Pemkot Malang Terapkan Metode 3R, Pengolahan Sampah Tertangani 98,02 persen

BALAIKOTA, Malangpost.id – Pengolahan sampah manjadi salah satu fokus Pemkot Malang dalam pengelolaan lingkungan. Sebanyak 98,02 persen dari total sampah yang dihasilkan warga Kota Malang sudah berhasil diolah dengan metode reduce, reuse, dan recycle (3R).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Wahyu Setianto, mengatakan pemerintah terus mengembangkan berbagai metode pengolahan sampah, salah satunya pembangunan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, and recycle (TPS 3R) sehingga sampah di Kota Malang sudah 98,02 persen tertangani.

Ia juga mengatakan untuk saat ini Kota Malang memiliki tiga TPS 3R di Balai Arjosari, Bandung Rejosari dan Merjosari. Saat ini sedang dibangun 1 TPS 3R lagi di Buring. Status masih dalam pembangunan saat ini sudah berbentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“TPS 3R dengan segala fasilitas penunjangnya mempermudah masyarakat dalam mengelola sampah. Sehingga pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah dapat berkurang serta melalui pengolahan yang tepat sampah dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis,” tutur Wahyu Setianto, Selasa (15/6).

485 Ton Sampah Masuk Per Hari

Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 485 ton per hari.  Banyak industri kecil menengah yang ada di Kota Malang mempengaruhi produksi sampah setiap harinya. 

Ia juga menuturkan bahwa ada sekitar 148 ritase pengangkutan. Setiap ritase memuat sampah 4-11 ton tergantung kendaraan pengangkutnya.

“Ini adalah sampah yang masuk melalui DLH saja. Belum dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag),” terang Wahyu.

Selain itu, kata Wahyu, diperlukan integrasi PAM dan PAL atas kebutuhan air dan pengelolaan limbah, pengelolaan IPAL di bangunan pemerintah, swasta, dan rumah tangga berbasis komunal serta pengelolaan karbon kendaraan bermotor (zero carbon).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Malang terus melayani masyarakat mulai dari kebutuhan dasar hingga pengolahan limbah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Pemkot Malang terus mengembangkan program-program yang fokus terhadap pengelolaan lingkungan.

“Pemkot Malang merumuskan strategi dalam menghadapi berbagai permasalahan. Misalnya, penerapan konservasi energi, pengelolaan sampah dan pengembangan pola tata ruang serta peningkatan kualitas lingkungan hidup,”tegasnya.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *