dan mengupayakan hal yang sama agar tidak lagi terjadi. Meskipun sidak yang dilakukan di Soekarno Hatta sendiri sudah tak terhitung berapa kali dilakukan, bahkan ketika awal walikota Malang Drs. H. Sutiaji menjabat kawasan ini langsung mendapatkan kehormatan sebagai tempat yang pertama kali disidak, mengenai hasil dari sidak itu dapat dinilai sendiri oleh pembaca yang budiman.

Hal berbeda justru menimpa warga Bandulan. Tidak seperti banjir yang terjadi di Soekarno Hatta, banjir di bandulan nampaknya minim perhatian dari dinas-dinas maupun walikota Malang sekalipun. Sehingga banjir di area Bandulan, meski berulang kali terjadi nyatanya tetap saja terjadi tanpa ada upaya pencegahan yang dapat meminimalisir atau bahkan menghentikan banjir yang terjadi.

Warga Bandulan keluhkan tak pernah disidak

Ketika wartawan Malangpost.id mencoba menggali keterangan dari warga sekitar, ia mengeluhkan bahwa daerah tempat tinggalnya merupakan daerah rawan banjir. Sayangnya perhatian dari aparatur pemerintahan di Kota Malang justru amat minim.

“Disini udah langganan banjir mas, tiap hujan deras pasti banjir. Tapi kalau sampai seperti ini ya baru kali ini.” ujar bapak berumur empat puluhan tahun tersebut

Ketika coba digali mengenai dampak dari banjir yang pernah dirasakannya, ia menjelaskan jika biasanya banjir hanya sekedar mengenai jalan raya. Namun pada banjir kali ini, ia mengkhawatirkan jika banjir hingga masuk ke dalam rumahnya.

“Biasanya nggak pernah masuk rumah mas, ya cuma di jalan itu aja. Tapi yang ini kayaknya masuk ini.” Ujarnya sembari berlalu mengecek ke dalam tokonya.

Ketika disinggung mengenai upaya apa yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun dinas-dinas terkait, warga yang enggan disebutkan namanya ini menginformasikan jika tidak pernah ada hal yang dilakukan sehubungan dengan banjir yang selalu terjadi ini.

“Enggak ada mas, kalau kaya sidak atau apa gitu enggak ada. Ya udah gini ini” ujarnya sambil terus berusaha mengahalau air banjir agar tidak masuk ke dalam rumah dan tokonya.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, nampak banyak lubang jalan air yang memang sudah tidak mampu menampung debit air yang ada.

Sehingga diperlukan tindakan yang tepat dari berbagai pihak. Utamanya dinas-dinas terkait guna bersama-sama menyelesaikan permasalahan banjir ini.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Bryan

About the Author: Bryan Satriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close