Aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Raung Meningkat, Sebabkan Dentuman Misterius ?

BALAIKOTA, malangpost.id- Publik Malang Raya pada Rabu (3/2) dini hari, dikejutkan dengan adanya suara dentuman misterius yang berulang kali terdengar. Kabar ini segera menyebar luas melalui berbagai media sosial seperti Facebook, serta Instagram. Munculnya bunyi misterius ini menimbulkan banyak dugaan di masyarakat. Dari sekian banyak isu, ada juga yang mengaitkan dentuman misterius ini dengan aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Raung.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan tim malangpost.id melalui situs https://magma.vsi.esdm.go.id/ terlihat jika kondisi Gunung Semeru dan Gunung Raung memang menunjukkan aktivitas dengan level II atau Waspada. Hal ini turut menimbulkan dugaan, mengenai aktivitas geologi di salah satu atau kedua Gunung itu lah yang menyebabkan suara dentuman misterius yang didengar oleh masyarakat Malang Raya.

Ketika operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Mokhamad Aziz Wijaya, menegaskan jika suara dentuman misterius itu tidak berkaitan dengan aktivitas kedua gunung tersebut. Hal ini sejalan dengan konfirmasi dari pos pantau di masing-masing gunung yang telah memberikan konfirmasinya.

“Kami juga masih mencari informasi sumber suara. Tidak benar jika dari Gunung Semeru. Kami sudah konfirmasi dari pos pantau sana, di Semeru tidak mendengar dentuman. Kondisi Gunung Semeru sejauh ini terpantau masih berada di level 2 atau waspada,” ujarnya sebagaimana dilansir melalui tugumalang.id

Aziz menambahkan, terkait Gunung Raung sendiri memang mengalami peningkatan aktivitas. Namun, meskipun aktivitas Gunung Raung meningkat. Tetap saja tidak dapat menjadi alasan penyebab suara dentuman misterius yang menghebohkan Malang Raya dini hari tadi.

iklan-dinas-kominfo

Hal ini sejalan dengan jarak Gunung Raung dan Kota Malang yang mencapai ratusan kilometer. Sedangkan, berdasarkan konfirmasi dari pos pantau Gunung Raung, suara letusan Gunung Raung hanya terdengar hingga sekitar lereng saja atau berjarak sekitar 30 km.

Sehingga tidak masuk akal juga bila erupsi Gunung Raung menyebabkan suara dentuman yang terdengan dini hari tadi. Apalagi suara dentuman itu terdengar berulang-kali dengan suara yang cukup jelas terdengar di banyak wilayah Malang Raya.

“Di Raung kami sudah konfirmasi di pos pantaunya. Aktivitas gunung Raung memang meningkat, tapi suara dentuman tidak sampai ke Kota Malang. Karena erupsi gunung Raung meletus pun hanya sampai di lereng suaranya, mungkin sekitar 30 km dari Gunung Raung. Sedangkan jarak Kota Malang ke Gunung Raung kan ratusan km, itu nggak mungkin terdengar” sambungnya Hingga saat ini, informasi jelas mengenai asal mula suara dentuman ini masih menjadi pertanyaan banyak pihak. Karenanya, segala informasi terbaru yang muncul berhak diketahui oleh masyarakat agar tidak menimbulkan polemik yang semakin liar kedepannya. Masyarakat juga diharapakan agar tidak terlalu liar berspekulasi sembari menanti informasi resmi dari pihak-pihak terkait.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Bryan

About the Author: Bryan Satriya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *