Respon Pernyataan Sutiaji, Bobby Nugroho : Walikota Gagal Paham

BALAIKOTA, malangpost.id- Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam usai Walikota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan penjelasan di media sosial, muncul respon dari Bobby Nugroho selaku Ketua Dewan Kesenian Malang (DKM). Seakan meladeni Sutiaji yang mengeluarkan video di kanal YouTube Sam Sutiaji untuk merespon tagar #SetahunTanpaSK yang diusung oleh DKM pada Senin (9/2), respon ini pun disampaikan Bobby melalui kanal YouTube KANAL DKM. Diketahui, kanal YouTube ini memang kanal yang dikelola secara resmi sebagai media YouTube DKM.

Selain melalui kanal YouTube, wartawan Malangpost.id berkesempatan untuk bertemu serta melakukan wawancara langsung dengan Bobby Nugroho di pendopo Dewan Kesenian Malang pada Sabtu (20/2). Dalam wawancara yang berlangsung beberapa saat sebelum Bobby melakukan take video guna merespon balik statement Sutiaji, pihaknya menyampaikan jika statement yang disampaikan oleh Sutiaji menunjukkan ketidak pahaman Sutiaji terkait permasalahan ini.

“Istilah baiknya, itu walikota gagal paham tata kelola lembaga kesenian dan kebudayaan di Kota Malang. Itu istilah baiknya, istilah buruknya, nggak paham sama sekali. Ga moco, ga memperhatikan, ga nyimak, cuma sekedar mengamankan policy yang sudah pernah dia buat. Karena dia sudah terlanjur ngeluarkan policy tentang K3M.” Ujar Bobby (20/2) ketika dimintai pandangan terkait pernyataan Sutiaji mengenai respon terhadap #SetahunTanpaSK.

Ketiadaan SK ini cukup menyulitkan perjalanan DKM selama setahun kepengurusan Bobby, ketika ditanya mengenai event Pasar Seni yang baru-baru ini dilaksanakan DKM, pihaknya menjelaskan jika Pemkot sama sekali tidak memberikan support apapun. Seakan-akan, pemkot menutup mata kepada DKM. Hal ini tentunya sangat ironi mengingat lokasi gedung DKM yang hanya berjarak 350 meter dari gedung Balaikota Malang.

Ketika ditanya lebih lanjut, Bobby menjelaskan, justru bantuan dan support baik moril maupun materi banyak datang dari beberapa pihak yang menjabat sebagai wakil rakyat DPRD Malang. Menariknya, bantuan ini lebih disebabkan karena kedekatan emosional maupun personal masing-masing.

Ketika ditanyakan apakah dari komisi DPRD terkait turut ada support, Bobby menjelaskan jika mereka justru bukan dari komisi terkait. Ia menjelaskan jika, permasalahan DKM ini sebenarnya menjadi ranah dari Komisi D. Namun menurutnya, dari komisi D sendiri justru tidak menunjukkan adanya support maupun bantuan yang ditujukan untuk kesuksesan pasar seni maupun permasalahan SK DKM.

Menariknya, sebelum muncul #SetahunTanpaSK, pada hari senin (9/2) Bobby sempat berkunjung ke balaikota untuk meminta jadwal pertemuan dengan Sutiaji. Pihaknya menjelaskan, ada keinginan baik dari dewan seniman, pengurus, wakil beserta SC untuk menghadap Sutiaji.

Namun, usai menunggu sekian lama, bukan respon baik yang diterimanya namun justru diabaikan oleh Sutiaji. Ketika ditanya mengenai tanggapan Sutiaji, pihaknya menjelaskan jika tidak sempat berbincang dengan walikota. Ia hanya sempat berpapasan saja, lalu Sutiaji menghubungi via wa jika ia berhalangan saat itu karena ada jadwal zoom dari rumah

“Maaf mas saya ada jadwal zoom dari rumah” Ujar Bobby membacakan pesan yang diterimanya kala itu.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Bryan

About the Author: Bryan Satriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close