Launching Program LLTT, Bentuk Komitmen Pemkot Malang Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

BALAIKOTA, Malangpost.id – Pemkot Malang memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal itu selain untuk meningkatkan kebersihan lingkungan, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak buang air besar sembarangan (BABS).

Bekerja sama dengan UPT Pengolahan Air Limbah Daerah (PALD) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) meluncurkan program Layanan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), di Hotel Savana, pada Kamis (17/6).

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, melalui Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), penyedotan lumpur tinja tersebut, dari tangki-tangki septik dilakukan secara terjadwal atau berkala.

Baca juga : DLH Kota Malang, Segera Percantik Taman Merjosari

‘’ Penyedotan lumpur tinja dari tangki-tangki septik dilakukan secara terjadwal atau berkala,” kata Sutiaji.

Namun Inovasi LLTT tersebut tidak menghilangkan keberadaan layanan on call. Keduanya dibutuhkan karena LLTT hanya memberikan layanan di waktu yang sudah dijadwalkan. Sementara layanan on call memberikan fasilitas pada waktu-waktu insidentil lainnya.

Sutiaji juga menambahkan bahwa, banyak manfaat yang diperoleh dari layanan penyedotan terjadwal.  Satu di antaranya meringankan belanja rumah tangga karena pembayaran diangsur setiap bulan. Masyarakat juga tidak ragu menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih.

“Ada berbagai manfaat yang diperoleh dari layanan penyedotan terjadwal ini. Antara lain, meringankan belanja rumah tangga karena pembayaran diangsur setiap bulan, tidak ragu menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih, dapat memperbaiki kualitas dan kesehatan masyarakat, serta memelihara fungsi tangki septik,” pungkasnya.

Harus Ada Kolaborasi Sarana dan Prasarana

Ia juga menegaskan, sebenarnya harus ada kolaborasi antara sarana dan prasarana yang disediakan dengan pola hidup masyarakat. Program LLTT tersebut merupakan layanan penyedotan lumpur tinja dari tangki septik yang dilakukan secara berkala.

“Perilaku masyarakat harus terbangun dengan baik dan sarana prasarana kita siapkan bisa digunakan. Sehingga kalau sudah saatnya sedot WC dia tidak perlu repot lagi karena sudah ada rutinitas,” ujarnya.

Pemkot Malang memberi kepastian kepada masyarakat bahwa, pemerintah hadir untuk melayani masyarakat mulai dari kebutuhan dasar hingga pengelolaan limbah. Sejauh ini, sudah ada 14 perusahaan yang bergabung dengan Pemkot Malang.

“Pembiasaan pola hidup bersih dan sehat sangatlah penting. Rencananya, Pemkot Malang akan berkolaborasi juga dengan TP PKK Kota Malang melalui dasa wisma,” sambungnya.

Baca juga : Pemkot Malang Kebut Realisasi Pembangunan Jembatan Tlogomas

Pihak Pemkot Malang juga menyatakan kesadaran masyarakat akan kebersihan sanitasi telah berangsur meningkat, hal  itu dibuktikan dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari pembuangan limbah secara terjadwal cenderung meningkat.

Pembuangan limbah oleh perusahaan sedot tinja saat ini juga terarah di Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) Supit Urang. Di IPLT itu, limbah akan diolah dan dimanfaatkan menjadi pupuk.

Harapan dari pelaunchingan program ini,yakni bisa berjalan dengan kuat di tengah masyarakat dalam hal menciptakan lingkungan yang sehat. Sebagai info, Masyarakat yang membutuhkan bisa menghubungi layanan call center UPT PALD, 0341 564000/0895390640000.

Bagikan ke sosial media:

Recommended For You

Redaksi

About the Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *