Founder KWB Rabbitry Indonesia Berbagi Tips dan Trik Berternak Kelinci Holland Lop

BATU, Malangpost.id – Eko Sabdianto merupakan Founder KWB Rabittry Indonesia sekaligus breeder kelinci spesialis Holland Lop berbagi cerita.

Menurutnya perawatan kelinci dalam jenis apapun membutuhkan ketelatenan dam kesabaran. Selain itu, Dian sebagai breeder spesialis kelinci Holland Lop juga memaparkan. Jika ingin merawat kelinci bagi pemula, amat disarankan memilih kelinci jenis lokal dulu.

“Karena lebih mudah dalam hal perawatan daripada langsung memelihara kelinci jenis Holland Lop. Sebab, jenis ini berbeda dan lebih mudah mati dan rentan stres jika tidak tahu cara merawatnya,” tuturnya, Jumat (4/6)

Dian sapaan akrabnya mengungkapkan, beternak kelinci Holland Lop memanglah sangat menguntungkan. Akan tetapi juga membutuhkan kesabaran yang ekstra. Hal ini dikarenakan banyak proses yang diperlukan untuk hasil maksimal.

“Kita belum bisa menikmati hasilnya hingga berternak setidaknya 4 bulan, bahkan setengah tahun. Karena kelinci bisa dipanen biasanya di usia 2,5 bulan-3 bulan, terkhusus untuk kelinci jenis Holland Lop” paparnya

Tips dan Trik Merawat Kelinci dari Dian

Disela – sela wawancaranya tak lupa Dian memberikan tips dan trik, agar kelinci terutama jenis Holland Lop yang di pelihara tidak cepat mati dan stress.

“Salah satunya pakan yang tak kalah penting. Hal ini karena jenis kelinci Holland Lop, tidak boleh sembarangan diberikan pakan seperti kelinci jenis lain. Kalau untuk pakan harus 80 persennya rumput kering jenis Timothy Hay dan sisanya pelet khusus kelinci. Sebab, pencernaan kelinci jenis ini tergolong sensitif. Jika sembarangan memberikan pakan, alhasil kelinci akan mencret dan kembung yang berujung pada kematian,” jelasnya.

Selanjutnya untuk kebersihan kandang, ditambahkan sirkulasi udara. Serta kebersihan kandang harus tetap terjaga dan tidak lembab.

Selain itu juga yang tak kalah penting, perlu disediakan air minum yang bersih dan tidak terkontaminasi dengan apapun. Kelinci juga butuh minum, sama seperti manusai. Jika ada peternak yang mengatakan kelinci tidak butuh minum, itu pendapat yang sangat keliru

Strategi Pemasaran dan Target Pasar

Saat disinggung soal pemasarannya kemana dan bagaimana Dian menyebutkan, bahwa tidaklah sulit dalam hal pemasaran. Jika tahu peluang dan cara strategi pemasarannya.

“Jadi pemasarannya bisa melalui media sosial seperti, WhatsApp, Facebook maupun Instagram. Di medsos juga banyak sekali grup maupun komunitas kelinci se-Indonesia. Jadi cukup memposting foto kelinci kita dan meninggalkan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi,” jelasnya.

Disinggung lebih jauh, berapa pendapatan setiap bulannya dari hasil penjualan kelinci di situasi pandemi. Lelaki yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini mengungkapkan, bahwa penjualan tergolong masih tetap stabil.

“Walaupun pandemi penjualan masih stabil. Bahkan tidak berpengaruh sama sekali. Hal ini dikarenakan, pembeli didominasi rata-rata dari luar kota dan dari luar pulau. Kalau pendapatan, kurang lebih dalam sebulan ada kelinci yang dibeli hingga 4 sampai 5 ekor, per ekornya Rp 1,5 juta dan 2,5 juta, itu tergantung kualitas kelincinya ya,” ujarnya

Lanjutnya jika beternak kelinci bukan sesuatu yang hal yang bisa dianggap remeh. Apalagi beternak kelinci adalah peluang bisnis yang sangat amat menjanjikan dan menguntungkan jika terus ditekuni.

“Saat ini saya juga tengah mengembangkan kandang lagi di Desa Tlekung, Jalan Daip, No.11, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Jadi saya persilahkan bagi calon pembeli yang ingin melihat langsung ke kandang. Serta sekaligus sembari ngopi dan sharing seputar kelinci Holland Lop. Hak yang perlu diingat, berilah hewan kesayangan kita pakan yang enak. Muliakanlah hewan ternak kita. InsyaAllah, dia akan membalasnya dengan caranya sendiri.” tutupnya.

Serta tidak lupa Dian memberikan kontaknya kepada yang ingin belajar atau mengetahui lebih lanjut mengenai kelinci terutama jenis Holland Lop. Dimana dapat mengunjungi Facebook yaitu Kwb Rabbitry dan Instagram dengan username @kwbrabbitry

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Tasniah

About the Author: Tasniah Fauzi

Suka mempelajari hal-hal baru dan masih terus berproses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *