UMM Selenggarakan Sumpah Profesi Guru Di Tengah Pandemi

MALANG, Malangpost.id – Rabu (10/3) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan yudisium serta pengambilan sumpah profesi guru periode ke-lima. Menyikapi kondisi pandemi, acara ini dilaksanakan dengan mengkombinasikan luring dan daring. Dalam pelaksanaan luring, UMM menggelar acara ini bertempat di Aula Biro Administrasi Umum (BAU) UMM. Sedangkan untuk daring, UMM menggunakan kanal Zoom serta disiarkan secara live melalui channel YouTube Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM. Pada kesempatan ini, prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMM mengukuhkan 524 wisudawan dengan 39 wisudawan hadir secara luring di aula berkapasitas 300 orang tersebut.

Dalam kesempatan ini, Rektor UMM, Dr. Fauzan M.Pd., menekankan kepada peserta jika menjadi guru adalah suatu panggilan jiwa. Hal ini tentunya memerlukan suatu komitmen yang kuat dari setiap pihaknya, mengingat profesi pendidik selalu berhubungan dengan wilayah psikologis manusia, salah satunya murid yang akan menjadi tanggung jawab guru bersangkutan.

“Saya ingin menekankan bahwa menjadi guru adalah panggilan jiwa. Panggilan ini juga memerlukan suatu komitmen yang kuat karena profesi pendidik selalu berhubungan dengan wilayah psikologis,” ungkap Fauzan.

Also read: UIN Malang Buka Penjaringan Calon Rektor Baru

Tidak berhenti sampai di situ, Fauzan pun turut mendoakan agar kedepannya para peserta dapat mengemban amanah menjadi guru yang baik dan juga menjadi guru idola oleh murid maupun rekan seprofesi mereka. Fauzan pun menjelaskan beberapa kriteria guru idola ialah mendapatkan sambutan yang gembira, dapat membawa suasana nyaman di lingkungannya, selalui mengayomi, teguh dalam pendirian, serta bila ia keluar dari lingkungan tersebut akan ditangisi

“Ciri guru idola adalah seluruh ekosistem menyambutnya dengan gembira. Lingkungan di mana ia berada juga menjadi nyaman. Orang tersebut terus mengayomi dan teguh dalam pendirian. Jika ia keluar dari lingkungan tersebut, ia akan ditangisi. Ini merupakan ciri guru yang baik,” lanjut Fauzan.

Di lain pihak, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes. menyampaikan jika persentase kelulusan prodi PPG UMM mencapai 70%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelulusan PPG di Indonesia yang sebesar 52%. Ia pun menyebut hal ini merupakan hasil dari kerja keras serta sinergi yang baik antara para wisudawan dan juga tenaga pendidik.

“Persentase kelulusan PPG di Indonesia adalah 52% sementara persentase kelulusan PPG UMM mencapai 70%. Ini semua berkat kerja keras dan sinergi yang baik antara para wisudawan dan tenaga pendidik,” kata Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, Poncojari turut memberikan pesan kepada para wisudawan agar nantinya menerapkan 15 poin kebaikan ketika mereka mengabdi di dunia pendidikan.

“Saya berpesan agar para wisudawan dapat menerapkan lima belas poin kebaikan ini ketika nanti mulai mengabdi di dunia pendidikan. Lima belas hal ini meliputi doa, Ikhtiar, tawakal, meningkatkan keterampilan komunikasi, menerapkan critical thinking, kreativitas, dan kolaborasi. Kita juga harus bersikap adaptif, unik, dan interaktif. Terakhir, kita harus bekerja keras, cerdas, mawas, ikhlas, dan tuntas,” pungkasnya.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Bryan

About the Author: Bryan Satriya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

close